JENIS-JENIS KOMUNIKASI
Jenis komunikasi terdiri dari :
1. Komunikasi verbal dengan kata-kata
2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh
Komunikasi Verbal Mencakup Aspek:
• Vocabulary (Perbendaharaan kata-kata)
Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi
• Racing (Kecepatan)
Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat
• Intonasi suara
Akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam komunikasi
• Humor
Dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia.Dugan (1989) memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri.Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus ada selingan dalam berkomunikasi
• Singkat dan jelas
Komunikasi akan effektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti
• Timing (waktu yang tepat)
adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan
Komunikasi Non Verbal
• Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal
Yang Termasuk komunikasi non verbal:
• Ekspresi Wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang
• Kontak mata
Merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinteraksi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan.Melalui kontak mata juga memberi kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya.
• Sentuhan
adalah bentuk komunikasi personal, mengingat sentuhan lebih bersifat spontan daripada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan
• Postur tubuh dan Gaya Berjalan
Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya.Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri dan tingkat kesehatannya
• Sound (Suara)
Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi menjadi pesan yang sangat jelas
• Gerak Isyarat
adalah yang dapat mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetuk kaki atau menggerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress, bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress
Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Berencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Berencana. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 September 2010
Sistem Peredaran Limfe
Darah-bilik kiri-aorta dngn cabang2nya -keseluruh tubuh u/ memelihara & memberi makan sel2 jar.tubuh.Cairan darah menembus dinding kapiler masuk & membasahi sel2 jar= Cairan Antar Sel. Cairan antar sel telah terpakai banyak sisa2 metabolisme diangkut melalui sistem pembulu darah,sisanya diangkut o/ sistem peredaran darah tertentu= sistem peredaran limfe, cairan yg diangkut= Cairan Limfe.
Sisitem peredaran limfe= 1.kapiler2 limfe, 2.pembuluh2 limfe 3.limfo nodi 4.Duktus limfatikus (2bh saluran limfa yg besar)=(1.Duktus Torasikus 45cm 2.Duktus Limfatikus kanan 1cm)
Benjolan2 kelenjatr limfe =LIMFO NODI
LIMFO NODI Berguna: 1.Membuat sel2 limfosit 2. menyaring & membunih kuman2 dngn adanya sel2 limfosit 3.membuat beberapa macam antibodi & antitoksin u/ melawan infeksi.
Kelenjar Limfe (LIEN) gunanya –membuat sel2 limfosit –pd janin membuat sel2 eritrosit –sbg gudamg penyimpanan darah –tempat penghancur sel2 eritrosit &trombosit yg sdh tua & tdk terpakai lg –membantu membunuh kuman2 tertentu –membantu membuat antibodi.
Gunanya sistem peredaran limfe:
1. mencegah menumpuknya kelebihan cairan antar sel di jaringan2
2. menyaring & membunuh kuman2 melalui limfo nodi
3. membuat sel2 limfosit baru
4. menyerap sari2 makanan terutama lemak melalui pembuluh2 limfe sekitar usus.
Mekanisme mengalirnya cairan limfe karena adanya tenaga hisap dan tenaga dorong.cairan limfe-2vena yg besardkt jantung-vena kava-serambi kanan.
Dengn adanya dilatasi serambi maka timbul tekanan tenaga hisap.
Dngan adanya kontraksi otot2 sekitar vena & pembuluh limpe terjadi tenaga dorong.
Sisitem peredaran limfe= 1.kapiler2 limfe, 2.pembuluh2 limfe 3.limfo nodi 4.Duktus limfatikus (2bh saluran limfa yg besar)=(1.Duktus Torasikus 45cm 2.Duktus Limfatikus kanan 1cm)
Benjolan2 kelenjatr limfe =LIMFO NODI
LIMFO NODI Berguna: 1.Membuat sel2 limfosit 2. menyaring & membunih kuman2 dngn adanya sel2 limfosit 3.membuat beberapa macam antibodi & antitoksin u/ melawan infeksi.
Kelenjar Limfe (LIEN) gunanya –membuat sel2 limfosit –pd janin membuat sel2 eritrosit –sbg gudamg penyimpanan darah –tempat penghancur sel2 eritrosit &trombosit yg sdh tua & tdk terpakai lg –membantu membunuh kuman2 tertentu –membantu membuat antibodi.
Gunanya sistem peredaran limfe:
1. mencegah menumpuknya kelebihan cairan antar sel di jaringan2
2. menyaring & membunuh kuman2 melalui limfo nodi
3. membuat sel2 limfosit baru
4. menyerap sari2 makanan terutama lemak melalui pembuluh2 limfe sekitar usus.
Mekanisme mengalirnya cairan limfe karena adanya tenaga hisap dan tenaga dorong.cairan limfe-2vena yg besardkt jantung-vena kava-serambi kanan.
Dengn adanya dilatasi serambi maka timbul tekanan tenaga hisap.
Dngan adanya kontraksi otot2 sekitar vena & pembuluh limpe terjadi tenaga dorong.
Sistem Peredaran Darah
Jantung: Jantung terbg 4 ruangan,2 diatas: atrium/serambi kanan/kiri,2 dibawah: Ventrikel/bilik kanan/kiri. Masing2 dihubungkan o/ suatu katup/klep : Vulvula Atrio Ventrikularis=katub jantung(jantung kanan/kiri).Katup jantung kanan= Vulvula Trikuspidalis (mempunyai 3 lembar katup), katup jantung kiri= Vulvula mitralis/bikuspidalis (mempunyai 2 lembar katup). Pada serambi kanan bermuara Vena kava superior,inferior & sinus koronarius.Pada bilik kanan berpangkal Arteri pulmonalis membw darah menuju paru2.Serambi kiri bermuara vena pulmonalis yg membw darah bersih sedangkan pd bilik kiiri bermuara pd Aorta membw darah keseluruh tubuh. Pd Aorta & arteria pulmonalis ada katub =vulvula semilunaris/bentuk lembaran katup seperti ½ bulan. Katup pd Aorta =Katup Aorta >untuk mencegah jngn sampai darah yg mengalir msk aorta kembali lg kebilik kiri. Pada arteria pulmonalis =katup pulmoner >mencegah mengalirnya kembali darah dr arteria pulmonalis masuk kebilik kanan.
Dinding Jantung = 1..Perikardium: merupakan dinding jantung pling luar yg merupakan jaringan pengikat. Ada 2 lapisan :Perikardium parietela/luar & Perikardium viserela/dalam. 2. Miyokardium: dinding jantung bag. Tengah yg plng tebal,semua terdr atas otot jantung. 3. Endokardium : lapisan jantung yg pling dlm terdiri atas 1 lapisan sel endotel.
Gerakan menguncupnya seluruh jantung =gerakan sistole & tekanan darah yg ditimbulkan =tekanan sistole, Gerakan mengembangnya jantung/relaksasi =gerakan diastole & tekanan darah yg ditimbulkan = tekanan diastole.
Suplai darah jantung: u/ memberi makan kpd jantung ada perdaran darah khusus = peredaran darah koroner,terdiri arteri koronaria,vena kooronaria, sinus koronarius.Apabila arteri koronaria tiba2 tersumbat o/ adanya jendalan darah at trombus, sehingga darah yg mengalir menuju keotot jantung terhalang dpt menimbulkan serangan jantung mendadak yg dpt menyebabkan kematian mendadak.
Pembuluh-pembuluh darah: Berguna u/ mengangkut darah dari jantung keseluruh tubuh & stlah terpakai kmdian dibawa kembali ke jantung. Ada 3= 1. Arteri (Tunika intima/dalam)-Tunika media/tengah-tunika adventisia/luar) =membw darah dr jantung 2.vena (Dindingnya sedikit agak tipis/3bag)v= membw darah kembali kejantung 3.kapiler (dinding sangat tipis) =menghubungkan ujung2 arteri dngn ujung2 vena.
Aorta dengan cabang2nya: Aorta berpangkal bilik kiri menuju keatas =aorta asensens(cabang arteri koronaria kanan/kiri,membawa darahu jantung) membelok dari kanan ke kiri= arkus aorta(1.arteri anonima :a.arteri subklavia kanan membw darah ketangan kanan b.arteri karotis kominis kanan membawa darah keleher & kepala. 2.arteri karotis komunis kiri membw darah u/ leher & kepala 3.arteri subklavia kiri membw darah u/ tangan kiri) . lalu turun kebawah =aorta desendens ,daerah dada aorta asendens= aorta torakalis (memberikan cabang2 keotot2 antar iga, bronkhus,paru2, usofagus ,di perut= aorta abdominalis (memberikan cabang2nya kedinding perut & semua alat didlm rongga perut.cabang2nya= a.seliaka,a.frenika,a.mesenterika superior,a.mesentika inferior, a.lumbalis, a.suprarenalis,a.renalis,a.spermatika,a.ovarika,a.iliaka komunis.
PEREDARAN DARAH DEWASA
Darah-vena kava inferior/vena kava superior/sinus koronarius-serambi kanan(kontraksi,katup jantung kanan membuka)-bilik kanan(kontraksi,katup jantung kanan menutup bersamaan katup pulmoner membuka)-arteri pulmonalis-paru2 kanan/kiri-vena pulmonalis kanan/kiri-serambi kiri (kontraksi,katup jantung kiri membuka)-bilik kiri (kontraksi,katup jantung kiri menutup,katup aorta membuka-aorta (dibagikan keseluruh bagian tubuh)-vena kava inferior/veba kava superior/sinus koronarius-serambi kanan (seterusnya berulang2).
