www.ziddu.com

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2010

Benzena dan turunanya

“ BENZENA DAN TURUNANNYA “
1. Struktur Kekule
Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan
Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena, maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah
2. Ikatan Sigma dan ikatan PHI
Menurut teori ikatan Val, Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara
yaitu :
1. Penumpang tindihan ujung dengan ujung, ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma]
2. Penumpang tindihan sisi dengan sisi, ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI
Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma, sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. Jadi,
☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma
☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI
☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI
Hibridasi pada atom karbon
Dalam pembentukan senyawa, atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi, yaitu 3p3, 3p2 dan sp
Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida
☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma, maka tipe hibridasinya adalah 3p3
☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma, maka tipe hibridasinya adalah 3p2
☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma, maka tipe hibridasinya adalah 3p
“ Sifat – Sifat Benzena “
1. Subtitusi pertama
a. Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida
b. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena
c. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat
d. Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 )
2. Subtitusi kedua
Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua
Pengaruh Orta para Pengaruh Meta
- NH2 - NHR, NR2 O
║
- CR
- OH - CO2R
- OR - SO3H
O - CHO
║
- NHCR - CO2H
- C6H6 ( Aril ) - CN
- R ( Alkil ) - NO2
- X : ( Mendeaktifkan ) - NR3+
“ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “
1. Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat, bahan dasar membuat stirena dan nilon 66
2. Fenoln → Sebagai antiseptik
3. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal
4. Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan
5. Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.
“ POLIMER ”
Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Polimer yang lazim adalah polietilena, polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi
1. Polimerasasi Adisi
Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator )
2. Polimerasasi Kondensasi
Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil, seperti H@) dan CH3OH. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya.
Penggolongan Polimer
1. Berdasarkan asalnya
» Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam
» Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam
2. Berdasarkan jenis polimernya
» Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer
Contohnya : Polietilena, Polipropilena, Teflon
» Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer
Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran
3. Berdasarkan sifatnya terhadap panas
» Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang.. contohnya : PVC, Polietilena
» Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik )
Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus, sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku.
Berbagai Macam Polimer
1. Karet Alam
a. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Getah pohon karet disebut lateks. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format.
b. Vulkanisasi
Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Proses ini disebut Vulkanisasi.
2. Karet Sintetis
a. Polibutadiena
Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak
b. Polikloroprena ( Neoprena )
Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Digunakan untuk membuat selang oli
c. SBR
SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ).
Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi.
Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor.
4. Polipropilena
Untuk membuat kalung, tali, botol dan sebagainya
5. Teflon
Banyak yang dipakai sebagai gasket, pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket.
6. PVC
Untuk membuat pipa, pelapis lantai, selang dan sebagainya
7. Polistirena
Untuk membuat gelas minuman ringan, isolasi, bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan
8. Akrilat
Dikenal dengan nama flexiglass, digunakan untuk membuat baju “ WOL “, kaos kaki, karpet dan lain - lain
9. Bakelit
Digunakan untuk peralatan listrik
10. Nilon
Membuat tali, jala, parasut
11. Terilen
Digunakan sebagai tekstil
12. Resin urea – formaldehida dan melamin - formaldehida
Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring.
“ Penanganan Limbah Plastik “
1. Daur ulang
2. Incinerasi
3. Plastic Biodegradabel

Asam Amino dan Protein

Asam Amino dan Protein
Protein
 Molekul yg sangat vital untuk organisme à terdapt di semua sel
 Polimer à disusun oleh 20 mcm asam amino standar
 Rantai asam amino dihubungkan dg iktn kovalen yg spesifik
 Struktur & fungsi ditentukan oleh kombinasi, jumlah dan urutan asam amino
 Sifat fisik dan kimiawi à dipengaruhi oleh asam amino penyusunnya
Fungsi Protein
 Reaksi kimia à enzymes
 Immune system à antibodies
 Mechanical structure à tendons
 Generation of force à muscles
 Nerve conduction à ion channels
 Vision à eye lens
 . . . and much more!
Asam Amino
 merupakan unit penyusun protein
 Struktur:
satu atom C sentral yang mengikat secara kovalent:
 gugus amino,
 gugus karboksil,
 satu atom H dan
 rantai samping (gugus R)
 Gugus R à rantai samping yang berbeda-beda pada setiap jenis asam amino
 Gugus R yang berbeda-beda tersebut menentukan:
-. Struktur
-. Ukuran
-. Muatan elektrik
-. Sifat kelarutan di dalam air
Asam amino standar
 Asam amino yang menyusun protein organisme ada 20 macam disebut sebagai asam amino standar
 Diketahui asam amino ke 21 disebut selenosistein (jarang ditemukan) Terdapat di beberapa enzim seperti gluthatione peroxidase
 Selenenosistein mempy kode genetik: UGA à biasa utk stop kodon à tjd pd mRNA dgn struktur 2nd yg banyak.
Klasifikasi Asam amino
 Diklasifikasikan berdasar gugus R (rantai samping)
 Biasanya sifat-sifat seperti: hidrofobik/hidrofilik, polar/non polar, ada/tidaknya gugus terionisasi
Asam amino non polar
 Memiliki gugus R alifatik
 Glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin
 Bersifat hidrofobik. Semakin hidrofobik suatu a.a spt Ile (I) à biasa terdapat di bagian dlm protein.
 Prolin berbeda dgn a.a à siklis. Tapi mempunyai byk kesamaan sifat dgn kelompok alifatis ini.
 Umum terdapat pada protein yang berinteraksi dengan lipid

Asam amino dengan gugus Raromatik
 Fenilalanin, tirosin dan triptofan
 Bersifat relatif non polar à hidrofobik
 Fenilalanin bersama dgn V, L & I à a.a plg hidrofobik
 Tirosin à gugus hidroksil , triptofan à cincin indol
 Sehingga mampu membentuk ikatan hidrogen à penting untuk menentukan struktur ensim
 Asam amino aromatik mampu menyerap sinar UV λ 280 nm à sering digunakan utk menentukan kadar protein
Asam amino dengan gugus R bermuatan positif
 Lisin, arginin, dan histidin
 Mempunyai gugus yg bsft basa pd rantai sampingnya
 Bersifat polar à terletak di permukaan protein dapat mengikat air.
 Histidin mempunyai muatan mendekati netral (pd gugus imidazol) dibanding
 lisin à gugus amino
 arginin à gugus guanidino
 Krn histidin dpt terionisasi pada pH mendekati pH fisioligis à sering berperan dlm reaksi ensimatis yg melibatkan pertukaran proton
Asam amino dengan gugus R bermuatan negatif
 Aspartat dan glutamat
 Mempunyai gugus karboksil pada rantai sampingnya à bermuatan (-) / acid pada pH 7
Asam amino non standar
 Merupakan asam amino diluar 20 mcm as. Amino standar
 Terjadi karena modifikasi yang terjadi setelah suatu asam amino standar menjadi protein.
 Kurang lebih 300 asam amino non standar dijumpai pada sel

Fantastic Four Colection




Fertilitas Statistik Kependudukan

Pengertian: Hasil produksi yg nyata dr seorang wanita/banyaknya bayi yg lahir hidup/Fekunditas,potensi u/ melahirkan anak/mencakup peranan kelahiran pd perubahan penduduk.

Konsep2:
Lahir hidup: kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya didlm kendungan
Lahir mati: kelahiran seorang bayi dr kandungan pling sdkit 28 minggu,tanpa menunjukkan tanda2 kehidupan
Abortus: kematian bayi dlm kandungan dngn umur kehamilan kurang dr 28 minggu
Masa reproduksi: masa dmana wanita mampu melahirkan,usia subur 15-49thn
Ada 2 macam Abortus:
1.Induced Abortion : (berdasarkan alasan medis/tidak berdasar alasan medis)
2.Spontaneus Abortus

SUMBER2 DATA
Registrasi : data yg tersedia statistik kelahiran
Kelemahan: ketepatan definisi & aplikasinya/kelengkapan registrasi/ketepatan alokasi tempat/ketepatan alokasi waktu/ketepatan pengelompkn kelahiran berdasar statistik
Sensus : Data yang tersedia kmomposisi pendduk menurut umur & jenis kelamin/ jumlah anak yg pernah dilahirkan hidup/ jumlah anak yg dilahirkan dlm suatu periode yg lalu/ data pendduk yg berhubungan dngn variabel vertilitas.
Kelemahan : keterangan jumlah anak yg pernah dilahirkan sangan tergantung pd daya ingat ibu/ ket mengenai banyaknya anak yg lahir sethn yg lalu tergantung pd ketepatan dlm memperkirakan jangka waktu 1 thn sblm sensus/ kesalahan pelaporan umur o/ pendduk.
Survei : data yg tersedia A s/d D sama dngn data pd sensus/ ket tentang fertilitas yg lebih rinci: riwayat kelahiran & status kehamilan.
Kelemahan : sama dngn yg ditemui pada sensus.
Personal dlm pengukuran fertilitas
1. suatu angka menunjukkan ukuran suatu jangka waktu
2. suatu kelahiran melibatkan ke2 ortu
3. penentuan pendduk yg exsposed to risk didlm pengukuran fertilitas sangan sukar
4. sangat sukar membedakan lahir hidup dan lahir mati
5. melahirkan lebih dari 1x adalah hal yg biasa terjd pd seorang istri.

RONALD FREEDMAN : Intermediet variabel erat hub dngn norma sosial
H LEIBSTEIN : Anak dilatih dr 2 segi segi kegunaan/segi biaya
GARY BECKER : Ia mengganggap anak sbg barang konsumsi tahan lama ortu memiliki pilihan u/ kuantitas & kualitas anak.

STUDI PERBEDAAN FERTILITAS DI INDONESIA
Tempat tinggal wanita pd saat pencacahan/ Tingkat pendidikan/ umur perkawinan

Jumat, 17 September 2010

Komunikasi Harmonis

Komunikasi Harmonis

Proses penyampaian pesan antara pengirim & penerima pesan dilandaskan Rasa saling memahami & melengkapi unt mencapai kesepahaman antara pengirim dan penerima pesan.
Komunikasi yg harmonis dibangun atas dasar hubungan manusiawi yg utuh dari berbagai dimensi.
Bukan pada hubungan formalitas apalagi hiasan bibir semata.

TIPS BERKOMUNIKASI SECARA TERTULIS
- menggunakan tulisan yg mudah dibaca
- menggunakan kata-kata yg sederhana, umum dan tidak bertele-tele
- fokus pd pesan yg ingin disampaikan
- beri ilustrasi (bagian,denah, sketsa) bila perlu.

TIPS BERKOMUNIKASI SECARA NON VERBAL
- pastikan penerima pesan mengerti isyarat yg digunakan
- pergunakan semua indera secara maksimal

TIPS BERKOMUNIKASI SECARA VERBAL
Supaya komunikasi harmonis harus memperhatikan unsur-unsur komunikasi berikut ini :
- komunikator / pengirim
- komunikan/ penerima
- isi pesan
- umpan balik / komunikasi 2 arah
- kesepakatan
- lungkungan

TIPS KOMUNIKASI VERBAL
1. Persyaratan pengirim (komunikator)
- intonasi = jangan monoton
- Nada = nada suara yg sikaf yg ramah, antusias, penuh emfati, tegas & supel.
- Kecepatan = jangan bicara tergesa-gesa, beri pendengar kesempatan unt mencerna
apa yang dikatakan
- Pengucapan = bicara dengan jelas

2. Persyaratan penerima pesan (komunikan)
- Menerima kehadiran pembawa pesan
- mau mendenggar
- mempunyai minat unt memahami pesan
- mau berfikir dr sudut pandang pembawa pesan
3. Persyaratan isi pesan
Inti pesan mudah dipahami penerima pesan kalimat harus jelas dan singkat
4. persyaratan lingkungan
- adanya tempat yg nyaman unt menyampaikan pesan
- tidak terganggu suara bising
- suhu nyaman
- tidak ada aroma yg terlalu menyengat
5. persyaratan komunikasi 2 arah :
- pengirim dan penerima pesan aktif
- memahami masalah unt mendptkan kesepakatan
6. persyaratan kesepakatan
- ada kesepakatan antara pengirim dan penerima pesan

TIPS-TIPS UMUM UNT MENJALIN KOMUNIKASI HARMONIS
- temukan orang yg tepat untuk brkomunikasi
- orang yg diajak berkomunikasi mau benar2 mendengar
- berusaha tidak menyakiti hati orang yg diajak berkomunikasi
- berusaha memahami sudut pandang orang lain
- mau menerima masukan dari lawan bicara
- di akhir komunikasi ada kesepakatan

Hambatan dalam berkomunikasi => perbedaan persepsi <= perbedaan kepribadian

TIPS BERKOMUNIKASI DNGN TIPE KEPRIBADIAN TERTENTU
D = (DRIVER/ DOMINENT)
- jelas, spesifik, to the point
- menangani masalah sesuai dngn fakta yg ada
- memberikan win2 solution/pilihan solusi
I = (TERBUKA/INFLUENCER)
- memeberikan kesempatan menumpahkan perasaannya
- menanyakan pendapat dahulu, baru memberikan usulan
- memberi kesan cepat dan berperasaan
S = (KALEM/STEADINESS)
- menunjukan perhatian, sabar (memberi waktu berfikir)
- menyodorkan solusi dngn hari2/ tdk mengancam
- memberi jaminan/ dukungan pribadi
C = (AKURAT/COMPLIANCE)
- melihat segala aspek dr suatu masalah (sistemik)
- samaikan dngn detil/ terstruktur, berbicara dngn data dan fakta
- sepakati batas waktu dan ukuran pencapaian.

PRINSIP2 DALAM KOMUNIKASI
- bersikap netral
- mendngar secara aktif
- memilih metafora/ gaya yang tepat
- tdk kasar
- berusaha tdk menjatuhkan orang lain
- mengurangi ketegangan dan meningkatkan rasa saling memahami

Bentuk Komunikasi

BENTUK KOMUNIKASI

A. Komunikasi sebagai Suatu Proses
1. Komunikasi Primer atau Langsung
• Komunikasi tanpa menggunakan alat perantara
• Komunikasi yang terjadi antara komunikator dengan penerima pesan dengan cara tatap muka misalnya kita berbicara langsung dengan seseorang dihadapan kita
2. Komunikasi Skunder atau tidak langsung
Yaitu komunikasi yang terjadi antara komunikator dengan penerima pesan yang tidak berhadapan muka, tetapi dipisahkan jarak dan waktu
Misalnya : Penulis buku dengan pembacanya

B. Berdasarkan Arah Pesan
1. Komunikasi Satu arah
 Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran. Disini sasaran tidak bisa atau tidak ada kesempatan untuk memberi umpan balik atau bertanya
 Komunikasi lewat media massa seperti radio, televisi, surat kabar dll
 Pada suatu ceramah, penceramah tidak memberi kesempatan kepada hadirin untuk bertanya
• Keuntungan
Komunikasi bisa berlangsung cepat karena tidak terganggu oleh tanya
jawab yang sering kali berkelanjutan serta bertele-tele jika tidak bijaksana menanganinya
• Kerugian
Kemungkinan sasaran salah menafsirkan pesan yang diterima cukup besar karena sasaran tidak bisa minta penjelasan
A B
2. Komunikasi Timbal Balik
 Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran, kemudian sasaran setelah menerima pesan tersebut memberi umpan balik kepada sumber
 Kebaikannya : mengurangi salah tafsir dan bisa membina keakraban karena adanya timbal balik
 Keburukannya: Kalau tidak dikendalikan secara baik bisa berlarut-larut hingga makan banyak waktu
A B

C. Berdasarkan Sifat Interaksi Antara Komunikator dengan Komunikan
1. Komunikasi Massa
Disini komunikasi/interaksi berjalan secara tidak langsung melalui media dan sifatnya satu arah dan sasarannya adalah massa
2. Komunikasi Antar Personal
Disini komunikator berkomunikasi dengan seseorang atau sekelompok komunikan dengan efek dan umpan balik langsung

D. Berdasarkan cara Penyampaian Pesan
• Komunikasi lisan : Pesan atau informasi disampaikan dengan melalui lisan
• Komunikasi tertulis : Pesan-pesan disampaikan dengan melalui tulisan
Bentuk Komunisi lainnya
1. Komunikasi berantai
Yaitu proses penyampaian pesan secara berantai
A B C D E

2. Komunikasi Sosial
Komunikasi sosial biasanya berbentuk komunikasi langsung dan karenanya bersifat lisan, komunikasi sosial selalu mempunyai pengaruh dan akibatnya atas kehidupan suatu kelompokn sosial, terjadi dan dilaksanakan berdasarkan norma yg berlaku di masyarakat

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
A. Faktor Komunikator
Komunikator sebagai sumber pesan merupakan prakarsa terjadinya proses komunikasi.
Kelancaran proses komunikasi itu sangat dipengaruhi oleh faktor komunikator seperti :
- Ketrampilan komunikator
- Sikap komunikator
- pengetahuan komunikator
- Kondisi tubuh komunikator
B. Faktor Penerima Pesan
Beberapa hal yang mempengaruhi faktor penerima pesan adalah :
- Ketrampilan Berkomunikasi
- Sikap penerima pesan
- pengetahuan penerima pesan
- Keadaan alat indera penerima pesan
3. Sistem Sosial
Dalam proses komunikasi baik komunikator maupun komunikan harus memperhatikan sistem sosial yang ada. Bagi seorang komunikator ia harus memperhatikan sistem sosial dari penerima pesan seperti norma agama, nilai serta kebiasaan-kebiasaan mereka

Konsep Sehat & Sakit

KONSEP SEHAT-SAKIT
A. PENDAHULUAN
Pada masa lalu, sebagian besar individu dan masyarakat memandang sehat dan sakit sebagai sesuatu Hitam atau Putih. Dimana kesehatan merupakan kondisi kebalikan dari penyakit atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Anggapan atau sikap yang sederhana ini tentu dapat diterapkan dengan mudah; akan tetapi mengabaikan adanya rentang sehat-sakit.
Pendekatan yang digunakan pada abad ke-21, sehat dipandang dengan perspektif yang lebih luas. Luasnya aspek itu meliputi rasa memiliki kekua¬saan, hubungan kasih sayang, semangat hidup, jaringan dukungan sosial yang kuat, rasa berarti dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu (Haber, 1994).
B. DEFINISI SEHAT
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Definisi WHO tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang po¬sitif (Edelman dan Mandle. 1994):
1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi ling¬kungan internal dan eksternal.
3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.
UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
B. MODEL SEHAT SAKIT
1. Model Rentang Sehat-Sakit (Neuman)
Menurut Neuman (1990): ”sehat dalam suatu rentang merupakan tingkat kesejahteraan klien pada waktu tertentu , yang terdapat dalam rentang dan kondisi sejahtera yang optimal , dengan energi yang paling maksimum, sampai kondisi kematian yang menandakan habisnya energi total”
Jadi menurut model ini sehat adalah keadaan dinamis yang berubah secara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap berbagai perubahan pada lingkungan internal dan eksternalnya untuk mempertahankan keadaan fisik, emosional, inteletual, sosial, perkembangan, dan spiritual yang sehat.
Sedangkan Sakit merupakan proses dimana fungsi individu dalam satu atau lebih dimensi yang ada mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya.
Karena sehat dan sakit merupakan kualitas yang relatif dan mempunyai tingkatan sehingga akan lebih akurat jika ditentukan seseuai titik-titik tertentu pada skala Rentang Sehat-Sakit.
Dengan model ini perawat dapat menentukan tingkat kesehatan klien sesuai dengan rentang sehat-sakitnya. Sehingga faktor resiko klien yang merupakan merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan dalam mengidentifikasi tingkat kesehatan klien. Faktor-faktor resiko itu meliputi variabel genetik dan psikologis.
Kekurangan dari model ini adalah sulitnya menentukan tingkat kesehatan klien sesuai dengan titik tertentu yang ada diantara dua titik ekstrim pada rentang itu (Kesejahteraan Tingkat Tinggi – Kematian). Misalnya: apakah seseorang yang mengalami fraktur kaki tapi ia mampu melakukan adaptasi dengan keterbatasan mobilitas, dianggap kurang sehat atau lebih sehat dibandingkan dengan orang yang mempunyai fisik sehat tapi mengalami depresi berat setelah kematian pasangannya.
Model ini efektif jika digunakan untuk membandingkan tingkat kesejahteraan saat ini dengan tingkat kesehatan sebelumnya. Sehingga bermanfaat bagi perawat dalam menentukan tujuan pencapaian tingkat kesehatan yang lebih baik dimasa yang akan datang.
2. Model Kesejahteraan Tingkat Tinggi (Dunn)
Model yang dikembangkan oleh Dunn (1977) ini berorientasi pada cara memaksimalkan potensi sehat pada individu melalui perubahan perilaku.
Pada pendekatn model ini perawat melakukan intervnsi keperawatan yang dapat membantu klien mengubah perilaku tertentu yang mengandung resiko tinggi terhadap kesehatan
Model ini berhasil diterapkan untuk perawatan lansia, dan juga digunakan dalam keperawatan keluarga maupun komunitas.
3. Model Agen-Pejamu-Lingkungan(Leavell at all.)
Menurut pendekatan model ini tingkat sehat dan sakit individu atau kelompok ditentukan oleh hubungan dinamis antara Agen, Pejamu, dan Lingkungan
Agen :Berbagai faktor internal-eksternal yang dengan atau tanpanya dapat menyebabkan terjadinya penyakit atau sakit. Agen ini bisa bersifat biologis, kimia, fisik, mekanis, atau psikososial.
 jadi Agen ini bisa berupa yang merugikan kesehatan (bakteri, stress) atau yang meningkatkan kesehatan (nutrisi, dll).
Pejamu: Sesorang atau sekelompok orang yang rentan terhadap penyakit/sakit tertentu.
Faktor pejamu antara lain: situasi atau kondisi fisik dan psikososoial yang menyebabkan seseorang yang beresiko menjadi sakit.
Misalnya: Riwayat keluarga, usia, gaya hidup dll.
Lingkungan: seluruh faktor yang ada diluar pejamu.
• Lingkungan fisik: tingkat ekonomi, iklim, kondisi tempat tinggal, penerangan, kebisingan
• Lingkungan sosial: Hal-hal yang berkaitan dengan interaksi sosial, misalnys: stress, konflik, kesulitan ekonomi, krisis hidup.
Model ini menyatakan bahwa sehat dan sakit ditentukan oleh interaksi yang dinamis dari ketiga variabel tersebut. Menurut Berne et al (1990) respon dapat meningkatkan kesehatan atau yang dapat merusak kesehatan berasal dari interaksi antara seseorang atau sekelompok orang dengan lingkungannya.
Selain dalam keperawatan komunitas model ini juga dikembangkan dalam teori umum tentang berbagai penyebab penyakit.
4. Model Keyakinan-Kesehatan
Model Keyakinan-Kesehatan menurut Rosenstoch (1974) dan Becker dan Maiman (1975) menyatakan hubungan antara keyakinan seseorang dengan perilaku yang ditampilkan.
Model ini memberikan cara bagaimana klien akan berprilaku sehubungan dengan kesehatan mereka dan bagaimana mereka mematuhi terapi kesehatan yang diberikan.
Terdapat tiga komponen dari model Keyakinan-Kesehatan antara lain:
a. Persepsi Individu tentang kerentanan dirinya terhadap suatu penyakit.
Misal: seorang klien perlu mengenal adanya pernyakit koroner melalui riwayat keluarganya, apalagi kemudian ada keluarganya yang meninggal maka klien mungkin merasakan resiko mengalami penyakit jantung.
b. Persepsi Individu terhadap keseriusan penyakit tertentu.
Dipengaruhi oleh variabel demografi dan sosiopsikologis, perasaan terancam oleh penyakit, anjuran untuk bertindak (misal: kampanye media massa, anjuran keluarga atau dokter dll)
c. Persepsi Individu tentang manfaat yang diperoleh dari tindakan yang diambil.
Seseorang mungkin mengambil tindakan preventif, dengan mengubah gaya hidup, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi medis, atau mencari pengobatan medis.
5. Model ini membantu perawat memahami berbagai faktor yang dapat mempengaruhi persepsi, keyakinan, dan perilaku klien, serta membantu perawat membuat rencana perawatan yang paling efektif untuk membantu klien, memelihara dan Model Peningkatan-Kesehatan (Pender)
Dikemukakan oleh Pender (1982,1993,1996) yang dibuat untuk menjadi sebuah model yang menyeimbangkan dengan model perlindungan kesehatan.
Fokus dari model ini adalah menjelaskan alasan keterlibatan klien dalam aktivitas kesehatan (kognitif-persepsi dan faktor pengubah).
mengembalikan kesehatan serta mencegah terjadiny penyakit.
Berdasarkan gambar diatas Model ini dapat:
o Mengidentifikasi berbagai faktor (demografik, sosial) yang dapat meningkatkan atau menurunkan partisifasi untuk meningkatkan kesehatan.
Mengatur berbagai tanda kedalam sebuah pola untuk menjelaskan kemungkinan munculnya partsisipasi klien dalam perilaku peningkatan kesehatan
SAKIT DAN PERILAKU SAKIT
Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan, atau seseorang berkurang atau terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses penyakit.
Oleh karena itu sakit tidak sama dengan penyakit. Sebagai contoh klien dengan Leukemia yang sedang menjalani pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti biasanya, sedangkan klien lain dengan kanker payudara yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalanaio operasi mungkin akan merasakan akibatnya pada dimensi lain, selain dimensi fisik.
Perilaku sakit merupakan perilaku orang sakit yang meliputi: cara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan menginterpretasikan gejala yang dialami; melakukan upaya penyembuhan; dan penggunaan sistem pelayanan kesehatan.
Seorang individu yang merasa dirinya sedang sakit perilaku sakit bisa berfungsi sebagai mekanisme koping.