Peredaran darah khusus=peredaran darah porte/sistem porte.darah mengandung sari zat2 makanan dari usus halus melelui vena mesenterika & limpa/LIEN-vena lienalis-vena porte-hepar. Dihepar sari2 makanandiolah & disimpan u/ dibagikan seluruh tubuh yg memerlukan.
PEREDARAN DARAH JANIN
Jantung janin masih blm sempurna.pd dinding batas serambi kanan dngn serambi kiri terdapat celah lubang =foramen ovale.
Darah-vena kava superior/vena kava inferior-serambi kanan krn ada foramen ovale sngian besar darah ke-serambi kiri-katup jantung kiri-bilik kiri-dibagiakan keseluruh tubuh melalui aorta & cabang2nya. Darah –serambi kanan yang tdk melalui foramen ovale –katup jantung kanan-bilik kanan-arteri pulmonalis –paru2 u/ dibersihkan. Oleh krn paru2 janin blm sempurna sebgian besar darah dialirkan keaorta melalui jln pintas =Duktus Arteriosus Botalli (pembuluh darah pendek yg menghubungkan arteri pulmonalis dngn aorta). Waktu bayi lahir forammen ovale menutup & ductus arteriosus botalli mengalami kemunduran jd jaringan pengikat =ligamentum arteriosum. Dihepar darah dtang dr plasenta mengandung 02 melalui vena umbilikalis,sbgian melalui jln pintas =Duktus venosus Arrantti-vena kava inferior-serambi kanan.setelah bayi lahir ductus venosus arrantii mengalami kemunduran jd jaringan pengikat =ligamentum venosum.
Perubahan2 peredaran darah stlah bayi dilahirkan:1. Menutupnya foramen ovale 2.Duktus Arteriosus Botalli degenerasi ligamentum arteriosum 3. Duktus venosus Arrantii degenerasi ligamentum venosum 4. vena umbilikalis degenerasi ligamentum teres hepatis 5. arteri umbilikalis degenerasi ligamentum umbilikalis lateral
DARAH: Cairan yg beredar dlm pembuluh darah krn kekuatan jantung. (55% plasma, 45% sel2 darah). Plasma darah : 1.air, 2.garam2 mineral, 3.Protein plasma, 4.bahan2 makanan, 5.gas2=O2,CO2,nitrogen, 6. bahan2 sisa pembakaran= urea, asam urat,kreatinin 7.antibodi & antitoksin, 8.hormon2, 9.enzim2.
Serum=plasma darah tanpa fibrinogen, agar darah tdk membeku =anti koagulan
SEL-SEL DARAH:
Eritrosit: sel darah merah, Hemoglobin: pigmen darah yg merupakan sejenis protein istimewa.(pertama ERITROBLAS-NORMOBLAS-RETIKULOSIT)
Lekosit: sel darah putih (Lekosit meningkat=lekositosis,Mengurang=lekopeni)
Lekemia: kurang dr 100.000/mm3
Trombosit: bentuk lbh kecil dr eritrosit guna pembekuan darah, trombositopenia= tubuh kurang trombosit/kurang dr normal 200000-400000/mm3.
FUNGSI DARAH
1.mengambil O2 waktu inspirasi,mengambil CO2 waktu ekspirasi
2.membawa sari makanan 3. membawa zat2 sampah dr sel2 jaringan 4. membw hormon2 dr klenjr endokrin ke jaringan 5.mengatur/mempertahankan keseimbangan air 6.mengatur suhu badan 7. ikut dlm pertahanan terhadap penyakit.
Golongan darah: Menurut DR.LANDSTEINER gol A,B,AB & O (sistem ABO)
Bhwa didlm eritrosit terdpt AGLUTINOGEN sdngkn plasma terdpt AGLUTI NIN.
I.Gol A=erit(aglutinogen A)plasma(aglutinin B)
II..Gol B =erit aglutinogen B0plasma(aglutinin A)
II.Gol AB =erit(aglutinogen A &B)plasma(aglutinin NOL)
IV.Gol O =erit(aglutinogen NOL)plasma(aglutinin A & B)
GOL AB dinamakan RESIPIEN UNIVERSAL
Gol O dinamakan DONOR UNIVERSAL
ERITROBLASTOSIS FETALIS: adanya zat anti bodi terhadap Rh+ didlm darah seorang ibu yg sdng hamil dpt menyebabkan penyakit menimbulkan kematian pada bayi yg baru dilahirkan.
Dinding Jantung = 1..Perikardium: merupakan dinding jantung pling luar yg merupakan jaringan pengikat. Ada 2 lapisan :Perikardium parietela/luar & Perikardium viserela/dalam. 2. Miyokardium: dinding jantung bag. Tengah yg plng tebal,semua terdr atas otot jantung. 3. Endokardium : lapisan jantung yg pling dlm terdiri atas 1 lapisan sel endotel.
Gerakan menguncupnya seluruh jantung =gerakan sistole & tekanan darah yg ditimbulkan =tekanan sistole, Gerakan mengembangnya jantung/relaksasi =gerakan diastole & tekanan darah yg ditimbulkan = tekanan diastole.
Suplai darah jantung: u/ memberi makan kpd jantung ada perdaran darah khusus = peredaran darah koroner,terdiri arteri koronaria,vena kooronaria, sinus koronarius.Apabila arteri koronaria tiba2 tersumbat o/ adanya jendalan darah at trombus, sehingga darah yg mengalir menuju keotot jantung terhalang dpt menimbulkan serangan jantung mendadak yg dpt menyebabkan kematian mendadak.
Pembuluh-pembuluh darah: Berguna u/ mengangkut darah dari jantung keseluruh tubuh & stlah terpakai kmdian dibawa kembali ke jantung. Ada 3= 1. Arteri (Tunika intima/dalam)-Tunika media/tengah-tunika adventisia/luar) =membw darah dr jantung 2.vena (Dindingnya sedikit agak tipis/3bag)v= membw darah kembali kejantung 3.kapiler (dinding sangat tipis) =menghubungkan ujung2 arteri dngn ujung2 vena.
Aorta dengan cabang2nya: Aorta berpangkal bilik kiri menuju keatas =aorta asensens(cabang arteri koronaria kanan/kiri,membawa darahu jantung) membelok dari kanan ke kiri= arkus aorta(1.arteri anonima :a.arteri subklavia kanan membw darah ketangan kanan b.arteri karotis kominis kanan membawa darah keleher & kepala. 2.arteri karotis komunis kiri membw darah u/ leher & kepala 3.arteri subklavia kiri membw darah u/ tangan kiri) . lalu turun kebawah =aorta desendens ,daerah dada aorta asendens= aorta torakalis (memberikan cabang2 keotot2 antar iga, bronkhus,paru2, usofagus ,di perut= aorta abdominalis (memberikan cabang2nya kedinding perut & semua alat didlm rongga perut.cabang2nya= a.seliaka,a.frenika,a.mesenterika superior,a.mesentika inferior, a.lumbalis, a.suprarenalis,a.renalis,a.spermatika,a.ovarika,a.iliaka komunis.
PEREDARAN DARAH DEWASA
Darah-vena kava inferior/vena kava superior/sinus koronarius-serambi kanan(kontraksi,katup jantung kanan membuka)-bilik kanan(kontraksi,katup jantung kanan menutup bersamaan katup pulmoner membuka)-arteri pulmonalis-paru2 kanan/kiri-vena pulmonalis kanan/kiri-serambi kiri (kontraksi,katup jantung kiri membuka)-bilik kiri (kontraksi,katup jantung kiri menutup,katup aorta membuka-aorta (dibagikan keseluruh bagian tubuh)-vena kava inferior/veba kava superior/sinus koronarius-serambi kanan (seterusnya berulang2).
Peredaran darah khusus=peredaran darah porte/sistem porte.darah mengandung sari zat2 makanan dari usus halus melelui vena mesenterika & limpa/LIEN-vena lienalis-vena porte-hepar. Dihepar sari2 makanandiolah & disimpan u/ dibagikan seluruh tubuh yg memerlukan.
PEREDARAN DARAH JANIN
Jantung janin masih blm sempurna.pd dinding batas serambi kanan dngn serambi kiri terdapat celah lubang =foramen ovale.
Darah-vena kava superior/vena kava inferior-serambi kanan krn ada foramen ovale sngian besar darah ke-serambi kiri-katup jantung kiri-bilik kiri-dibagiakan keseluruh tubuh melalui aorta & cabang2nya. Darah –serambi kanan yang tdk melalui foramen ovale –katup jantung kanan-bilik kanan-arteri pulmonalis –paru2 u/ dibersihkan. Oleh krn paru2 janin blm sempurna sebgian besar darah dialirkan keaorta melalui jln pintas =Duktus Arteriosus Botalli (pembuluh darah pendek yg menghubungkan arteri pulmonalis dngn aorta). Waktu bayi lahir forammen ovale menutup & ductus arteriosus botalli mengalami kemunduran jd jaringan pengikat =ligamentum arteriosum. Dihepar darah dtang dr plasenta mengandung 02 melalui vena umbilikalis,sbgian melalui jln pintas =Duktus venosus Arrantti-vena kava inferior-serambi kanan.setelah bayi lahir ductus venosus arrantii mengalami kemunduran jd jaringan pengikat =ligamentum venosum.
Perubahan2 peredaran darah stlah bayi dilahirkan:1. Menutupnya foramen ovale 2.Duktus Arteriosus Botalli degenerasi ligamentum arteriosum 3. Duktus venosus Arrantii degenerasi ligamentum venosum 4. vena umbilikalis degenerasi ligamentum teres hepatis 5. arteri umbilikalis degenerasi ligamentum umbilikalis lateral
DARAH: Cairan yg beredar dlm pembuluh darah krn kekuatan jantung. (55% plasma, 45% sel2 darah). Plasma darah : 1.air, 2.garam2 mineral, 3.Protein plasma, 4.bahan2 makanan, 5.gas2=O2,CO2,nitrogen, 6. bahan2 sisa pembakaran= urea, asam urat,kreatinin 7.antibodi & antitoksin, 8.hormon2, 9.enzim2.