Pengelompokan Keluarga

Pengelompokan Keluarga

1. keluarga Prasejahtera : Keluarga yg blm dpt memenuhi kebutuhan dasar secara minimal yaitu kebutuhan pengajaran agama/ pangan/ sandang/ papan/ kesehatan atau keluarga yg belum dpt mmenuhi salah satu atau lebih indicator keluarga sejahtera tahap I.
2. Keluarga Sejahtera Tahap I : Keluarga yg telah dpt memenuhi kebutuhan dasar secara minimal tetapi belum dpt memenuhi keseluruhan social psikologisnya yaitu kebutuhan pendidikan/ KB/ interaksi dalam keluarga/ interaksi dngn lingk tempat tinggal/ transfortasi.
3. Keluarga Sejahtera Tahap II : keluarga yg telah dpt memenuhi kebutuhan dasar secara minimal serta telah memenuhi seluruh kebutuhan social psikologinya, tetapi blm dpt memenuhi kebutuhan pengembangan, yaitu kebutuhan untuk menabung & memperoleh informasi.
4. Keluarga Sejahtera Tahap III : Keluarga yg telah dpt memenuhi seluruh kebutuhan dasar,kebutuhan social psikologis & kebutuhan pengembangan tetapi belum dapat memberikan sumbangan yg maksimal terhadap masyarakat secara teratur.
5. Keluarga Sejahtera Tahap III plus : keluarga yg telah dpt memenuhi seluruh kebutuhan baik yg bersifat dasar,social psikologis,maupun pengembangan serta telah mampu memberikan sumbangan yg nyata & berkelanjutan bagi masy.

Konsep Keluarga Dalam Keperawatan

Konsep Keluarga Dalam Keperawatan

Definisi
Friedman 1998, Kumpulan 2 orang atau lebih yg hidup bersama dngn keterikatan aturan & emosional serta individu mempunyai peran masing2 yg merupakan bagian dari keluarga.
Sayekti 1994, Suatu ikatan at persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yg berlainan jenis yg hidup bersama atau seorang laki2 at perempuan yg sudah sendiirian dngn at tanpa anak baik anaknya sendiri at adopsi & tinggal dlm sebuah rumah tangga.
UU RI no….thn 1992, unit terkecil dlm masy. Yg terdiri dari suami istri,at suami istri dngn anaknya, at ayah dngn anaknya, at ibu dngn anaknya.
Persamaan : Bahwa dlm keluarga Terdpt ikatan perkawinan & hubungan darah yg tinggal bersama dlm 1 atap (serumah) dgn peran masing2 serta keterikatan emosional.
PP no 21 thn 1994, bahwa keluarga dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah.

Tipe Keluarga :
Tipe Keluarga Tradisional :
Keluarga Inti : terdiri dari ayah, ibu dan anak yg diperoleh dari keturunannya at adopsi at keduanya.
Keluarga Besar : Keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah. (Nenek/kakek,bibi/paman)

Keluarga Non Tradisional :
1. Keluarga bentukan kembali
Keluarga baru yg terbentuk dari pasangan yg telah
Cerai /kehilangan pasangan
2. Orang tua tunggal
Keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua
Dngn anak2 akibat perceraian at ditinggal
Pasangan.
3. Ibu dan anak tanpa perkawinan
4. Orang dewasa (laki2 at perempuan) yg tinggal
Sendiri tanpa pernah menikah.
5. Keluarga dngn anak tanpa nikah sebelumnya.
6. Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yg sejenis
Kelamin sama.

STRUKTUR KELUARGA
1. Struktur peran keluarga
Menggambarkan peran masing2 anggota keluarga
Dlm keluarga dan peranannya dilingkungan masy.
Formal dan informal.
2. Nilai dan Norma Keluarga.
Mengambarkan nilai & yg diyakini oleh keluarga
Khususnya dngn kesehatan
3. Pola Komunikasi Keluarga
Bagaimana cara dan pola komunikasi ayah-ibu
Orang tua dngn anak dan keluarga lain.
4. Struktur Kekuatan Keluarga
Menggambarkan kemampuan anggota keluarga
Untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang
Lain untuk mengubah prilaku keluarga yg men-
Dukung kesehatan.

FUNGSI KELUARGA
Friedman,1998 ada 5 fungsi :
-Afektif
-Sosialisasi
-Reproduksi
-Ekonomi
-Perawatan

Perubahan pola hidup Agraris menjadi Industrilisasi, fungsi keluarga dikembangkan menjadi 9 fungsi :
-EKONOMI : Keluarga diharapkan menjadi keluarga yang Produktif, mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi dngn memanfaatkan SDM keluarga.
-PENDIDIKAN : Keluarga yg mempunyai peran & tanggungjawab yg besar terhadap pendidikan anak2nya untuk menghidupi kehidupan dewasanya.
-STATUS SOSIAL : Keluarga yg dpt dilihat dikatagorikan strata sosialnya oleh keluarga lain yg berada disekitarnya.
SOSIALISASI : Orang tua at Keluarga diharapkan mampu menciptakan kehidupan sosial yg mirif dngn diluar rumah.
KESEHATAN : Keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan yg primer dlm rangka melindungi & pencegahan terhadap penyakit yg mungkin dialami keluarga.
-RELIGIUS : Keluarga merupakan tempat belajar tentang agama & mengamalkan ajarannya.
-REKREASI
-REPRODUKSI : Bukan hanya mengembangkan keturunan, tetapi jg merupakan tempat mengembangkan fungsi reproduksi secara universal : seks yg sehat & berkualitas,pendidikan seks bg anak & yg lainnya.
-AFEKSI : Keluarga merupakan tempat yg utama pemenuhan kebutuhan psikososial sebelum keluarga berada diluar rumah

TUGAS KELUARGA DIBIDANG KESEHATAN
-Mengenal masalah kesehatan keluarga
-Memutuskan tindakan yg tepat bagi keluarga
-Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
-Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.
-Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan disekitarnya bagi keluarga.

KELUARGA SEBAGAI SISTEM
• SISTEM : Kumpulan dari beberapa bagian fungsional yg saling berhubungan dan tergantung 1 dngn yang lain dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
•
Alasan Keluarga Disebut Sistem :
1. Keluarga mempunyai sub sistem
Anggota, fungsi, peran, aturan, budaya dan lainnya
Dipelajari & dipertahankan dlm kehidupan
keluarga .
2. Terdapat saling berhubungan dan ketergantungan
antar sub sistem
3. Merupakan bagian/unit terkecil dari masyarakat yg
dpt mempengaruhi supra sistemnya.

KARAKTERISTIK DASAR KELUARGA SEBAGAI SISTEM
-Keluarga sbgai sistem terbuka : suatu sistem yg mempunyai kesempatan & mau menerima at memperhatikan lingkungan masyarakat sekitarnya.
-Keluarga sbgai sistem tertutup : suatu sistem yang kurang mempunyai kesempatan, kurang mau menerima at memberi perhatian kpd lingkungan masyarakat sekitarnya.

DISFUNGSI : Mulusnya at salah arahnya pergerakan suatu fungsi dikeluarga hingga menimbulkan dampak, baik dampak sementara, maupun dampak yang menetap.

DISFUNGSI dalam keluarga yang mengganggu dan terganggu oleh kesehatan :
-Disfungsi Reproduksi
-Disfungsi adaptasi
-Disfungsi Pemenuhan Kebutuhan
-Disfungsi afektif

Petunjuk adanya Disfungsi pada keluarga
-Kegagalan orang tua
-Jenis penyakit anggota keluarga
-Banyak masalah/ kasus pada anggota keluarga
-Prilaku keliru pada anak dan remaja.
(Ian Mc Whinney, 1989)

Konsep Diri Dalam Keperawatan

KONSEP DIRI

Faktor-faktor yg M’pengaruhi
1.Perkembangan Konsep Diri :
• Teori Perkembangan
• KD berkembang scra bertahap sejak lahir
• Berkembang melalui
- Bahasa
- Hub interpersonal dan pengalaman budaya
- Aktualisasi diri

2. Significan Other’s (Orang yg paling dekat)
• Dipelajari melalui kontak & pengalaman dg orang lain
• Pandangan diri merp interpretasi dr pandangan orang lain thd diri
“ Belajar diri sendiri melalui cermin orang lain”

3. Self Perception (Persepsi diri sendiri)
• Persepsi individu terhadap diri sendiri
• Persepsi individu thd pengalaman akan situasi ttt

PENGERTIAN
• Ad/ semua ide, nilai, perasaan, pikiran/pandangan dan keyakinan yg kuat tentang diri sendiri yg mempengruhi hub dg orang lain
• Pandangan inividu thd dirinya :
– Kemampuan
– Hubungan dg orang lain
– Harapan/tujuan/cita-cita
– Pengalaman

• Pandangan diri & pengalaman positif  KD +
• Ciri-ciri KD positif :
 Kemampuan interpersonal, intelekual dan penguasaan lingkungan berfungsi efektif
• Ciri-ciri KD negatif
 Penyesuaian diri dan sosial terganggu

• Rentang Respon Konsep Diri :
Adaptif Mal Adaptif

Aktualisasi KD + HDR Identitas kacau Depersonalisasi



Komponen Konsep Diri
• Gambaran diri
• Ideal Diri
• Harga Diri
• Penampilan Peran
• Identitas Personal


GAMBARAN DIRI
• Ad/ sikap, persepsi, keyakinan & pengetahuan individu secara sadar atau tidak sadar terhadap tubuhnya (ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan)
• Perkembangan gambaran diri :
– Individu menerima reaksi dr luar tg dirinya
– Gambaran diri berkembang sesuai dg proses tumbang


Gangguan Gambaran Diri
• Ad/ Perubahan persepsi ttg tubuh yg diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi keterbatasan, makna dan atau objek yg sering kontak dg tubuh
• Faktor2 yg mempengaruhi:
– Operasi (mastektomi, amputasi, dll)
– Kegagalan fungsi tubuh (bisu, tuli, dll)
– Waham yg terkait dg bentuk & fungsi tubuh
– Perubahan tubuh terkait dg tumbang
– Umpan balik interpersonal yg negatif
– Standar sosial budaya (langsing, tinggi, dll)


Perubahan gambaran diri :
Syok Psikologis
Menarik Diri
Penerimaan/Pengakuan
Integrasi
Psikososial Aspek

Respon Maladaptif thd Gangg Gambaran Diri :
• Menolak untuk melihat & menyentuh bagian tubuh yg berubah
• Tidak dapat menerima perubahan struktur dan fungsi
• Mengurangi kontak sosial : menarik diri
• Pre Okupasi dg bagian tubuh yg hilang
• Mengungkapkan keputusasaan
• Mengungkapkan ketakutan ditolak
• Depersonalisasi


IDEAL DIRI
• AD/ Persepsi individu ttg bagaimana ia harus berprilaku berdasarkan bbrp standar personal
• Standar personal ad/ gambaran individu yg disukai atau bbrp aspirasi, tujuan atau nilai yg ingin dicapai
• Perkembangan ideal diri :
 berkembang sejak masa kanak2, dipengaruhi: orang terdekat/penting, tunutan prestasi/pencapaian


Faktor – Faktor yg mempengaruhi Ideal Diri :
• Orang tua
• Guru
• Teman sebaya
• Sosial budaya
• Ambisi & keinginan un sukses
• Kebutuhan yg realistis
• Kebahagian dlm menghindari kegagalan
• Perasaan cemas dan rendah diri

• Ideal diri positif :
lebih tinggi dr pencapaian saat ini
jelas & realistis

• Ideal diri negatif :
 Terlalu tinggi shg sukar untuk dicapai
 Samar/ tidak jelas
 Menuntut

Gangguan Idela diri  Ggn Konsep diri : HDR

Ideal diri terpenuhi  Harga diri Tinggi

HARGA DIRI
• Ad/ penilaian individu ttg pencapian diri dg menganalisa sejauh mana perilaku memenuhi atau mencapai ideal diri
• Harga diri berkembang didasarkan pd penerimaan, penghargaan, pujian
• Harga diri berkembang dari 2 sumber, yaitu :
– Diri sendiri (mel. Self reinforcemen, tidak mengecilkan diri, merasa puas & dicintai
– Orang lain (dicintai, dihargai dan diperhatikan)


Gangguan Harga Diri/ Harga Diri Rendah
• Digambarkan sbg perasaan negatif thd diri sendiri termasuk hilangnya percaya diri & harga diri
• Harga diri rendah dapat terjadi secara situsional (trauma atau kronis)
Faktor yg mempengaruhi Harga Diri:
• Perkembangan individu
• Ideal diri yg tidak realistis
• Gangguan fisik dan mental
• Sistem keluarga yg tidak berfungsi
• Pengalaman traumatic yg berulang (aniaya fisik, emosi, seksual)


Stressor yg dapat mengganggu HD :
• Penolakan orang tua
• Penghargaan yg kurang
• Pola asuh yg kurang sehat
• Persaingan antar saudara
• Kesalahan atau kegagalan yg berulang
• Standar diri yang tidak tercapai


Tanda-tanda Harga Diri Rendah :
• Mengejek dan mengkritik diri sendiri
• Merendahkan/mengurangi martabat
• Rasa bersalah dab khawatir
• Manifestasi fisik
• Gangguan berhubungan
• Menarik diri dari realitas
• Merusak diri
• Merusak atau melukai orang lain


Perilaku yg berhubungan dg HDR :
• Mengkritik diri sendiri
• Produktivitas menurun
• Destruktif pada diri sendiri
• Perasaan tidak mampu
• Perasaan bersalah
• Irritabel atau mudah marah
• Sikap negatif thd diri sendiri
• Pesimis
• Cemas dan takut


PENAMPILAN PERAN
• Ad/ seperangkat perilaku yg diharapkan secara sosial berhubungan dg fungsi individu di berbagai kelompok sosial
• Faktor2 yg mempengaruhi penyesuaian thd peran
– Penjelasan prilaku yg sesuai dg perannya serta pengetahuan yg spesifik ttg peran yg diharapkan
– Konsistensi respon orang yg berarti/dekat pd perannya
– Keselarasan budaya & harapannya thd perilaku peran
– Pemisahan situasi yg dpt menciptakan ketidakselarasan peran
– Kecocokan dan keseimbangan dari berbagai peran


Gangguan penampian peran :
• Ad/ rusaknya fungsi peran yg dapat disebabkan oleh penyakit, proses menua atau kematian pasangan, keterbukaan interpersonal dan sosial, tidak adanya model, latar budaya yg berbeda


• Penyebab :
– Konflik peran interpersonal
– Contoh peran yg tidak adekuat
– Kehilangan hub yg penting
– Perubahan peran seksual
– Keragu-raguan peran
– Perubahan kemampuan fisik
– Kurangnya kejelasan peran
– Ketergantungan obat
– Kurangnya ketramplan sosial
– Perbedaan budaya
– HDR
– Konflik antar peran yg sekaligus diperankan


Tanda & gejala ggn penampilan peran
• Mengunkapkan ketidakpuasan perannya atau kemampuan penampilan peran
• Mengingkari atau menghindari peran
• Kegagalan transisi peran
• Ketegangan peran
• Kemunduran pola tanggung jawab yg biasa d peran


IDENTITAS PERSONAL
• Ad/ Kesadaran akan keunikan diri sendiri yg bersumber dari penilaian dan observasi diri sendiri
• Perasaan kuat akan identitas di tandai dg :
– Memandang dirinya secara unik
– Merasakan dirinya beda dg orang lain
– Memiliki otonomi, menghargai diri sendiri, percaya diri, mengontrol diri
– Mempunyai persepsi ttg gambaran diri, peran dan konsep diri


Karakteristik identitas :
• Individu mengenal dirinya sebagai mahluk yg terpisah dan berbeda dg yang lain
• Individu mengakui/menyadari jenis seksualnya
• Individu mengetahui & menghargai berbagai aspek ttg peran, nilai, prilaku scra harmonis
• Individu mengakui dan menghargai diri sendiri seseuai dg penghargaan lingkungan sosialnya
• Individu sadar akan hubungan masa lalu, masa ini dan yang akan datang
• Individu mempunyai tujuan yg dapat dcapai dan direalisasikan

Gangguan Identitas
• Terjadi melalui bbrp cara yg semuanya menggambarkan kekaburan dan tidak konsisten dlm memandang diri sendiri.
• Kekaburan tampak pd nilai, tujuan, & keyakinan
• Faktor yg mempengaruhi :
– Hubungan interpersonal (orang tua & teman sebaya)
– Perkembangan (pola asuh yg tidak konsisten, penganiayaan, ketidak pedulian)
– Gangguan Jiwa


Perilaku yg berhubungan dengan identitas kabur :
• Kode moral tidak dilakukan
• Eksploitasi hubungan interpersonal
• Perasaan kosong
• Kacau identitas sosial
• Kecemasan yg tinggi
• Tidak mampu berempati dg orang lain
• Kecintaan pada diri sendiri yg patologis
• Masalah dlm hubungan intim
• Ideal diri yg tidak realistis

Konsep keperawatan

KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT


Ilmu Keperawatan

Peran serta Masyarakat Kesehatan Masyarakat

Tiga komponen dasar ilmu Keperawatan Kesehatan Masyarakat

Konsep keperawatan dikarakteristikan oleh 4 konsep pokok yaitu:
1. Manusia
2. Kesehatan
3. Keperawatan
4. Lingkungan
Paradigma Keperawatan
1. Konsep Manusia
Manusia adalah makhluk bio-psiko-sosial dan spiritual yang utuh dan unik, dalam arti merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena mempunyai berbagai macam kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya. (Konsorsium Ilmu kesehatan, 1992)
Manusia sebagai sasaran pelayanan atau asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan. Sebagai sasaran praktek keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat.
a. Individu sebagai klien
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya mencakup kebutuhan biologi, social, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurang kemauan menuju kemandirian pasien/klien.
b. Keluarga sebagai klien
Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia dapat dilihat pada Hirarki Kebutuhan Dasar Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu focus pelayanan keperawatan yaitu:
1) Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat
2) Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah, memperbaiki atau mengabaikan maslah kesehatan dalam kelompoknya sendiri. Hampir setiap masalah kesehatan mulai dari awal sampai pada penyelesaiannya akan dipengaruhi keluarga. Keluarga mempunyai peran utama dalam pemeliharaan kesehatan seluruh anggota keluarga.
3) Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan. Penyakit pada salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga tersebut. Peran dari anggota-anggota keluarga akan mengalami perubahan, bila salah satu angota menderita sakit. Disisi lain status kesehatan dari klien juga sebagian akan ditentkan oleh kondisi keluarganya.
4) Dalam merawat
c. Masyarakat sebagai klien
Kesatuan hidup manusia yang brinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tetentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu indentitas bersama
Ciri-ciri:
1) Interaksi antar warga
2) diatur oleh adat istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas
3) Suatu komuniatas dalam waktu
4) identitas yang kuat mengikat semua warga
2. Kesehatan
Sehat didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif (Parson).
Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif dan produktif (Paplau).
Menurut HL Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan
1) Keturunan
2) Perilaku
3) Pelayanan kesehatan
4) Lingkungan
Sehat merupakan tujuan dalam pemberian pelayanan keperawatan , dimana kondisi sehat-sakit berada dalam suatu rentang dari kondisi sehat optimal sampai dengan status kesehatan yang terendah yaitu kematian dan kondisi normal berada di tengah.
3. Keperawatan
Pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga , kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
Keperwatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.
Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik maupun mental, keterbatasan pengetahuan serta kurang kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (Primary Health care) untuk memungkinkan setiap orang mencapai kemampuan hidup sehat dan produktif. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan wewenang, tanggung jawab serta etika profesi keperawatan.
Sebagai suatu profesi, keperawatan memiliki falsafah yang bertujuan mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan. Pertama, Keperawatan menganut pandangan yang holistic terhadap manusia yaitu keutuhan sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual. Kedua, kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistic dalam arti menghargai dan menghormati martabat manusia, memberi perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua manusia. Ketiga, keperawatan bersifat universal dalam arti tidak membedakan atas ras, jenis kelamin, usia, warna kulit, etnik, agama, aliran politik dan status ekonomi social. Keempat, keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan serta yang kelima, keperawatan menganggap klien sebagai partne aktif dalam arti perawat selalu bekerjasama dengan klien dalam pemberian asuhan keperawatan.
4. Lingkungan
Lingkungan dalam paradigma keperawatan berfokus pada lingkungan masyarakat, dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia. Lingkungan di sini meliputi lingkungan fisik, psikologis, social budaya dan lingkungan spiritual. Untuk memahami hubungan lingkungan dengan kesehatan masyarakat (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) dapat digunakan model segitiga agen-hospes-lingkungan atau agent-host-environment triangle model yang dikemukakan oleh Leavelll,(1965), dimana ketiga komponen saling berhubungan dan dapat berpengaruh terhadap status kesehatan penduduk.