Serum=plasma darah tanpa fibrinogen, agar darah tdk membeku =anti koagulan
SEL-SEL DARAH:
Eritrosit: sel darah merah, Hemoglobin: pigmen darah yg merupakan sejenis protein istimewa.(pertama ERITROBLAS-NORMOBLAS-RETIKULOSIT)
Lekosit: sel darah putih (Lekosit meningkat=lekositosis,Mengurang=lekopeni)
Lekemia: kurang dr 100.000/mm3
Trombosit: bentuk lbh kecil dr eritrosit guna pembekuan darah, trombositopenia= tubuh kurang trombosit/kurang dr normal 200000-400000/mm3.
FUNGSI DARAH
1.mengambil O2 waktu inspirasi,mengambil CO2 waktu ekspirasi
2.membawa sari makanan 3. membawa zat2 sampah dr sel2 jaringan 4. membw hormon2 dr klenjr endokrin ke jaringan 5.mengatur/mempertahankan keseimbangan air 6.mengatur suhu badan 7. ikut dlm pertahanan terhadap penyakit.
Golongan darah: Menurut DR.LANDSTEINER gol A,B,AB & O (sistem ABO)
Bhwa didlm eritrosit terdpt AGLUTINOGEN sdngkn plasma terdpt AGLUTI NIN.
I.Gol A=erit(aglutinogen A)plasma(aglutinin B)
II..Gol B =erit aglutinogen B0plasma(aglutinin A)
II.Gol AB =erit(aglutinogen A &B)plasma(aglutinin NOL)
IV.Gol O =erit(aglutinogen NOL)plasma(aglutinin A & B)
GOL AB dinamakan RESIPIEN UNIVERSAL
Gol O dinamakan DONOR UNIVERSAL
ERITROBLASTOSIS FETALIS: adanya zat anti bodi terhadap Rh+ didlm darah seorang ibu yg sdng hamil dpt menyebabkan penyakit menimbulkan kematian pada bayi yg baru dilahirkan.
Sistem Pencernaan pada Manusia
Saluran pencernaan pada manusia terdiri dari :
1. mulut (cavum oris) dan faring,
2. kerongkongan (esophagus),
3. lambung (ventriculus),
4. usus halus (intestinum),
5. usus besar (colon),
6. rectum dan
7. muara pelepasan (anus).
Saluran pencernaan dilapisi oleh lendir di permukaan dindingnya.
1. Mulut (cavum oris) dan faring
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
a.Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b..Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c..Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulu serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
Kuncup pengecap di lidah disebut papilla. Daerah lidah yang peka terhadap rasa manis terletak di bagian ujung lidah, peka asam dan asin di pinggir lidah serta yang peka terhadap rasa pahit terletak di pangkal lidah. Saliva atau air ludah yang dihasilkan oleh kelenjar ludah, berfungsi untuk melunakkan makanan serta membantu dalam menelan makanan. Saliva mengandung enzim ptialin. Makanan dari rongga mulut menuju ke kerongkongan melalui faring. Faring berupa saluran memanjang di belakang rongga mulut. Pada pangkal faring terdapat epiglotis, untuk menutup saluran pernapasan pada saat menelan makanan.
2. Kerongkongan (esophagus)
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung
3. Lambung (ventriculus)
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
• Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
• Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
• Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
• Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
4. Usus halus (intestinum)
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
• Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
• Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
• Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
• Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
• Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
• Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
• Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
• Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
• Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
• Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
• Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
• Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
• Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal
PROSES PENCERNAAN MAKANAN
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.
b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.
5. Usus besar (colon)
Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :
a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
Gangguan Sistem Pencernaan
• Apendikitis-Radang usus buntu.
• Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag-”Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu dan umbai cacing (appendiks). Belum diketahui fungsi utama appendiks. Usus besar memiliki ukuran yang lebih pendek dari pada usus halus, tetapi memiliki diameter lebih lebar sampai 3X usus halus (mencapai 7 cm). Pada usus besar terjadi penyerapan garam-garam mineral dari sisa makanan serta penyerapan air (reabsorbsi) dalam jumlah tertentu. Apabila sisa makanan kekurangan air, maka air dilepaskan kembali. Di alam usus besar terdapat banyak mikroorganisme yang membantu membusukkan sisa makanan, seperti Escherichia coli. Sisa makanan yang telah
busuk ini disebut faeces. Colon terdiri dari colon ascendens (naik), colon transcendens (mendatar) dan colon menurun.
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.
Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.
1. mulut (cavum oris) dan faring,
2. kerongkongan (esophagus),
3. lambung (ventriculus),
4. usus halus (intestinum),
5. usus besar (colon),
6. rectum dan
7. muara pelepasan (anus).
Saluran pencernaan dilapisi oleh lendir di permukaan dindingnya.
1. Mulut (cavum oris) dan faring
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
a.Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b..Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c..Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulu serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
Kuncup pengecap di lidah disebut papilla. Daerah lidah yang peka terhadap rasa manis terletak di bagian ujung lidah, peka asam dan asin di pinggir lidah serta yang peka terhadap rasa pahit terletak di pangkal lidah. Saliva atau air ludah yang dihasilkan oleh kelenjar ludah, berfungsi untuk melunakkan makanan serta membantu dalam menelan makanan. Saliva mengandung enzim ptialin. Makanan dari rongga mulut menuju ke kerongkongan melalui faring. Faring berupa saluran memanjang di belakang rongga mulut. Pada pangkal faring terdapat epiglotis, untuk menutup saluran pernapasan pada saat menelan makanan.
2. Kerongkongan (esophagus)
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung
3. Lambung (ventriculus)
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
• Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
• Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
• Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
• Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
4. Usus halus (intestinum)
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
• Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
• Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
• Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
• Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
• Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
• Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
• Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
• Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
• Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
• Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
• Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
• Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
• Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal
PROSES PENCERNAAN MAKANAN
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.
b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.
5. Usus besar (colon)
Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :
a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
Gangguan Sistem Pencernaan
• Apendikitis-Radang usus buntu.
• Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag-”Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu dan umbai cacing (appendiks). Belum diketahui fungsi utama appendiks. Usus besar memiliki ukuran yang lebih pendek dari pada usus halus, tetapi memiliki diameter lebih lebar sampai 3X usus halus (mencapai 7 cm). Pada usus besar terjadi penyerapan garam-garam mineral dari sisa makanan serta penyerapan air (reabsorbsi) dalam jumlah tertentu. Apabila sisa makanan kekurangan air, maka air dilepaskan kembali. Di alam usus besar terdapat banyak mikroorganisme yang membantu membusukkan sisa makanan, seperti Escherichia coli. Sisa makanan yang telah
busuk ini disebut faeces. Colon terdiri dari colon ascendens (naik), colon transcendens (mendatar) dan colon menurun.
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.
Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.
Pertolongan Persalinan oleh NAKES
Pertolongan persalinan oleh nakes yaitu :
Untuk dapat menurunkan angka kematian ibu di Indonesia, Departemen Kesehatan melakukan strategi agar semua asuhan antenatal dan sekitar 60 % dari keseluruhan persalinan dilayani oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Strategi ini dilaksanakan untuk dapat mengenali dan menanggulangi gangguan kehamilan dan persalinan sedini mungkin.
Tingginya Angka Kematian Ibu ( AKI ) di Indonesia yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup ( WHO 2002 ) tertinggi di Asean, menempatkan upaya penurunan aki sebagai program prioritas. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan pre eklampsi. Dan untuk mencegah adanya komplikasi obstetric,serta memastikan bahwa komplikasi terdeteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai maka bidan harus kompeten dalam mengidentifikasi adanya tanda-tanda bahaya terutama pada kehamilan.
Definisi persalinan
Persalinan biasa atau normal ( EUTOSIA) adalah proses kelahiran janin pada kehamilan cukup bulan (aterm, 40 minggu), pada janin letak memanjang dan presentasi belakang kepala, yang susut dengan pengeluaran plasenta, dan seluruh proses kelahiran dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tindakan/pertolongan buatan dan tanpa komplikasi
PARTUS NORMAL ATAU PARTUS SPONTAN
bila bayi lahir dengan presentasi letak belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi , umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam
Tujuan asuhan Persalinan normal oleh nakes:
Menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegerasi dan lengkap tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal).
Bidan, sebagai tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada ibu hamil harus dapat mengenali dan menanggulangi tanda bahaya kehamilan dan persalinan sedini mungkin. Karena jika hal ini dibiarkan lebih lanjut maka dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin.
Tanda bahaya kehamilan tersebut antara lain:
• Perdarahan pervaginam
• Sakit kepala yang hebat
• Penglihatan kabur
• Bengkak pada wajah, kaki dan jari-jari tangan
• Gerak janin berkurang
• Nyeri perut hebat
Perdarahan pervaginam
Perdarahan pervaginam dapat terjadi setiap saat pada masa hamil,Perdarahan pada masa kehamilan dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
• Perdarahan pada masa kehamilan muda
Yaitu perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu.
Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan
kehamilan, dapat berupa:
• abortus,
• kehamilan mola,
• kehamilan ektopik.
• Perdarahan pada masa kehamilan lanjut
Yaitu perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi lahir
Perdarahan setelah usia kehamilan 22 minggu biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya. Perdarahan ante partum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, Perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut, dua kondisi yang mengancam jiwa adalah
• plasenta previa
• solutio plasenta.
Kelainan lain ialah perdarahan yang bersumber dari kelainan serviks dan vagina. Kelainan-kelainan yang mungkin tampak ialah erosi porsionis uteri, polip cerviks uteri, varises vulva dan trauma.