Dinamika Kelompok Dalam Keperawatan

DINAMIKA KELOMPOK



Pengertian dinamika kelompok
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok manusia, dimana anggota-anggotanya berinteraksi satu sama lainnya yang dapat menimbulkan kerjasama yang baik sehingga dapat mencapai tujuan kelompok secara optimal.

Tujuan dinamika kelompok adalah :
1. Untuk lebih membangkitkan diri seseorang anggota kepada anggota lainnya dalam kelompok sehingga saling menghargai, menghormati, toleransi, keterbukaan dan lain-lain.
2. Untuk menimbulkan rasa solidaritas para anggota kelompok sehingga timbul pertisipasi yang sepontan untuk mencapai tujuan bersama

Dinamika kelompok dilaksanakan tidak hanya dalam rangka suatu program pendidikan atau pelatihan, dimana para peserta pendidikan/pelatihan tersebut dipersiapkan agar dalam mengikuti pendidikan/pelatihan sudah timbul kerjasama yang baik diantara para peserta, tetapi dinamika kelompok digunakan juga dalam rangka mengembangkan organisasi, guna menciptakan kerjasama yang baik antar anggota suatu unit dan antar unit-unit organisasi.


DASAR-DASAR HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Setiap kelompok manusia dimana-mana anggota-anggotanya berinteraksi satu sama lain dapa tmenimbulkan kerjasama yang kurang baik. Hal ini disebabkan penonjolan kepentingan perorangan dalam kelompok sangat nyata antara lain karena sifat individualistis dari anggota kelompok.

Kurt Lewin dari Massachusets Institute of Tecnology, menginginkan adanya peleburan dari pada sebagian pendapat-pendapat pribadi untuk menciptakan pendapat kelompok. Peleburan itu hendaknya terjadi dalam suasana penu pengertian diantara anggota kelompoknya. Hal ini tidak berarti bahwa perbedaan, bahkan pertantangan pendapat tidak boleh terjadi, tetapi perbedaan tersebut harus dipercahkan dalam suasana kekeluaargaan.

Metode yang dimuat dalam dinamikan kelompok sangat mengutamakan interaksi atas hubungan antar manusia sesama anggota kelompok. Keakraban hubungan tersebut satu sama lain diharapkan dapat menimbulkan keterbukaan hati, sehingga saling dapat menggunakan perasaan mereka dan menghilangkan jauh-jauh perasaan yang terseubung. Dalam keaadaan demikian diharapkan dapat menerima kritik dengan lapang dada yang berarti saling menunjukan kasalahan/kekurangan sesama teman untuk dapat diperbaiki.


PELAKSANAAN DINAMIKA KELOMPOK

Dinamika kelompok bertujuan untuk mebuat kelompok efektif, oleh karena itu kelompok berbentuk kecil, keseluruhan anggota tidak lebih dari 24 orang, yang selama pelatihan dapat dibagi menjadi 3, 4, ataupun 8 kelompok, cara penyelenggaraan dinamika kelompok bermacam-macam dikategorikan dalam 3 kelompok besar :

1. Bebas tanpa acara (unstructure )
Kelompok didiamkan saja tanpa diberi pengarahan ataupun jadwal. Dengan cara tersebut peserta merasa tidak tahan dan timbul inisiatif untuk mencari topik-topik yang didiskusikan. Sifat ketergantungan anggota kelompok diharapkan dapat dihilangkan. Keburukan cara ini ialah pertikaian antara anggotanya, pengelamturan, dan kejenuhan.
2. Acara diberikan sebelumnya (structure)
Kelompok sudah diberi jadwal selama ber;langsungnya dinamika kelompok tanpa menghiraukan proses yang terjadi dalam setiap mata acara. Kebaikan acara ini adalah adanya kejelasan program sehingga menimbulakan kesan kesiapan pelatihan. Keburuklannya adalah kurangnya inisiatif peserta, karena kesemuanya sudah diatur sebelumnya.
3. Konfirmasi
Pelatihan telah mempersiapkan beberapa kemungkinan jadwal yang penerapannya disesuaikan dengan perkembengan proses interaksi yang terjadi dari waktu kewaktu. Kebiakannya program pelatihan terkendali tanpa mematikan inisiatif peserta. Keburukannya persiapan memakan waktu yang lama dan pelatihannya harus menganalisa perkembangan dari mata acara yang lain serta mencarikan/mempersipakan mata acara berikutnya dalam waktu yang kadang-kadang sangat sempit.


MANFAAT DINAMIKA KELOMPOK

1. Faedah perorangan
Peserta dinamikan kelompok dapat mengenal dan memperoleh gambaran tentang peserta-peserta lainnya serta menarik pelajaran dan pendapat/pengalaman yang diceritakan oleh peserta-peserta lain. Setiap peserta mempunyai persepsi yang berlainan tingkatnnya yang dapat dicari manfaatnya sebagai pelajaran, yang seorang menganggap berguna yang lain menganggap tidak berguna bahkan dapat membahayakan karirnya bia hendak ditarik manfaatnya.
2. Faedah bagi kelompok
Kelompok dapat memperoleh pengalaman setelah berlangsungnya program dinamika kelompok tentang cara-cara pengambilan keputusan, pencapainya konsensus kelompok, prosedur ataupun sistematika kerja dalam kelompok dan mengatasi perselisihan pendapat yang timbul.
3. Faedah bagi organisasi
Mengenal cara-cara lain kerja atau menciptakan kerjasama dalam kelompok dapat dijadikan dasar kerjasama antar unit dalam suatu oraganisasi. Unit-unit organnisasi yang menjalankan proses dinamikan kelompok. Kesatuan bahasa dalam memecahkan masalah, kelancaran berkomunikasi yang timbul antara unit-unit akan memperlancar dan menyempurnakan kerjasama organisasi.


MASALAH-MASALAH DALAM DINAMIKA KELOMPOK
1. Adanya bermacam-macam watak pada anggota kelompok, memerlukan pendekatan yang berbeda-beda seperti :
- Peserta terlalu emosional
- Peserta yang mudah tersinggung
- Peserta kurang dapat menghargai pendapat orang lain
- Peserta memiliki rasa rendh diri
2. Keterbatasan kemampuan pelatih tentang :
- Hubungan antara manusia
- Komunikasi
- Kemasyarakatan
- Kepemimpinan
- Membuat lelucon-lelucon yang segar

RANGKUMAN

Kerjasama yang timbul selama berlangsungnya dinamika kelompok mengandung unsur-unsur toleransi, saling menghargai, keterbukaan. Pengertian yang dalam, sudah terbentuk. Dengan insiatif ini diharapkan jenis dinamika kelompok tersebut akan terus hidup. Kelompok tidak akan menjadi layu melainkan selalu mendapat angina segar dalam melakukan kegiatan.


PENUTUP

Demikian materi dinamika kelompok disajikan agar peserta menjalin kerjasama yang lebbih erat, baik didalam melaksanakan tugas maupun dalam kehidupan sehari-harinya.

Sistem Pernafasan

Hidung: Rongga hidung (Kovum Nasi).Lubang Hidung (Nares) sekat yang membagi 2 (septum Nasi). Didalam tulang2 yang berbatasan dngn hidung terdapat ruangan2 :Sinus. Sinus Frontalis didalam tulang dahi,Sinus maksilaris didlm tlng rawan, sinus etmoidalis didlm tlng tapisan,Sinus Sfenoidalis didlm tlng baji.
Farings:
1.Naso Farings,terdpt dibelakang hidung disebelah atas langit2 lunak (palatum molla) pd dinding belakang terdpt kelenjar limfe : Tonsilia Faringea/ adenoid.Saluran Tuba Auditiva yg datang dr telinga tengah jg bermuara pd naso farings sehingga udara dpt masuk kedlm telinga tengah.
2.Oro Farings, terletak dibelakang mulut dibawah palatum molle.didinding kanan kirinya terdpt kelenjar limfa: Tonsilia Palatina. Batas antara naso farings dngn oro farings yg merupakan suatu penyempitan farings: Ismus Farings,Batas antara oro farings dngn rongga mulut disebut Ismus Fausium.
3. Laringo Farings : bagian dr farings dibelakang larings.
Larings: bagian alat pernafasan terletak diantara oro farings dan trakhea. Larings sebenarnya terdiri atas beberapa buah tlng rawan yg diikat bersama oleh ligamentum & membran. Tlng Rawan tsb : Tiroid (Yang terbesar), Krikoid (bentuk cincin stempeldngn bag. Lebar dibelakang), Aritenoid (Ada sepasang/tempat melekatnya pita suara/sela2 kedua pita suara: rima glottidis) , Epiglottis (bentuk seperti sendok sepatu), Kornikulata & kuneiformis.
Trakhea: panjangnya 12cm,susunan tlng rawan 16-20bh. Pd setinggi ruas vetrebra torakalis V, ada 2 cabang : Bronkhus kanan/kiri masuk ke paru2 kanan/kiri. Bentuk seperti tepal kuda cincin tlng rawan dan lapisan otot polos.
Paru-Paru (PULMO): Terletak di dinding rongga dada 1.di depan: tlng sternum dan tlng rwn iga. 2. di samping: iga2 sera otot antar iga 3. di belakang :12 ruas tlng punggung 4. diatas: dasar leher 5.di bawah: oleh diafragma. Ruangan didlm rongga dada terdpt diantara ke2 paru2 :MEDIASTINUM.isinya: jantung,pembuluh2 darah yg besar,usofagus,trakhea ,duktus torasikus. Puncak Paru2 :Apeks pulmonum. Pangkal Paru2 : Basis Pulmonum.paru2 kiri terdiri 2 lobus, yang kanan 3 lobus. Masing2 lobus terbagi lg jd bag. Yg lbh kecil : LOBULUS.
PLEURA: -Lapisan dalam yang menempel pd paru2 : Pleura Viseralis, -Lapisan luar mlekat pd iga,dinding mediastinum & diafragma : Pleura Parientalis, -terdpt ruang: Rongga Pleura/ terdapat cairan: Cairan Pleura. Tempat melipatnya pleura viseralis menjd pleura parientalis yaitu pd tempat masuknya bronkhus kedlm paru2: HILUS PULMONIS.
BRONKHUS: tempat bercabangnya Bronkhus: BIFURKASIO TRAKHEA. Cabang pertama :Bronkhus Sekundus,didalam setiap lobus bercabang2 menjd banyak BRONKHIOLUS.bercabang lagi BRONKHIOLUS RESPIRATORIUS.berlanjut bercabang DUKTUS ALVEOLARIS,menjadi ATRIUM,menjadi SAKKUS ALVEOLARIS,berakhir ALVEOLUS.
Jd skematis jalannya udara pernafasan mulai dari lubang hidung sampai alveolus:
NARES-KAVUM NASI-NASOFARINGS-OROFARINGS-LARINGS-TRAKHE-BRONKHUS kanan/kiri-BRONKHUS SEKUNDUS-BRONKHIOLUS RESPIRATORIUS-DUKTUS ALVEOLARIS-ATRIUM-SAKKUS ALVEOLARIS-ALVEOLUS.
Mekanisme Pernafasan: Rongga dada dibatasi dr rongga perut oleh sekat: DIAFRAGMA.terdiiri atas lapisan otot yg berbentuk kubah yg dpt bergerak naik turun. Respirasi : EKSPIRASI & INSPIRASI.
INSPIRASI: diafragma didorong kebwh ke arah rongga perut & bersamaan dngn itu tlng rusuk oleh otot pernafasan /otot ANTAR IGA ditarik ke atas,maka rongga dada mengembang dan membesar, udara terisap keluar melalui hidung & sal. Pernafasan masuk kedlm paru2 sampai alvioli.
EKSPIRASI: kembalinya diafragma & tlng rusuk kekeadaan semula sehingga udara terdorong keluar lewat hidung dr dlm paru2.
Kapasitas Paru2:
-VOLUME TIDAL: banyaknya udara dihisap & dikeluarkan selama pernafasan biasa 500cc,
-UDARA KOMPLEMENTER: banyaknya udara yg masih dpt dihisap sesudah inspirasi biasa 2500cc.
-UDARA SUPLEMENTER: banyaknya udara yg msh dpt dikeluarkan sesudah ekspirasi biasa 1000cc.
-KAPASITAS INSPIRASI: banyaknya udara yg dpt dihisap sedalam2nya setelah ekspirasi biasa 3000cc
-KAPASITAS VITAL: banyaknya udara yg msh dpt dikeluarkan setelah inspirasi sedalam2nya 4000cc L/3400cc W.
-UDARA EKSPIRASI KUAT: banyaknya udara yg dikeluarkan pd ekspirasi sekuat2nya selama 1 dtk.75/80%.
-UDARA RESIDUAL: udara yg masih selalu ada didlm paru2 sesudah ekspirasi maksimal 1100cc.
Udara Residual penting u/ penyelidikan tindkn kriminal:
1.Untuk menentukan apakah bayi yang mati sblm lahir at sesudah lahir .
2.Untuk menentukan seseorang mati krn tenggelam at ditenggelamkan.

Sistem Urinaria

Terdiri atas : Ginjal (Ren) kanan & kiri/ ureter kanan & kiri/ kandung kemih(vesika urinaria)/ uretra.
Ginjal (REN)

Ada 2 buah kanan & kiri terletak pd dinding belakang rongga perut sebelah atas dikanan & kiri kolumna vertebralis, dibelakang peritoneum.
Ada 3 lapisan selubung ginjal :
1. yang langsung menempel pd ginjal (selubung fibrosa) yg terdiri atas jar. Pengikat dengan banyak serabut elastis dan selubung ini sangat mudah dilepaskan= kapsula fibrosa
2. ditemgah2 terdpt selubung lemak yg berguna sebgai pelindung ginjal=kapsula adipose
3. Lapisan paling luar yg terdiri atas jaringan pengikat amat keras= renalis

Bagian yg cekung dr ginjal= hilus renis, bagian yg berongga =pelvis renis, dr pelvis renis kemudian berlnjt ke ureter. Pada pelvis renis bermuara kaliks mayor, pada kaliks mayor bermuara keliks minor,pd keliks minor bermuara papilla renalis yg merupakan puncak dr piramid renalis.
pd setiap papilla renalis bermuara banyak sekali duktus papillaris sehingga pd papilla tsb terdpt banyak lubang2 = area kribrosa.
Bagian yg padat terdiri atas 2 bag : -korteks, bag terluar yg berwarna coklat kemerah2an dan medulla, bagian tengah yg berwarna lembayung/ungu.
Bagian terkecil dr ginjal yg dpt membt urine = NEFRON. Terdiri atas : 1. bagian pangkal yg berbentuk seperti mangkuk KORPUSKULUM 2. bagian yg berupa sal u/ membawa calon urine TUBULUS RENALIS. Tubulus Renalis terbg atas yg pangkal dkt dngn korpus kulum malpighi TUBULUS PROKSIMAL, sedangkan sisanya yg bagian ujung yg kemudian bermuara pd papilla renalis TUBULUS DISTAL.
Fungsi Ginjal:
- Membuat & mengeluarkan urine dr ginjal
- Membuang bahan buangan sebg sisa metabolisme
- Mengatur keseimbangan air dlm tubuh
- Mengatur keseimbangan asam basa darah didlm tubuh
- Mengatur konsentrasi garam & keseimbangan ion didlm darah.

PROSES PEMBUATAN URINE DIDALAM GINJAL

3 macam mekanisme pembuatan urine didlm nefron :
1. Filtrasi : penyaringan, 2. Reabsorbsi : Penyerapan kembali 3. Sekresi : Pengeluaran langsung

Faktor2 yg mempengaruhi pembuatan urine :
1. Faktor Neorologik 2. Faktor Hormonal 3. Faktor Otomatisasi Kerja Ginjal.

Reabsorbsi air dikendalikan oleh hormone ADH (Anti Diuretic Hormon). Banyaknya urin yg dikeluarkan karena kurangnya hormone ADH = Diabetes Insifidus.
SUSUNAN URINE
Normal berwarna Kekuning-kuningan berat jenis 1015-1025
Susunan = air 96%, urea 2%, garam2/asam urat/kreatinin 2%

URETER
Ada sepasang berjalan dr pelvis renis menuju ke vesika urinaria. Letaknya dibagian belakang rongga perut & rongga panggul. Panjang 25-30 cm.
Dinding ada 3 lapis : - paling dalam =lapisan mukosa, -ditengah =lapisan otot polos –paling luar =lapisan jaringan pengikat fibros.
Lapisan otot polos mampunyai daya peristaltic unt mendorong urine masuk kedlm vesika urinaria.

Vesika Urinaris/ Kandung kemih
Merupakan kantung berotot sebagai penampungurine sebelum dikeluarkan. Letaknya dibelakang rongga panggul tepat dibelakang simfisis osium fubis. Kapasitas kalau penuh dpt smpai 300cc bahkan lebih krn dindingnya dpt direnggangkan.
Muara kedua ureter dan lubang pangkal uretra membentuk daerah segitiga samasisi kecil dengan panjang sisi + 3cm =TRIGONUM VESIKE

Cara pengeluaran Urin dari Vesika urinaria= miksi= BAK
Secara normal lapisan otot polos dinding visika urinaria dlm keadaan kontraksi ringan.visika urinaria menampung urine yg diisi sedikit demi sedikit dr ginjal lewat ureter sampai akhirnya vesika urinaria penuh.Rasa penuh itu yg menimbulkan keinginan untuk miksi.sambil otot sfingster vesika masih dlm keadaan kontraksi agar urine jangan keluar.

URETRA
Merupakan saluran pengeluaran urine dr vesika urinaria keluar tubuh. Ada perbedaan antara uretra pria & wanita. Pada pria uretranya tdk lurus ttp berjlan membelok.panjangnya 15-20 cm.
Uretra pada wanita pendek & lurus berjln kearah bawah dan depan ,panjangnya 2,5-4 cm
Uretra pria ada 3 bagian :
1.bagian pangkal=bagian prostate, 2.bagian tengah=bagian membranosa= bagian difragma uretra 3.bagian ujung= bagian kavernosa.

Gambar duodenum dan kelenjar yg bermuara didasarnya:
- Duktus hepatikus
- Duktus sistikus
- Duktus koledukus
- Duktus pankreatikus asesorius = duodenum
- Duktud koledukus = duodenum
- Sfigster oddi =Duodenum
- Pancreas
- Ekor
- Korpus
- Duktus pankreatikus
- Kaput pankreas

Alat Reproduksi Wanita

Alat kelamin Luar, seluruhnya dinamakan VULVA, yg terdiri :
1. Mons pubis = bukit kemaluan
2. Labium Mayus
3. Perineum
4. Labium Minus
5. Klitoris
6. Vestibulum
7. Uretra
8. Vagina
9. Himen
10. Kelenjar Vestibulum mayus

MONS PUBIS = BUKIT KEMALUAN
Merupakan lapisan lemak yg tebal dan agak menonjol dibawah kulit diatas simfisis pubis. Mulai pubertas banyak ditumbuhi rambut.

LABIUM MAYUS
Merupakan lipatan kulit berlemak mulai dari mons pubis sampai perineum. Panjang 5 lebar 2cm, merupakan bagian dari vulva yg paling besar. Berkembang dengan baik mulai saat pubertas dngn banyak ditumbuhi rambut. Sesudah menopouse, mengalami atrofi = susut. Labium mayus boleh disamakan dngn skrotum pd pria. Umumnya alat kelamin luar yg nampak dari luar hanyalah mons pubis dan labium mayus yg selalu berdempetan menutup bag. Yg sebelah dalamnya.

PERINEUM
Daerah kulit antara vagina dengan anus. Panjangnya 5cm dan banyak ditumbuhi rambut.

LABIUM MINUS
Merupakan lipatan kulit dibawah labium mayus. Banyak mengandung kelenjar keringat dan kelenjar minyak untuk melicinkan permukaannya.Panjangnya 2-4,5cm, lebar 0,25cm. Gampang membesar terutama pd wanita yg sering melahirkan. Labium minus dpt menonjol keluar diantara kedua labium mayus. Labium minus boleh disamakan dngn bagian penis pada pria.

KLITORIS
Merupakan bag yg sangat peka dan erektil sesuai dngn penis dalam ukuran mini, terdapat dibawah mons pubis, jg tertutup oleh preputium. Panjangnya 2,5cm yg terdiri atas glans klitoris dan korpus klitoris.

VESTIBULUM
Merupakan celah at ruangan diantara kedua labium minus. Padanya terdapat muara uretra didepan dan muara vagina dibag belakang.

(LUBANG) URETRA
Terdapat dibelakang vestibulum diatas vagina

LUBANG VAGINA
Terdpt diantara ke2 labium minus dibelakang vestibulum dibawah lubang uretra. Dinding vagina kanan & kiri biasanya saling bersentuhan. Pada wanita yg masih gadis at belum menikah, vaginanya tertutup oleh selaput himen. Himen merupakan lipatan selaput dr membran mukosa yg biasanya berbentuk sabit, ada lubang kecil unt lewatnya darah menstruasi. Kadang2 ada pula yg berlubang2 kecil seperti saringan dinamakan HIMEN SARINGAN.

KELENJAR VESTIBULUM MAYUS
Ada sepasang, masing2 terdpt dibwh labium mayus; kelenjar ini membuat cairan semacam lendir yg berguna unt membasahi liang vagina ketika persetubuhan. Seluruh permukaan luar vulva umumnya ditumbuhi rambut, sedangkan permukaan dalamnya banyak mengandung kelenjar keringat & kelenjar minyak sehingga selalu basah dan lembab, menyebabkan tak ada gangguan dlm berjalan at berlari.

Alat kelamin dalam:
1. Ovarium
2. Tuba uterina = Tuba fallopi = Saluran telur
3. Uterus = rahim
4. vagina

OVARIUM
Ada 2 bh, kanan & kiri. Merupakan 2 bh kelenjar indung telur yg dpt membt ovum = sel telur. Ovarium terletak didlm rongga panggul disamping kanan dan kiri uterus & melekat pd uterus melalui ligamentum ovarium = ligamentum indung telur = alat penggantung indung telur.
Bagian luar ovarium disebut KORTEKS OVARIUM yg mengandung banyak sekali calon folikel yg disbt EPITELIUM GERMINATIVUM dimana didlmnya terdpt calon ovum. Jumlahnya pd ke2 ovarium ada 30.000-300.000bh.
Epitelium germinativum kemudian timbul menjadi folikel primer. Folikel primer sudah terjadi sejak bayi lahir, tetapi baru tumbuh & berkembang sampai terjadi ovulasi sejak pubertas.
Dari sekitar 300.000 bh folikel primer td hanya 400bh sj yg masuk mulai pubertas sampai wanita berumur 45 th (menopouse) yg lain mengalami degenerasi. Dlm perkembangan & pertumbuhannya, folikel primer yg semula ada dipermukaan ovarium masuk ke arah dalam menjadi folikel Graaf muda lalu folikel Graaf dewasa. Folikel Graaf tsb lalu kembali ke permukaaan menjadi Folikel Graaf masak, kemudian pecah dan terlontarlah sebuah ovum ke dlm rongga perut. Pocahnya folikel Graaf yg masak dengan terlontarnya sebuah ovum disebut OVULASI.