Sakit Kepala yang Hebat
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia
Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah:
1. sakit kepala hebat
2. sakit kepala yang menetap dan
3. tidak hilang dengan istirahat.
Kadang–kadang, dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat disebabkan karena terjadinya edema pada otak dan meningkatnya resistensi otak yang mempengaruhi Sistem Saraf Pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.
Penglihatan Kabur
perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsi.
Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot) , berkunag-kunang.
Bengkak pada wajah,kaki dan tangan
Edema ialah penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh, dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka
Edema bisa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain : jika muncul pada muka dan tangan
bengkak tidak hilang setelah beristirahat
bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti : sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia
Gerakan Janin Berkurang
Gerak janin pertama inutero yang dapat dirasakan ibu disebut quickening, ini terjadi pada usia kehamilan 18 – 20 minggu pada wanita yang baru pertama kali hamil dan antara minggu ke 16 – 18 pada wanita yang mengandung bayi berikutnya.
Nyeri Perut yg Hebat
Seorang wanita hamil Keluhan nyeri perut dapat merupakan gejala penyakit atau komplikasi yang fatal. Keadaan ini dapat terjadi pada kehamilan muda yaitu pada usia kehamilan kurang 22 minggu ataupun pada kehamilan lanjut yaitu pada usia kehamilan lebih 22 minggu.
Selama masa hamil nyeri perut hebat dapat menunjukkan:
• Kehamilan ektopik
• Preeklampsi,
• Persalinan premature,
• Solution plasenta.
• Abortus
• Ruptura uteri imminens
Untuk dapat menurunkan angka kematian ibu di Indonesia, Departemen Kesehatan melakukan strategi agar semua asuhan antenatal dan sekitar 60 % dari keseluruhan persalinan dilayani oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Strategi ini dilaksanakan untuk dapat mengenali dan menanggulangi gangguan kehamilan dan persalinan sedini mungkin.
Tingginya Angka Kematian Ibu ( AKI ) di Indonesia yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup ( WHO 2002 ) tertinggi di Asean, menempatkan upaya penurunan aki sebagai program prioritas. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan pre eklampsi. Dan untuk mencegah adanya komplikasi obstetric,serta memastikan bahwa komplikasi terdeteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai maka bidan harus kompeten dalam mengidentifikasi adanya tanda-tanda bahaya terutama pada kehamilan.
Definisi persalinan
Persalinan biasa atau normal ( EUTOSIA) adalah proses kelahiran janin pada kehamilan cukup bulan (aterm, 40 minggu), pada janin letak memanjang dan presentasi belakang kepala, yang susut dengan pengeluaran plasenta, dan seluruh proses kelahiran dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tindakan/pertolongan buatan dan tanpa komplikasi
PARTUS NORMAL ATAU PARTUS SPONTAN
bila bayi lahir dengan presentasi letak belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi , umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam
Tujuan asuhan Persalinan normal oleh nakes:
Menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegerasi dan lengkap tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal).
Bidan, sebagai tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada ibu hamil harus dapat mengenali dan menanggulangi tanda bahaya kehamilan dan persalinan sedini mungkin. Karena jika hal ini dibiarkan lebih lanjut maka dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin.
Tanda bahaya kehamilan tersebut antara lain:
• Perdarahan pervaginam
• Sakit kepala yang hebat
• Penglihatan kabur
• Bengkak pada wajah, kaki dan jari-jari tangan
• Gerak janin berkurang
• Nyeri perut hebat
Perdarahan pervaginam
Perdarahan pervaginam dapat terjadi setiap saat pada masa hamil,Perdarahan pada masa kehamilan dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
• Perdarahan pada masa kehamilan muda
Yaitu perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu.
Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan
kehamilan, dapat berupa:
• abortus,
• kehamilan mola,
• kehamilan ektopik.
• Perdarahan pada masa kehamilan lanjut
Yaitu perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi lahir
Perdarahan setelah usia kehamilan 22 minggu biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya. Perdarahan ante partum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, Perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut, dua kondisi yang mengancam jiwa adalah
• plasenta previa
• solutio plasenta.
Kelainan lain ialah perdarahan yang bersumber dari kelainan serviks dan vagina. Kelainan-kelainan yang mungkin tampak ialah erosi porsionis uteri, polip cerviks uteri, varises vulva dan trauma.
Sakit Kepala yang Hebat
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia
Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah:
1. sakit kepala hebat
2. sakit kepala yang menetap dan
3. tidak hilang dengan istirahat.
Kadang–kadang, dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat disebabkan karena terjadinya edema pada otak dan meningkatnya resistensi otak yang mempengaruhi Sistem Saraf Pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.
Penglihatan Kabur
perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsi.
Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot) , berkunag-kunang.
Bengkak pada wajah,kaki dan tangan
Edema ialah penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh, dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka
Edema bisa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain : jika muncul pada muka dan tangan
bengkak tidak hilang setelah beristirahat
bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti : sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia
Gerakan Janin Berkurang
Gerak janin pertama inutero yang dapat dirasakan ibu disebut quickening, ini terjadi pada usia kehamilan 18 – 20 minggu pada wanita yang baru pertama kali hamil dan antara minggu ke 16 – 18 pada wanita yang mengandung bayi berikutnya.
Nyeri Perut yg Hebat
Seorang wanita hamil Keluhan nyeri perut dapat merupakan gejala penyakit atau komplikasi yang fatal. Keadaan ini dapat terjadi pada kehamilan muda yaitu pada usia kehamilan kurang 22 minggu ataupun pada kehamilan lanjut yaitu pada usia kehamilan lebih 22 minggu.
Selama masa hamil nyeri perut hebat dapat menunjukkan:
• Kehamilan ektopik
• Preeklampsi,
• Persalinan premature,
• Solution plasenta.
• Abortus
• Ruptura uteri imminens
Pelayanan KB Melakukan Pelayanan Kontraspsi Berbagai Metode Kontrasepsi Suntikan Depo Progestin dan pil KB
PENDAHULUAN
SETIAP tahun, lebih dari 600.000 wanita di dunia meninggal akibat komplikasi kehamilan saat melahirkan. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, (1996), 99% kematian itu terjadi di negeri berkembang. Dalam jangka waktu yang sama, tak kurang dari 50 juta aborsi akibat kehamilan tak diinginkan terjadi di muka bumi ini.
Kontrasepsi kemudian dijadikan ”katup pengaman” untuk menekan angka-angka yang mengerikan itu. Di Afrika tercatat, sekitar 82% penduduknya tak berkontrasepsi. Di Asia Tenggara, Selatan, dan Barat, hanya 43% yang sadar kontrasepsi. Negeri maju di Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, selangkah lebih sadar: hanya seperlima warganya yang menolak kontrasepsi.
Peranti kontrasepsi pun dikembangkan dalam berbagai varian. Mulai yang sederhana seperti kondom, diafragma, tablet, dan intraveg –atau dikenal dengan tisu keluarga berencana (KB). Masih ada rupa-rupa pilihan: suntik, intrauterine device (IUD), sterilisasi wanita (tubektomi), sterilisasi pria (vasektomi), bahkan susuk.
Dari ”daftar” tersebut tampaklah ketimpangan: sebagian besar ”pemandul” itu disasarkan pada kaum perempuan. Di Indonesia, yang paling diminati ternyata suntik KB. Alasannya: praktis. Tak seperti pil, yang harus dikomsumsi setiap hari pada jam yang tetap. Hormon progesteron yang disuntikkan mampu mencegah lepasnya sel telur dari indung telur.
Suntikan progestin dirintis oleh Karl Junkmann, pada 1953. Empat tahun kemudian Junkmann dan timnya mengembangkan suntikan norethindrone enanthate (NET-EN), dengan menyosialisasikannya klinik-klinik. Kini suntikan itu beredar dengan merek dagang Noristerat, dan dipakai di sekitar 40 negara.
Ada juga suntikan jenis lain, depo medroxy-progesterone asetat (DMPA), yang dikembangkan Upjohn Company, Amerika Serikat, sejak 1963. Suntikan jenis ini bebas estrogen. Ketika itu, Upjohn mengetahui, estrogen membawa efek samping seperti mual, muntah, dan pembekuan darah pada pemakaian kontrasepsi hormonal.
Penelitian pada 1970-an membuktikan, progestin juga bisa menimbulkan benjolan pada payudara. Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, hanya merekomendasikan pemakaian DMPA bagi wanita yang telah mengalami kegagalan kontrasepsi lain. Meski begitu, DMPA kini tetap dipakai di sekitar 90 negara.
Bagi akseptor suntik, efek samping yang dirasakan adalah gangguan pola haid. Misalnya, menstruasi tak lagi terjadi setiap bulan. Ada juga gangguan pendarahan dari liang sanggama. Namun, pendarahan hebat sangat jarang terjadi. Akseptor yang menghentikan suntikannya akan terganggu kesuburannya empat sampai lima bulan ke depan.
Efek lainnya adalah naiknya berat badan, satu sampai lima kilogram. Keluhan lain: munculnya jerawat, perubahan libido, gangguan sakit kepala, dan rasa nyeri pada daerah suntikan. Namun, ada keuntungan lain, misalnya naiknya kadar Hb –yang bisa mencegah anemia. Dengan DMPA, hanya 1 per 100 wanita yang mengalami kehamilan.
Di Indonesia, menurut penelitian The National Social and Economic Survey (1997-1998), akseptor suntik mencapai 21,1% dari total jumlah akseptor KB. Yang populer dipakai adalah Depo Provera 150 mg, Noristerat 200 mg, Depo Progestrin 150 mg, dan Depo Geston 150 mg. Posisi ketiga setelah penggunaan pil dan suntik adalah IUD.