Folikel Graaf yg pecah terjd krn banyak mengandng bekuan darah lalu berwarna merah, maka sekarang dinamakan KORPUS RUBRUM. Korpus Rubrum kemudian menjd padat & berwarna kuning yg dinamakan KORPUS LUTEUM. Kalau tdk terjd pembuhaan, korpus luteum disebut korpus luteum menstruasi & akan mengalami kemunduran & rusak sampai saat menstruasi berikutnya, lalu disebut korpus albikans krn berwarna putih. Tetapi kelau terjd pembuahan maka korpus luteumnya dinamakan korpus luteum kehamilan & akan tetap dipertahankan sampai saat melahirkan (sampai terbentuknya plasenta) yg selanjutnya mengambil alih tugas korpus luteum.

FUNGSI Seksual sesudah setengah baya :
- pd pria 50 thn keatas
- pd wanita sesudah menopause

Pada Pria
Menurunnya fungsi (hipofungsi) testis tdk berjalan cepat seperti pd hipofungsi ovarium pd wanita, tetapi perlahan2 sesuai dngn meningkatnya umur. Tubulus seminiferius perlahan2 mengalami atrofi (degenerasi) menjd jaringan pengikat demikian jg sel interstisial leydig. Sehingga produksi spermatozoa & hormon testosteron makin lama makin menurun.

Pada Wanita
Berbeda dngn atrofi testis pd pria, atrofi ovarium berjalan cepat pd wanita di atas 40thn, dimulai dngn menstruasi yg tdk teratur (KLIMAKTERIUM) smpai terjd menopouse.

Karena berkurangnya jaringan lemak, mons pubis menjadi tipis, tdk menonjol lg.
- Labium mayus, labium minus & klitoris mengalami atrofi & menciut.
- Rambut kemaluan menjd tipis & jarang
- Liang vagina menjd menyempit, dinding vagina menjd tipis & elastisitasnya berkurang dan mudah terkena infeksi.

Baik folikel Graaf maupun korpus lutenum masing2 dpt membuat hormon. Folikel graf membuat hormon estrogen sdngkan korpus luteum hormon progesteron. Kedua hormon tsb memacu pertumbuhan endometrium sehingga menjd subur & menebal untk mempersiapkan tempat bg sel telur yg telah dibuahi, kalau tdk terjd pembuahan Maka endometrium yg akan menebal td akan lepas dngn banyak pendarahan masuk kedlm rongga rahim & dikeluarkan lewat vagina terjadilah MENSTRUASI.
Bekerjanya ovarium diatur oleh hormon yg dibuat oleh kelenjar hipofise diotak, kelenjar hipofise antara lain membuat hormon :
1. HORMON FSH = FOLLICLE STIMULATING HORMONE, yang bekerja memacu masaknya folikel graf agar dpt membuat hormon estrogen
2. HORMON LH = LUTEINIZING HORMONE, memacu pembentukan hormon progesteron.

Dalam keadaan normal hormon FSH & LH dibuat sebulan sekali sesuai dngn berkala menstruasi, kecuali kalau terjd pembuahan & kehamilan maka hormon LH dibuat lebih banyak sehingga korpus luteum yg sdh terbentuk tetap dipertahankan sampai terbentuknya plasenta & tgs korpus luteum dlm pembuhaan hormon progesteron diambil alih oleh plasenta.
Ovarium mulai berfungsi pd saat pubertas (mulai menstruasi pertama kali = pd umur 11-13thn) dmana ovum dilepaskan setiap bulan sesuai dngn berkala menstruasi & berlanjut sampai umur 45 thn (Menpause = mati haid).

TUBA UTERINA = TUBA FALLOPII = SALURAN TELUR
Ada sepasang panjangnya 10 cm, terbagi atas :
1. Infundibulum, seperti cerobong yg diujungnya ada rumbai2 dinamakan FIMBRIA, sebuah dr fimbria tsb berhubungan dngn ovarium dinamakan FIMBRIA OVARIUM, fimbria2 tsb berguna unt dpt menangkap sel telur yg dilepaskan setiap bulan ketika menjadi ovulasi.
2. Ampula tubae bag yg melebar, diduga tempat terjd nya pembuhaan (fertilisasi)
3. ISMUS, bagian yg menyempit yg berhubungan ampula dngn saluran bag uterus
4. Saluran Bag Uterus yg berjalan masuk kedlm dinding uterus.

Dinding tuba terdiri atas :
1. Lapisan luar terdiri atas jaringan pengikat mukosa
2. Lapisan tengah terdiri atas otot polos yg mempunyai daya peristaltik
3. Lapisan dalam terdiri atas epitel bersilia yg mempunyai bulu2 getar.

Tugas tuba mengangkut ovum yg lepas dr ovarium dngn bantuan gerakan peeristaltik tuba & dorongan bulu2 getar didlm tuba. Fertilisasi terjd didlm tuba biasanya pd ampula dimana sel spermatozoa yg dtng dari vagina menembus dinding sel telur masuk kedlmnya dan ekornya ditinggal diluar. Kedua sel tsb menyatu menjadi satu sel telur yg sudah dibuahi. Sel tsb kemudian tumbuh & memperbanyak diri, mula berbentuk bulat yg disebut MORULA, lalu bergerak sepanjang tuba masuk kedlm rongga rahim menembus salah satu sisi dinding dlm rahim (endometrium) & bersemayam didlm dinding rahim. Disini terbentuk kantong membran dimana fetus tumbuh didlmnya yg dihubungkan dngn kantong membran td melalui tali pusat, kantung membran tadi kemudian tumbuh menjadi plasenta.

UTERUS = RAHIM
Meupakan kantung berotot seperti buah pir terletak ditengah2 rongga panggul. Diapit oleh vesika urinaria didepan dan rektum dibelakang. Panjang 7,5cm lebar 2,5cm. berat 30-40 gram.
Bagian atasnya lebar disebut KORPUS UTERI. Disini terdapat rongga rahim berbentuk segitiga yg puncaknya kebawah. 2 puncak sebelah atas tempat bermuaranya tuba, sedang puncak yg bawah menjd LEHER RAHIM = SERVIKS UTERI, Korpus uteri bag atas disebut fundus uteri. Bagian bawah yg sempit disebut leher rahim. Pada serviks terdapat saluran sempit yg menghubungkan rongga rahim dngn vagina. Pintu dr rongga rahim keserviks disebut OSTIUM INTERNA sdngkan pintu serviks ke vagina disebut OSTIUM EKSTERNA.

Dinding uterus, hampir seluruhnya terdiri atas otot polos yg tebal, dibagian luarnya tertutup oleh peritoneum dan dinding dalamnya dinamakan endometrium yg merupakan lapisan epitel. Lapisan endometrium yg lepas setiap bulan bersama dngn darah menstruasi.
FUNGSI UTERUS
1. Menerima sel telur yg telah dibuahi didlm tuba unt tumbuh dan berkembang didlm rahim. Sel telur yg telah dibuahi tsb masuk kedlm lapisan endometrium (NIDASI) yg sudah cukup tebal dan subur atas pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Sebelumnya, ditempat itu janin (FETUS) tsb tumbuh sampai mengisi seluruh rongga rahim selama masa kehamilan 40 minggu ( 9 bln ).
Pada akhir masa kehamilan ukuran rahim menjadi 33 x 23 x 200 cm & berat 1 kilo. Pertumbuhan janin tsb diikuti pula dngn terbentuknya kantung membran yg berisi cairan pembungkus janin tsb sehingga janin seolah2 terapung didlm kantong membran dan jg sbg perlindungan terhadap janin. Kantong membran td mengisi seluruh rongga rahim & menempel pd seluruh dinding rahim. Pada tempat masuknya sel telur yg telah dibuahi td didlm endometrium, tumbuh & terbentuklah plasenta diikuti dngn tumbuhnya tali pusat janin dngn banyak pembuluh darah dr udel janin menuju keplasenta. Plasenta menerima darah ibu melalui dinding rahim sedangkan janin menerima darah ibu dr plasenta melalui tali pusat. Sementara itu alat2 tubuh janin makin tumbuh & berkembang termsk pula alat2 pd sistem peredaran darah sehingga janin mempunyai sistem peredaran darah sendiri yg disebut peredaran darah janin.
Makanan unt janin diambil dr plasenta & sisa2 metabolisme janin ditumbuhkan kedlm plasenta lalu diangkut oleh sistem peredaran darah ibu. Pada akhir kehamilan, berat janin sudah mencapai 3,2 kilo gram.
2. Mendoorong bayi yg telah terbentuk keluar dr Rahim = partus, secara berangsur2 serviks dan vagina dilatasi dan korpus uteri kontraksi (HIS). Dilatasi serviks memungkinkan turunnya kepala bayi sedangkan kontraksi uterus mendorong bayi lahir lewat vagina. Setelah bayi lahir, tak lama kemudian diikuti dengan keluarnya kantong membran dan plasenta lewat jalan lahir.
3. INVOLUSI = PERBAIKAN KEMBALI
8 minggu sesudah kelahiran bayi, bentuk dan posisi uterus serta alat2 kelamin lainnya kembali normal sebagai semula seperti sebelum kehamilan.
4. MENSTRUASI
Peristiwa keluarnya darah bulanan dr endometrium. Endometrium setiap bulannya secara berkala mengalami kerusakan dan pendarahan kemudian perbaikan kembali seperti semula sesuai dngn siklus menstruasi, kecuali kalau terjd kehamilan.

Dengan pengaruh hormon estrogen dan progesteron, endometrium menjd sangat menebal dngn banyak bendungan darah unt beberapa hari setelah terjadinya ovulasi disebut PRIODE PRE MENSTRUASI.
Dengan demikian endometrium siap menerima ovum yg telah dibuahi. Kalau tdk terjd fertilisasi maka kapiler2 darah pada endometrium td pecah terjadilah pendarahan masuk kedlm rongga rahim lalu dngn kontraksi uterus, darah dikeluarkan lewat vagina sebagai darah menstruasi disebut PERIODE MENSTRUASI.
Menstruasi terjadi biasanya antara 4-6 hr. Secara normal darah menstruasi tdk akan membeku karena banyak mengandung kalsium. Darah menstruasi bercampur dengan sel2 epitel endometrium yg lepas dan cairan kelenjar2 di rahim.
Sesudah periode menstruasi 4-6hr, lalu periode perbaikan kembali endometrium 3-5hr (INFALSI) diikuti dngn periode ISTIRAHAT antara 10-14 hr sampai timbulnya kembali periode pre menstruasi 7 hr. lalu periode menstruasi, demikian seterusnya kecuali jika terjadi kehamilan.

POSISI UTERUS
Secara normal posisi uterus dlm keadaan anteversi dimana fundus uteri menghadap kearag dinding perut dan serviks uteri mengarah kesakrum , jg ada antefleksi dimana korvus uteri menekuk kedepan pd perbatasan serviks uterus dngn korpus uteri.

VAGINA
Merupakan saluran mulai dari pintu masuk serviks keluar. Dia berjalan mulai dr serviks kearah depan condong kebawah, panjang dada depan vagina 6-7,5 cm, dada belakang 9cm. Karena serviks agak menjorok masuk ke vagina maka antara serviks dan vagina berbentuk kantong yg melingkar disebut FORNIKS VAGINA. Dinding vagina terdiri atas jar. Pengikat fibros dan otot2 vagina, dinding dlm vagina tidak licin polos tetapi berkerut2 melingkar dan memanjang unt dpt menangkap penis pd waktu koitus. Pada waktu melahirkan, kerutan2 tadi dapat merenggang sehingga memperlonggar liang vagina. Vagina selain untuk menerima penis jg unt melahirkan bayi dan jalan keluar darah menstruasi.