POKOK MATERI
1. Pengertian dan efektifitas KB suntik dan pil
2. Jenis dan cara kerja KB suntik dan pil
3. Keuntungan dan efek samping KB suntik dan pil
4. Indikasi dan kontra indikasi KB suntik dan pil
URAIAN ISI
A. Pengertian :
Kontrasepsi adalah suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yang bertujuan untuk menjarangkan kehamilan, merencanakan jumlah anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar keluarga dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada anak.
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman
KB Depo progestin adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks dan membuat endometrium tidak layak untuk tempat implantasi ovum yang telah dibuahi. Efektifitasnya tinggi dengan angka kegagalan 1/100 akseptor per tahun, asal penyuntikannya dilakkan secara teratur sesuai jadwal dengan cara penyuntikan intra muskuler{IM} didaerah bokong.
B. Jenis-Jenis Kontrasepsi Suntikan
1.Suntikan / bulan ; contoh : cyclofem
2.Suntikan / 3 bulan ; contoh : Depoprovera, Depogeston
C. Cara Kerja Kontrasepsi Suntikan
- Menghalangi ovulasi (masa subur)
- Mengubah lendir serviks (vagina) menjadi kental
- Menghambat sperma & menimbulkan perubahan pada rahim
- Mencegah terjadinya pertemuan sel telur & sperma
- Mengubah kecepatan transportasi sel telur
D. Keuntungan Dan Efek Samping Suntikan
Keuntungan :
- Efektifitasnya tinggi
- Cara pemberiannya sederhana
- Cukup aman
- Kesuburan dapat kembali
- Cocok bagi ibu-ibu yang sedang menyusui
- Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
- Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
- Menurunkan krisis anemia bulan sabit
Efek samping :
- Gangguan haid
- Mual, sakit kepala, penambahan berat badan
- Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, nervositas, jerawat.
E. Indikasi Kontrsepsi Suntikan
- Usia reproduksi
- Nulipara dan yang telah memiliki anak
- Setelah abortus dan perokok
- Anemia defesiensi besi
- Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen
- Menggunakan obat epilepsy atau tuberkulosis
F. Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntikan
- Hamil atau dicurigai hamil
- Perdarahan yang belum jelas penyebabnya
- Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama amenorea
- Menderita kangker payudara atau riwayat kanker payudara
-Diabetes militus disertai komplikasis
Definisi
Pil KB terpadu : mengandung estrogen dan progestin, bila anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, anda akan terlindung dari kehamilan yang tak dikehendaki selama seluruh waktu siklus bulanan anda.
- Keuntungan (Profil)
Efektif dan reversibel.
Harus diminum setiap hari.
Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan pendarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang.
Efek samping serius sangat jarang terjadi.
Dapat dipakai oleh semua Ibu usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak maupun belum.
Dapat mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil.
Tidak dianjurkan pada Ibu yang menyusui.
Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.
- Jenis
Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
Tiifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
- Cara Kerja
Menekan ovulasi.
Mencegah implantasi.
Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma.
Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.
- Manfaat
Memiliki efektivitas yang tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan).
Risiko terhadap kesehatan sangat kecil.
Tidak mengganggu hubungan seksual.
Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid.
Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakan-nya untuk mencegah kehamilan.
Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause.
Mudah dihentikan setiap saat.
Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan.
Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
Membantu mencegah:
- kehamilan ektopik,
- kanker ovarium,
- kanker endometrium,
- kista ovarium,
- penyakit radang panggul,
- kelainan jinak pada payudara,
- dismenore, atau
- akne.
- Keterbatasan
Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari.
Mual, terutama pada 3 bulan pertama.
Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama.
Pusing.
Nyeri payudara.
Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan justeru memiliki dampak positif.
Berhenti haid (amenorea), jarang pada pil kombinasi.
Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI).
Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang.
Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga risiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada perempuan usia > 35 tahun dan merokok perlu hati-hati.
Tidak mencegah IMS (Infeksi Menular Seksual), HBV, HIV/AIDS.
- Yang tidak boleh menggunakan pil kombinasi
Pada prinsipnya hampir semua Ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti:
Usia reproduksi.
Telah memiliki anak atau pun yang belum memiliki anak.
Gemuk atau kurus.
Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi.
Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan ASI eksklusif, sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi Ibu tersebut.
Pascakeguguran.
Anemia karena haid berlebihan.
Nyeri haid hebat.
Siklus haid tidak teratur.
Riwayat kehamilan ektopik.
Kelainan payudara jinak.
Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata, dan saraf.
Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor ovarium jinak.
Menderita tuberkulosis (kecuali yang sedang menggunakan rifampisin).
Varises vena.
- Waktu mulai menggunakan pil kombinasi
Hamil atau dicurigai hamil.
Menyusui eksklusif.
Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya.
Penyakit hati akut (hepatitis).
Perokok dengan usia > 35 tahun.
Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180/110 mm Hg.
Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20 tahun.
Kanker payudara atau dicurigai kanker payudara.
Migrain dan gejala neurologik fokal (epilepsi/riwayat epilepsi).
Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari.
- Instruksi Kepada Klien
Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari.
Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid.
Sangat dianjurkan penggunaannya pada hari pertama haid.
Beberapa paket pil mempunyai 28 pil, yang lain 21 pil. Bila paket 28 pil habis, sebaiknya anda mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket 21 habis, sebaiknya tunggu 1 minggu baru kemudian mulai minum pil dari paket yang baru.
Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, ambillah pil yang lain, atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain.
Bila terjadi muntah hebat, atau diare lebih dari 24 jam, maka bila keadaan memungkinkan dan tidak memperburuk keadaan Anda, pil dapat diteruskan.
Bila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih, cara penggunaan pil mengikuti cara menggunakan pil lupa.
- Informasi lain yang perlu disampaikan
Pada permulaan penggunaan pil kadang-kadang timbul mual, pening atau sakit kepala, nyeri payudara, serta perdarahan bercak (spotting) yang bisa hilang sendiri. Kelainan seperti ini muncul terutama pada 3 bulan pertama penggunaan pil, dan makin lama penggunaannya kelainan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Cobalah minum pil pada saat hendak tidur atau pada saat makan malam. Bila tetap saja muncul keluhan, silakan berkonsultasi kembali ke dokter.
Beberapa jenis obat dapat mengurangi efektivitas pit, seperti rifampisin, fenitoin (Dilantin), harbiturat, griseofulvin, trisiklik antidepresan, ampisilin, dan penisilin, tetrasiklin. Klien yang memakai ohat-obatan di atas untuk jangka panjang sebaiknya menggunakan pil kombinasi dengan dosis etinilestradiol 50 µg atau dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi yang lain.
KESIMPULAN
Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencengah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha tersebut dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :
Dapat dipercaya
Tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan
Tidak mempengaruhi coitus
Mudah penggunaannya
Harga alat kontrasepsi terjangkau
Materi pemberian suntikan depo progestin ini sangat penting dipelajari karena dapat menekan angka kematian wanita di dunia akibat komplikasi kehamilan saat melahirkan.
KB Depo progestin adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks dan membuat endometrium tidak layak untuk tempat implantasi ovum yang telah dibuahi. Efektifitasnya tinggi dengan angka kegagalan 1/100 akseptor per tahun, asal penyuntikannya dilakkan secara teratur sesuai jadwal dengan cara penyuntikan intra muskuler{IM} didaerah bokong.
Pil KB terpadu : mengandung estrogen dan progestin, bila anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, anda akan terlindung dari kehamilan yang tak dikehendaki selama seluruh waktu siklus bulanan anda.
SETIAP tahun, lebih dari 600.000 wanita di dunia meninggal akibat komplikasi kehamilan saat melahirkan. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, (1996), 99% kematian itu terjadi di negeri berkembang. Dalam jangka waktu yang sama, tak kurang dari 50 juta aborsi akibat kehamilan tak diinginkan terjadi di muka bumi ini.
Kontrasepsi kemudian dijadikan ”katup pengaman” untuk menekan angka-angka yang mengerikan itu. Di Afrika tercatat, sekitar 82% penduduknya tak berkontrasepsi. Di Asia Tenggara, Selatan, dan Barat, hanya 43% yang sadar kontrasepsi. Negeri maju di Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, selangkah lebih sadar: hanya seperlima warganya yang menolak kontrasepsi.
Peranti kontrasepsi pun dikembangkan dalam berbagai varian. Mulai yang sederhana seperti kondom, diafragma, tablet, dan intraveg –atau dikenal dengan tisu keluarga berencana (KB). Masih ada rupa-rupa pilihan: suntik, intrauterine device (IUD), sterilisasi wanita (tubektomi), sterilisasi pria (vasektomi), bahkan susuk.
Dari ”daftar” tersebut tampaklah ketimpangan: sebagian besar ”pemandul” itu disasarkan pada kaum perempuan. Di Indonesia, yang paling diminati ternyata suntik KB. Alasannya: praktis. Tak seperti pil, yang harus dikomsumsi setiap hari pada jam yang tetap. Hormon progesteron yang disuntikkan mampu mencegah lepasnya sel telur dari indung telur.
Suntikan progestin dirintis oleh Karl Junkmann, pada 1953. Empat tahun kemudian Junkmann dan timnya mengembangkan suntikan norethindrone enanthate (NET-EN), dengan menyosialisasikannya klinik-klinik. Kini suntikan itu beredar dengan merek dagang Noristerat, dan dipakai di sekitar 40 negara.
Ada juga suntikan jenis lain, depo medroxy-progesterone asetat (DMPA), yang dikembangkan Upjohn Company, Amerika Serikat, sejak 1963. Suntikan jenis ini bebas estrogen. Ketika itu, Upjohn mengetahui, estrogen membawa efek samping seperti mual, muntah, dan pembekuan darah pada pemakaian kontrasepsi hormonal.
Penelitian pada 1970-an membuktikan, progestin juga bisa menimbulkan benjolan pada payudara. Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, hanya merekomendasikan pemakaian DMPA bagi wanita yang telah mengalami kegagalan kontrasepsi lain. Meski begitu, DMPA kini tetap dipakai di sekitar 90 negara.
Bagi akseptor suntik, efek samping yang dirasakan adalah gangguan pola haid. Misalnya, menstruasi tak lagi terjadi setiap bulan. Ada juga gangguan pendarahan dari liang sanggama. Namun, pendarahan hebat sangat jarang terjadi. Akseptor yang menghentikan suntikannya akan terganggu kesuburannya empat sampai lima bulan ke depan.
Efek lainnya adalah naiknya berat badan, satu sampai lima kilogram. Keluhan lain: munculnya jerawat, perubahan libido, gangguan sakit kepala, dan rasa nyeri pada daerah suntikan. Namun, ada keuntungan lain, misalnya naiknya kadar Hb –yang bisa mencegah anemia. Dengan DMPA, hanya 1 per 100 wanita yang mengalami kehamilan.
Di Indonesia, menurut penelitian The National Social and Economic Survey (1997-1998), akseptor suntik mencapai 21,1% dari total jumlah akseptor KB. Yang populer dipakai adalah Depo Provera 150 mg, Noristerat 200 mg, Depo Progestrin 150 mg, dan Depo Geston 150 mg. Posisi ketiga setelah penggunaan pil dan suntik adalah IUD.
POKOK MATERI
1. Pengertian dan efektifitas KB suntik dan pil
2. Jenis dan cara kerja KB suntik dan pil
3. Keuntungan dan efek samping KB suntik dan pil
4. Indikasi dan kontra indikasi KB suntik dan pil
URAIAN ISI
A. Pengertian :
Kontrasepsi adalah suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yang bertujuan untuk menjarangkan kehamilan, merencanakan jumlah anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar keluarga dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada anak.
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman
KB Depo progestin adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks dan membuat endometrium tidak layak untuk tempat implantasi ovum yang telah dibuahi. Efektifitasnya tinggi dengan angka kegagalan 1/100 akseptor per tahun, asal penyuntikannya dilakkan secara teratur sesuai jadwal dengan cara penyuntikan intra muskuler{IM} didaerah bokong.
B. Jenis-Jenis Kontrasepsi Suntikan
1.Suntikan / bulan ; contoh : cyclofem
2.Suntikan / 3 bulan ; contoh : Depoprovera, Depogeston
C. Cara Kerja Kontrasepsi Suntikan
- Menghalangi ovulasi (masa subur)
- Mengubah lendir serviks (vagina) menjadi kental
- Menghambat sperma & menimbulkan perubahan pada rahim
- Mencegah terjadinya pertemuan sel telur & sperma
- Mengubah kecepatan transportasi sel telur
D. Keuntungan Dan Efek Samping Suntikan
Keuntungan :
- Efektifitasnya tinggi
- Cara pemberiannya sederhana
- Cukup aman
- Kesuburan dapat kembali
- Cocok bagi ibu-ibu yang sedang menyusui
- Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
- Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
- Menurunkan krisis anemia bulan sabit
Efek samping :
- Gangguan haid
- Mual, sakit kepala, penambahan berat badan
- Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, nervositas, jerawat.
E. Indikasi Kontrsepsi Suntikan
- Usia reproduksi
- Nulipara dan yang telah memiliki anak
- Setelah abortus dan perokok
- Anemia defesiensi besi
- Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen
- Menggunakan obat epilepsy atau tuberkulosis
F. Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntikan
- Hamil atau dicurigai hamil
- Perdarahan yang belum jelas penyebabnya
- Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama amenorea
- Menderita kangker payudara atau riwayat kanker payudara
-Diabetes militus disertai komplikasis
Definisi
Pil KB terpadu : mengandung estrogen dan progestin, bila anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, anda akan terlindung dari kehamilan yang tak dikehendaki selama seluruh waktu siklus bulanan anda.
- Keuntungan (Profil)
Efektif dan reversibel.
Harus diminum setiap hari.
Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan pendarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang.
Efek samping serius sangat jarang terjadi.
Dapat dipakai oleh semua Ibu usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak maupun belum.
Dapat mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil.
Tidak dianjurkan pada Ibu yang menyusui.
Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.
- Jenis
Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
Tiifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
- Cara Kerja
Menekan ovulasi.
Mencegah implantasi.
Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma.
Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.
- Manfaat
Memiliki efektivitas yang tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan).
Risiko terhadap kesehatan sangat kecil.
Tidak mengganggu hubungan seksual.
Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid.
Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakan-nya untuk mencegah kehamilan.
Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause.
Mudah dihentikan setiap saat.
Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan.
Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
Membantu mencegah:
- kehamilan ektopik,
- kanker ovarium,
- kanker endometrium,
- kista ovarium,
- penyakit radang panggul,
- kelainan jinak pada payudara,
- dismenore, atau
- akne.
- Keterbatasan
Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari.
Mual, terutama pada 3 bulan pertama.
Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama.
Pusing.
Nyeri payudara.
Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan justeru memiliki dampak positif.
Berhenti haid (amenorea), jarang pada pil kombinasi.
Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI).
Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang.
Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga risiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada perempuan usia > 35 tahun dan merokok perlu hati-hati.
Tidak mencegah IMS (Infeksi Menular Seksual), HBV, HIV/AIDS.
- Yang tidak boleh menggunakan pil kombinasi
Pada prinsipnya hampir semua Ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti:
Usia reproduksi.
Telah memiliki anak atau pun yang belum memiliki anak.
Gemuk atau kurus.
Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi.
Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan ASI eksklusif, sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi Ibu tersebut.
Pascakeguguran.
Anemia karena haid berlebihan.
Nyeri haid hebat.
Siklus haid tidak teratur.
Riwayat kehamilan ektopik.
Kelainan payudara jinak.
Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata, dan saraf.
Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor ovarium jinak.
Menderita tuberkulosis (kecuali yang sedang menggunakan rifampisin).
Varises vena.
- Waktu mulai menggunakan pil kombinasi
Hamil atau dicurigai hamil.
Menyusui eksklusif.
Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya.
Penyakit hati akut (hepatitis).
Perokok dengan usia > 35 tahun.
Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180/110 mm Hg.
Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20 tahun.
Kanker payudara atau dicurigai kanker payudara.
Migrain dan gejala neurologik fokal (epilepsi/riwayat epilepsi).
Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari.
- Instruksi Kepada Klien
Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari.
Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid.
Sangat dianjurkan penggunaannya pada hari pertama haid.
Beberapa paket pil mempunyai 28 pil, yang lain 21 pil. Bila paket 28 pil habis, sebaiknya anda mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket 21 habis, sebaiknya tunggu 1 minggu baru kemudian mulai minum pil dari paket yang baru.
Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, ambillah pil yang lain, atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain.
Bila terjadi muntah hebat, atau diare lebih dari 24 jam, maka bila keadaan memungkinkan dan tidak memperburuk keadaan Anda, pil dapat diteruskan.
Bila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih, cara penggunaan pil mengikuti cara menggunakan pil lupa.
- Informasi lain yang perlu disampaikan
Pada permulaan penggunaan pil kadang-kadang timbul mual, pening atau sakit kepala, nyeri payudara, serta perdarahan bercak (spotting) yang bisa hilang sendiri. Kelainan seperti ini muncul terutama pada 3 bulan pertama penggunaan pil, dan makin lama penggunaannya kelainan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Cobalah minum pil pada saat hendak tidur atau pada saat makan malam. Bila tetap saja muncul keluhan, silakan berkonsultasi kembali ke dokter.
Beberapa jenis obat dapat mengurangi efektivitas pit, seperti rifampisin, fenitoin (Dilantin), harbiturat, griseofulvin, trisiklik antidepresan, ampisilin, dan penisilin, tetrasiklin. Klien yang memakai ohat-obatan di atas untuk jangka panjang sebaiknya menggunakan pil kombinasi dengan dosis etinilestradiol 50 µg atau dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi yang lain.
KESIMPULAN
Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencengah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha tersebut dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :
Dapat dipercaya
Tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan
Tidak mempengaruhi coitus
Mudah penggunaannya
Harga alat kontrasepsi terjangkau
Materi pemberian suntikan depo progestin ini sangat penting dipelajari karena dapat menekan angka kematian wanita di dunia akibat komplikasi kehamilan saat melahirkan.
KB Depo progestin adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks dan membuat endometrium tidak layak untuk tempat implantasi ovum yang telah dibuahi. Efektifitasnya tinggi dengan angka kegagalan 1/100 akseptor per tahun, asal penyuntikannya dilakkan secara teratur sesuai jadwal dengan cara penyuntikan intra muskuler{IM} didaerah bokong.
Pil KB terpadu : mengandung estrogen dan progestin, bila anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, anda akan terlindung dari kehamilan yang tak dikehendaki selama seluruh waktu siklus bulanan anda.
Keluarga Berencana
Pendahuluan
Di indonesia keluarga berencana mulai dikenal pada tahun 1953 pada waktu itu sekelompok ahli kesehatan, kebidanan dan tokoh masyarakat mulai membantu masyarakat, untuk menggunakan alat kontrasepsi. Namun demikian di indonesia pemilihan cara kontrasepsi tentu saja yang mempunyai efektivitas tinggi, aman, murah dan praktis. Sayangnya sampai saat ini belum ada kontrasepsi yang sempurna dan sangat ideal bagi semua pihak, untuk itu perlu di kemukakan sekali lagi memilih salah satu cara kontrasepsi bagaimanapun jauh lebih baik daripada tidak memakai kontrasepsi sama sekali.
URAIAN MATERI
Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencengah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha tersebut dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :
1. Dapat dipercaya
2. Tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan
3. Tidak mempengaruhi coitus
4. Mudah penggunaannya
5. Harga alat kontrasepsi terjangkau
Dalam kontrasepsi perlu adanya konseling Untuk menjelaskan :
1. Keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi
2. Efek samping
3. Cara pengukuran mengunakan alkon sederhana
1. Kontrasepsi Metode Sederhana
A. Tanpa Alat
Metode Kalender
KB sistem kalender ini adalah” usaha untuk mengatur kehamilan dengan menghindari hubungan badan selama masa subur seorang wanita. Sebab pembuahan memang hanya terjadi pada saat masa subur, atau lebih tepatnya 12-24 jam setelah puncak masa subur (sel telur dilepas). 12-24 jam ini dari masa hidup sel telur rata-rata.” Sehingga tidak masalah berapa kali hubungan badan dilakukan, bila bukan selama masa subur ini dengan sendirinya pembuahan tidak terjadi dan kehamilan bisa dihindari. Sebaliknya meski hanya sekali, bila kebetulan hubungan badan dilakukan pada puncak masa subur, maka kemungkinan terjadi kehamilan akan jauh lebih tinggi.
Kontrasepsi pentang berkala adalah berpantang (tidak coitus) beberapa hari sebelum, ditambah beberapa hari sesudah ovulasi.
Bila siklus haid teratur (28 hari) :
* Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
* Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid
contohnya sebagai berikut :
Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 11 Januari. Tanggal 11 Januari ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 22 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 26 Januari. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 22 Januari hingga tanggal 26 Januari. Pada tanggal-tanggal tersebut suami isteri tidak boleh melakukan hubungan dengan istri (Hubungan badan). karena bila melanggar kemungkinan sang istri hamil sangat besar.
Bila siklus haid tidak teratur :
• Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
• Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.
• Rumus :
Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18
Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11
Contoh :
1. Seorang wanita mempunyai siklus haid yang amat teratur setiap bulan, selama 28 hari. Maka siklus haid terpendek wanita ini adalah 28 hari dan terpanjang adalah 28 hari ( haid sangat teratur)
Maka bila wanita ini ingin memakai cara sistem kalender maka :
Mulai berpantang pada hari pertama ia subur :
28 – 18 hari ke 10 dari hari pertama haid
Mulai berakhir hari subur :
28 – 11 : hari ke 17, Jadi masa berpantang adalah mulai dari hari ke 10 sampai hari ke 17 dihitung mulai dari haid pertama haid dan ini harus ditandai dengan spidol merah pada kalender dirumahnya.
2. Seorang wanita mempunyai siklus haid yang tidak teratur. Setelah dicatat selama 6 bulan sampai 12 bulan diperoleh siklus siklus haid terpendek adalah 22 hari dan terpanjang 40 hari.
Maka bila wanita ingin memakai cara sistem kalender maka :
Hari pertama subur : 22 – 18 : hari ke 4
Hari terakhir masa subur : 40 – 11 hari ke 29. lamanya berpantang koitus mulai hari ke 4 sampai hari ke 29 adalah selama 25 hari dalam satu bulan.
3. Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan : sik erpendek 26 hari dan sik serpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)
Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama.setelah lewat dari itu baru boleh.
kelebihan :
sistem KB Kalender adalah :
1. Ditinjau dari segi Ekonomi : KB kalender dilakukan secara alami dan tanpa biaya sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli alat kontrasepsi!
2. Dari segi Kesehatan :sistem kalender ini jelas jauh lebih sehat karena bisa dihindari adanya efek sampingan yang merugikan seperti halnya memakai alat kontrasepsi lainnya (terutama yang berupa obat).
3.Dari segi psikologis :yaitu sistem kalender ini tidak mengurangi kenikmatan hubungan itu sendiri seperti bila memakai kondom misalnya. Meski tentu saja dilain pihak dituntut kontrol diri dari pasangan untuk ketat berpantang selama masa subur
Sedangkan sisi negatif dari sistem ini adalah :
kemungkinan kegagalan yang jauh lebih tinggi. Ini terutama bila tidak dilakukan pengamatan yang mendalam untuk mengetahui dengan pasti masa subur. karena tidak ada yang bisa menjamin ketepatan perhitungan sebab masa suburpun terjadi secara alami, selain itu kedua pasangan tidak bisa menikmati hubungan suami istri secara bebas karena ada aturan yang ditetapkan dalam sistem ini.
Efektifitas
Bagi wanita dengan siklus haid teratur efektifitasnya lebih tinggi dibandingkan wanita yang siklus haidnya tidak teratur. Angka kegagalan berkisar antara 6-42.
Efek samping
Terlalu lama berpantang kadang kala tidak tertahankan, terutama bila masa berpantang terlalu lama.
Pengukuran suhu basal
Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.
Suhu badan diukur memakai termometer sewaktu bangun tidur (dalam keadaan istirahat penuh) setiap hari, dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.
Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.
Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.
Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun.
Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.
Cara kerja
Menjelang ovulasi suhu badan akan turun (pada hari ke 12 dan ke 13 siklus haid) pada hari ke 14 terjadi ovulasi, lalu suhu akan naik lagi sampai lebih tinggi dari suhu sebelumnya ovulasi pada hari ke 15 dan 16 siklus haid. Dengan cara ini masa berpantang akan lebih pendek.
Efektifitas
Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat ovulasi. Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom, spermisida ataupun metode kalender atau pantang berkala (calender method or periodic abstinence).
Faktor yang Mempengaruhi Keandalan Metode Suhu Basal Tubuh
Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain:
1. Penyakit.
2. Gangguan tidur.
3. Merokok dan atau minum alkohol.
4. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
5. Stres.
6. Penggunaan selimut elektrik.
Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:
1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.
2. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.
3. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.
4. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.
5. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.
Keterbatasan
Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
6. Membutuhkan masa pantang yang lama.
Efektivitas Metode suhu Badan Basal :
Angka kegagalan : 0.3-6.6 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Kerugian utama metode suhu badan basal ialah bahwa abstiner sudah harus dilakukan pada masa pra-ovulasi.
a. Peninggian suhu badan Basal yang mendadak
b. Peninggian suhu badan Basal yang perlahan-lahan
c. Peninggian suhu badan Basal yang bertingkat
d. Peninggian suhu badan Basal seperti ”gigi gergaji”
Atas : Termometer biasa
Bawah : Termometer basak, yang khusus untuk mengukur suhu badan basal (perubahan temperatur saat ovulasi berkisar 0,4-0,80F).
Metode Suhu Basal
Petunjuk Bagi Pengguna Metode Suhu Basal Tubuh
Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:
1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).
2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.
6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).
8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.
Kesimpulan
KESIMPULAN
Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencengah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha tersebut dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :
a. Dapat dipercaya
b. Tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan
c. Tidak mempengaruhi coitus
d. Mudah penggunaannya
e. Harga alat kontrasepsi terjangkau
Metode Sederhana tanpa alat
1. Metode Kalender
2. Pengukuran suhu basal
Kontra-Indikasi Metode KB Alamiah
Umumnya merupakan kontra-indikasi relatif.
a. Siklus haid yang tidak teratur
b. Riwayat siklus haid yang an-ovulatoir.
c. Kurve suhu badan yang tidak teratur.
Komplikasi Metode KB Alamiah :
a. Komplikasi yang langsung tidak ada
b. Personal timbul apabila terjadi kegagalan/ kehamilan, karena ada data-data yang menunjukkan timbulnya kelainan-kelainan janin sehubungan dengan terjadinya fetrilisasi oleh spermatozoa dan ovum yang berumur tua/terlalu matang (overage/overripe).
Efektivitas Metode suhu Badan Basal :
Angka kegagalan : 0.3-6.6 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Kerugian utama metode suhu badan basal ialah bahwa abstiner sudah harus dilakukan pada masa pra-ovulasi.
e. Peninggian suhu badan Basal yang mendadak
f. Peninggian suhu badan Basal yang perlahan-lahan
g. Peninggian suhu badan Basal yang bertingkat
h. Peninggian suhu badan Basal seperti ”gigi gergaji”
Atas : Termometer biasa
Bawah : Termometer basak, yang khusus untuk mengukur suhu badan basal (perubahan temperatur saat ovulasi berkisar 0,4-0,80F).
Metode Suhu Basal
Evaluasi
1.Apakah definisi dari KB alamiah dan sebutkan macam-macamnya ?
2. Tuliskan kembali rumus perhitungan KB kalender dan kerrjakan contoh soal berikut ?
- Seorang wanita mempunyai siklus haid yang amat teratur setiap bulan, selama 28 hari. Maka siklus haid terpendek wanita ini adalah 28 hari dan terpanjang adalah 28 hari ( haid sangat teratur)
Maka bila wanita ini ingin memakai cara sistem kalender maka :
Mulai berpantang pada hari pertama ia subur :
28 – 18 hari ke 10 dari hari pertama haid
3. Apasajakah keterbatasan dan kelebihan dari KB alamiah ?
4. Bagai manakah cara kerja dari KB kalender dan suhu basal ?
Di indonesia keluarga berencana mulai dikenal pada tahun 1953 pada waktu itu sekelompok ahli kesehatan, kebidanan dan tokoh masyarakat mulai membantu masyarakat, untuk menggunakan alat kontrasepsi. Namun demikian di indonesia pemilihan cara kontrasepsi tentu saja yang mempunyai efektivitas tinggi, aman, murah dan praktis. Sayangnya sampai saat ini belum ada kontrasepsi yang sempurna dan sangat ideal bagi semua pihak, untuk itu perlu di kemukakan sekali lagi memilih salah satu cara kontrasepsi bagaimanapun jauh lebih baik daripada tidak memakai kontrasepsi sama sekali.
URAIAN MATERI
Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencengah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha tersebut dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :
1. Dapat dipercaya
2. Tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan
3. Tidak mempengaruhi coitus
4. Mudah penggunaannya
5. Harga alat kontrasepsi terjangkau
Dalam kontrasepsi perlu adanya konseling Untuk menjelaskan :
1. Keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi
2. Efek samping
3. Cara pengukuran mengunakan alkon sederhana
1. Kontrasepsi Metode Sederhana
A. Tanpa Alat
Metode Kalender
KB sistem kalender ini adalah” usaha untuk mengatur kehamilan dengan menghindari hubungan badan selama masa subur seorang wanita. Sebab pembuahan memang hanya terjadi pada saat masa subur, atau lebih tepatnya 12-24 jam setelah puncak masa subur (sel telur dilepas). 12-24 jam ini dari masa hidup sel telur rata-rata.” Sehingga tidak masalah berapa kali hubungan badan dilakukan, bila bukan selama masa subur ini dengan sendirinya pembuahan tidak terjadi dan kehamilan bisa dihindari. Sebaliknya meski hanya sekali, bila kebetulan hubungan badan dilakukan pada puncak masa subur, maka kemungkinan terjadi kehamilan akan jauh lebih tinggi.
Kontrasepsi pentang berkala adalah berpantang (tidak coitus) beberapa hari sebelum, ditambah beberapa hari sesudah ovulasi.
Bila siklus haid teratur (28 hari) :
* Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
* Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid
contohnya sebagai berikut :
Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 11 Januari. Tanggal 11 Januari ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 22 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 26 Januari. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 22 Januari hingga tanggal 26 Januari. Pada tanggal-tanggal tersebut suami isteri tidak boleh melakukan hubungan dengan istri (Hubungan badan). karena bila melanggar kemungkinan sang istri hamil sangat besar.
Bila siklus haid tidak teratur :
• Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
• Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.
• Rumus :
Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18
Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11
Contoh :
1. Seorang wanita mempunyai siklus haid yang amat teratur setiap bulan, selama 28 hari. Maka siklus haid terpendek wanita ini adalah 28 hari dan terpanjang adalah 28 hari ( haid sangat teratur)
Maka bila wanita ini ingin memakai cara sistem kalender maka :
Mulai berpantang pada hari pertama ia subur :
28 – 18 hari ke 10 dari hari pertama haid
Mulai berakhir hari subur :
28 – 11 : hari ke 17, Jadi masa berpantang adalah mulai dari hari ke 10 sampai hari ke 17 dihitung mulai dari haid pertama haid dan ini harus ditandai dengan spidol merah pada kalender dirumahnya.
2. Seorang wanita mempunyai siklus haid yang tidak teratur. Setelah dicatat selama 6 bulan sampai 12 bulan diperoleh siklus siklus haid terpendek adalah 22 hari dan terpanjang 40 hari.
Maka bila wanita ingin memakai cara sistem kalender maka :
Hari pertama subur : 22 – 18 : hari ke 4
Hari terakhir masa subur : 40 – 11 hari ke 29. lamanya berpantang koitus mulai hari ke 4 sampai hari ke 29 adalah selama 25 hari dalam satu bulan.
3. Seorang isteri mendapat haid dengan keadaan : sik erpendek 26 hari dan sik serpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)
Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama.setelah lewat dari itu baru boleh.
kelebihan :
sistem KB Kalender adalah :
1. Ditinjau dari segi Ekonomi : KB kalender dilakukan secara alami dan tanpa biaya sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli alat kontrasepsi!
2. Dari segi Kesehatan :sistem kalender ini jelas jauh lebih sehat karena bisa dihindari adanya efek sampingan yang merugikan seperti halnya memakai alat kontrasepsi lainnya (terutama yang berupa obat).
3.Dari segi psikologis :yaitu sistem kalender ini tidak mengurangi kenikmatan hubungan itu sendiri seperti bila memakai kondom misalnya. Meski tentu saja dilain pihak dituntut kontrol diri dari pasangan untuk ketat berpantang selama masa subur
Sedangkan sisi negatif dari sistem ini adalah :
kemungkinan kegagalan yang jauh lebih tinggi. Ini terutama bila tidak dilakukan pengamatan yang mendalam untuk mengetahui dengan pasti masa subur. karena tidak ada yang bisa menjamin ketepatan perhitungan sebab masa suburpun terjadi secara alami, selain itu kedua pasangan tidak bisa menikmati hubungan suami istri secara bebas karena ada aturan yang ditetapkan dalam sistem ini.
Efektifitas
Bagi wanita dengan siklus haid teratur efektifitasnya lebih tinggi dibandingkan wanita yang siklus haidnya tidak teratur. Angka kegagalan berkisar antara 6-42.
Efek samping
Terlalu lama berpantang kadang kala tidak tertahankan, terutama bila masa berpantang terlalu lama.
Pengukuran suhu basal
Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.
Suhu badan diukur memakai termometer sewaktu bangun tidur (dalam keadaan istirahat penuh) setiap hari, dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.
Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.
Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.
Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun.
Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.
Cara kerja
Menjelang ovulasi suhu badan akan turun (pada hari ke 12 dan ke 13 siklus haid) pada hari ke 14 terjadi ovulasi, lalu suhu akan naik lagi sampai lebih tinggi dari suhu sebelumnya ovulasi pada hari ke 15 dan 16 siklus haid. Dengan cara ini masa berpantang akan lebih pendek.
Efektifitas
Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat ovulasi. Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom, spermisida ataupun metode kalender atau pantang berkala (calender method or periodic abstinence).
Faktor yang Mempengaruhi Keandalan Metode Suhu Basal Tubuh
Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh antara lain:
1. Penyakit.
2. Gangguan tidur.
3. Merokok dan atau minum alkohol.
4. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
5. Stres.
6. Penggunaan selimut elektrik.
Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan metode suhu basal tubuh antara lain:
1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi.
2. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi.
3. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.
4. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahan lendir serviks.
5. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.
Keterbatasan
Sebagai metode KBA, suhu basal tubuh memiliki keterbatasan sebagai berikut:
1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
6. Membutuhkan masa pantang yang lama.
Efektivitas Metode suhu Badan Basal :
Angka kegagalan : 0.3-6.6 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Kerugian utama metode suhu badan basal ialah bahwa abstiner sudah harus dilakukan pada masa pra-ovulasi.
a. Peninggian suhu badan Basal yang mendadak
b. Peninggian suhu badan Basal yang perlahan-lahan
c. Peninggian suhu badan Basal yang bertingkat
d. Peninggian suhu badan Basal seperti ”gigi gergaji”
Atas : Termometer biasa
Bawah : Termometer basak, yang khusus untuk mengukur suhu badan basal (perubahan temperatur saat ovulasi berkisar 0,4-0,80F).
Metode Suhu Basal
Petunjuk Bagi Pengguna Metode Suhu Basal Tubuh
Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:
1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).
2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.
6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periode masa tak subur).
8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.
Kesimpulan
KESIMPULAN
Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencengah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha tersebut dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :
a. Dapat dipercaya
b. Tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan
c. Tidak mempengaruhi coitus
d. Mudah penggunaannya
e. Harga alat kontrasepsi terjangkau
Metode Sederhana tanpa alat
1. Metode Kalender
2. Pengukuran suhu basal
Kontra-Indikasi Metode KB Alamiah
Umumnya merupakan kontra-indikasi relatif.
a. Siklus haid yang tidak teratur
b. Riwayat siklus haid yang an-ovulatoir.
c. Kurve suhu badan yang tidak teratur.
Komplikasi Metode KB Alamiah :
a. Komplikasi yang langsung tidak ada
b. Personal timbul apabila terjadi kegagalan/ kehamilan, karena ada data-data yang menunjukkan timbulnya kelainan-kelainan janin sehubungan dengan terjadinya fetrilisasi oleh spermatozoa dan ovum yang berumur tua/terlalu matang (overage/overripe).
Efektivitas Metode suhu Badan Basal :
Angka kegagalan : 0.3-6.6 kehamilan pada 100 wanita per tahun. Kerugian utama metode suhu badan basal ialah bahwa abstiner sudah harus dilakukan pada masa pra-ovulasi.
e. Peninggian suhu badan Basal yang mendadak
f. Peninggian suhu badan Basal yang perlahan-lahan
g. Peninggian suhu badan Basal yang bertingkat
h. Peninggian suhu badan Basal seperti ”gigi gergaji”
Atas : Termometer biasa
Bawah : Termometer basak, yang khusus untuk mengukur suhu badan basal (perubahan temperatur saat ovulasi berkisar 0,4-0,80F).
Metode Suhu Basal
Evaluasi
1.Apakah definisi dari KB alamiah dan sebutkan macam-macamnya ?
2. Tuliskan kembali rumus perhitungan KB kalender dan kerrjakan contoh soal berikut ?
- Seorang wanita mempunyai siklus haid yang amat teratur setiap bulan, selama 28 hari. Maka siklus haid terpendek wanita ini adalah 28 hari dan terpanjang adalah 28 hari ( haid sangat teratur)
Maka bila wanita ini ingin memakai cara sistem kalender maka :
Mulai berpantang pada hari pertama ia subur :
28 – 18 hari ke 10 dari hari pertama haid
3. Apasajakah keterbatasan dan kelebihan dari KB alamiah ?
4. Bagai manakah cara kerja dari KB kalender dan suhu basal ?
Langganan:
Postingan (Atom)