PAYUDARA
Ada sepasang kelenjar yg dpt membt ASI. Merupakan alat tambahan pd sistem reproduksi wanita. Pada pria jg ada tetapi mengalami degenerasi. Terletak dibag depan dada dngn besarnya berbeda2. Bentuknya bulat dan cembung, ditengahnya terdpt PAPILLA MAMMAE = PUTTING SUSU, berwarna pink pd gadis remaja dan berwarna agak gelap (hiper pigmentasi) sesudah melahirkan pertama kali. Daerah melingkar dibelakang papilla mammae berwarna agak gelap disebut AREOLA MAMMAE.

Payudara terbagi atas beberapa lobus & setiap lobus terbagi atas beberapa lobulus. Setiap lobulis dpt membuat ASI dan dialirkan melalui pembuluh ASI menuju ke papilla mammae. Payudara mulai tumbuh dan berkembang pd saat pubertas dan akan membesar ketika hamil, menciut dan menggantung ketika tua.

ASI yg pertama kali keluar setelah melahirkan disebut KOLOSTRUM
Pada beberapa wanita payudara jg agak membesar pd setiap menstruasi. Ukuran dan besarnya payudara terutama tergantung kpd banyak sedikitnya jaringan lemak padanya, bukan pada banyak sedikitnya lobus kelenjar mammae.

Alat-alat Reproduksi PRIA

Alat Reproduksi pada pria terdiri atas:
1. Testis dan epidedemis kanan dan kiri
2. Duktus deferens = saluran sperma
3. Kelenjar vesikula seminalis
4. Duktus ejakulatorius = saluran pemancar sperma
5. Kelenjar prostat
6. Penis dan uretra

TESTIS DAN EPIDERMIS
Adalah sejenis kelenjar yg membuat sel2 mani = sperma yg dinamakan spermatozoa, testis jg membuat hormon testosteron umumnya letak testis kanan sedikit lebih tinggi dr testis kiri.
Proses pematangan sel2 sperma & pengangkutannya
Spermatozoa dibuat oleh tubulus seminiferus lalu mengalami pematangan, dicampur dengan berbagai macam cairan sperma membntk air mani lalu dikeluarkan pd saat ejakulasi.
Spermatogenesis artinya riwayat terbentuknya sel2 sperma (Spermatozoa) terjadi didalam tubulus seminiferus. Mula2 terbentuk spermatogonium => lalu menjadi spermatosit primer => kemudian spermatosit sekunder => lalu spermatid => akhirnya menjadi spermatozoa setelah mendapat ekor.
Diantara sel2 muda spermatozoa tadi terdapat pula sel2 yang panjang dengan nukleus tak begitu terang dinamakan sel2 sartoli = Trofosit.
Sel2 sartoli bertugas memberi makan kepd sel2 muda spermatozoa td sampai menjd dewasa.
Sebuah testis terbagi atas 200-300 bh lobulus dan didalam tiap lobulus terdpt tubulus semineferus yg bertgs membuat sel2 sperma. Sel2 sperma yg dibuat td dialirkan ke epididemis. Epididemis terbagi atas 3 bagian : kepala, badan dan ekor. Epididemis panjangnya antara 5-6 m & sangat berkelok2. Ekor epididemis melanjutkan diri sebagai duktus deferens yg bertujuan membawa sel2 membawa sel2 sperma menuju ke penis. Didlm setiap lobulus testis terdpt 1-3 bh tubulus semineferus. Diantara tubulus semineferus terdpt sel2 yg agak besar dinamakan sel2 interstisial yang bertugas membuat hormon testosteron, merupakan hormon kelaki-lakian yg menyebabkan timbulnya tanda2 kelamin sekunder yg baru pubertas : rambut dikemaluan, ketik, dada, kumis & jenggot jg menyebabkan suara menjd membesar. Biasanya sel2 interstisial ( leydig) br memproduksi hormon testosteron menjelang masa pubertas pd anak laki2 12-14 thn serempak dngn mulai dibuatnya sel2 sperma oleh tubulus seminiferius.
Kedua bh testis tsb terdpt didlm kantung kulit sbg pelindung = skrotum. Mula2 dlm pertumbuhan didlm kandungan (semasa janin) testis masih terdpt diatas dibagian belakang rongga perut dekat ginjal. Beberapa saat sebelum lahir secara perlahan2 kedua testis tsb turun dari rongga perut melalui lipat paha (kanalis inguinalis) masuk kedlm skrotum, jd begitu lahir testis sudah terjd didlm skrotum. Peristiwa td dinamakan DESENSUS TESTISKULORUM = turunnya testis kedlm skrotum.

Ada kalanya sampai bayi lahir ternyata testis masih belum turun, masih terdapat didlm rongga perut, hal ini dinamakan KRIPTORKHISMUS = testis yg tersembunyi, terpaksa hrs dilakukan operasi u/ membetulkan agar masuk skrotum. Sebenarnya kalau dibiarkan tdk apa2 krn tdk mengganggu fungsi seksual, hanya menyebabkan mandul krn sel sperma tdk dpt dibuat krn suhu rongga perut lebih tinggi dr pd skrotum.
Ketika testis turun td ikut pula bersamanya sebagian selaput dlm perut (peritonium) sebagai bungkusnya yg disbt TUNIKA VAGINALIS, kemudian mengalami kemunduran sebagai jaringan pengikat saja, terlepas dr rongga perut. Apabila tunika vaginalis tetap utuh sj hal ini kelak dpt menyebabkan timbulnya HERNIA INGUINALIS pd anak2. Perbaikan harus dengan operasi.

DUKTUS DEFERENS = SALURAN SPERMA
Panjangnya 45 cm berjalan mulai dr testis sebagai lanjutan epididemis, naik keatas melalui kanalis inguinalis, lewat diatas vesika urinaria sampai di Kelenjar Vesikula Seminalis

KELENJAR VESIKULA SEMINALIS
Ada sepasang kanan dan kiri, berbentuk kantung kecil panjangnya 4 cm terletak dibelakang vesika urinaria.Saluran bergabung dngn duktus deferens membentuk duktus ejakulatorius. Kelenjar Vesikula Seminalis gunanya untuk membuat cairan mani = cairan sperma.

DUKTUSEJAKULATORIUS = SALURAN PEMANCAR SPERMA
Lanjutan Duktus Deferens, mulai dari kelenjar vesikula seminalis menembus kelenjar prostat, bermuara kedlm uretra 2,5 cm.

KELENJAR PROSTAT
Terletak dibawah vesika urinaria & uretra berjalan ditengah2 nya. Gunanya membuat air mani & jg menyebabkan cairan sperma berbau khas.
Terkadang pd orang tua dpt membesar = HIPERTROFI PROSTAT. Hal ini dapat menggencet uretra sehingga timbul keluhan sukar kencing at tdk dpt kencing sama sekali.
Untuk kencing harus dibantu dngn khateter terapy dengan operasi.

PENIS
Terdiri atas 3 bag jaringan erektil yg bentuknya silindris memanjang, dibungkus oleh jaringan pengikat dan kulit. Dua bag sebelah atas terletak berdampingan disebut KORPUS KONERNOSUM PENIS. Bagian yg ke3 sedikit lebih kecil terletak pd penis bag bawah, diantara ke2 bag penis yg sebelah atas td, dinamakan KORPUS KAVERNOSUM URETRA / KORPUS SPONGIOSUM PENIS.
Ke3 bh korpus Konernosum td bersifat sbg spons (busa) & berisi darah. Apabila adanya rangsangan baik oleh faktor psikis (melamun, berangan2) at faktor fisik (sentuhan) maka banyak darah menuju ke penis melalui pembulu darah arteri, tetapi darah meninggalkan penis melalui vena terhalang oleh menyempitnya pembuluh vena dipenis, akibatnya penis menjadi membesar & tegang (ereksi). Hal ini terjadi secara otomatis diluar kehendak kita oleh pengaruh sistem syaraf otonom. Dalam keadaan lembek, penis bentuknya bulat, panjangnya 6-7cm diameter 2,5cm. ukuran lingkar penis 7cm. Dalam keadaan ereksi, penis menjadi agak berbentuk segitiga kebulat2an dengan panjang 10-13cm, diameter 3cm dan garis lingkaran 9cm.

PENIS DAN URETRA
Penis tersiri atas : a. Glans Penis (Kepala Zakar), b. Kollum Penis (Leher Zakar) c. Korpus Penis (Batang Zakar)

Ditengah2nya terdapat uretra; yg bermuara pada ujung glans penis. Glans penis tertutup oleh lipatan kulit = PREPETIUM. Tempo2 prepetium dpt menutup rapat muara uretra sehingga sukar bak pd anak2 yg disebut FIMOSIS. Harus segera disunat/ sirkumsisi

AIR MANI = CAIRAN SPERMA
Agak kental seperti air kanji dan didalamnya benyak terdapat sel2 mani = sel2 sperma = spermatozoa. Normal banyaknya air mani dlm sekali pengeluaran 3-5cc, normal banyaknya sel sperma 60-150 juta/cc. Pada waktu persetubuhan ada 300 jt sel sperma terdpt didlm vagina, tetapi hanya ada satu saja yg mungkin dpt menjumpai ovum didlm saluran telur.

Pertolongan Persalinan oleh NAKES

Pertolongan persalinan oleh nakes yaitu :

Untuk dapat menurunkan angka kematian ibu di Indonesia, Departemen Kesehatan melakukan strategi agar semua asuhan antenatal dan sekitar 60 % dari keseluruhan persalinan dilayani oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Strategi ini dilaksanakan untuk dapat mengenali dan menanggulangi gangguan kehamilan dan persalinan sedini mungkin.
Tingginya Angka Kematian Ibu ( AKI ) di Indonesia yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup ( WHO 2002 ) tertinggi di Asean, menempatkan upaya penurunan aki sebagai program prioritas. Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan pre eklampsi. Dan untuk mencegah adanya komplikasi obstetric,serta memastikan bahwa komplikasi terdeteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai maka bidan harus kompeten dalam mengidentifikasi adanya tanda-tanda bahaya terutama pada kehamilan.

Definisi persalinan
Persalinan biasa atau normal ( EUTOSIA) adalah proses kelahiran janin pada kehamilan cukup bulan (aterm, 40 minggu), pada janin letak memanjang dan presentasi belakang kepala, yang susut dengan pengeluaran plasenta, dan seluruh proses kelahiran dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tindakan/pertolongan buatan dan tanpa komplikasi

PARTUS NORMAL ATAU PARTUS SPONTAN
bila bayi lahir dengan presentasi letak belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi , umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam

Tujuan asuhan Persalinan normal oleh nakes:
Menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegerasi dan lengkap tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal).

Bidan, sebagai tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada ibu hamil harus dapat mengenali dan menanggulangi tanda bahaya kehamilan dan persalinan sedini mungkin. Karena jika hal ini dibiarkan lebih lanjut maka dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin.
Tanda bahaya kehamilan tersebut antara lain:
• Perdarahan pervaginam
• Sakit kepala yang hebat
• Penglihatan kabur
• Bengkak pada wajah, kaki dan jari-jari tangan
• Gerak janin berkurang
• Nyeri perut hebat

Perdarahan pervaginam
Perdarahan pervaginam dapat terjadi setiap saat pada masa hamil,Perdarahan pada masa kehamilan dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
• Perdarahan pada masa kehamilan muda
Yaitu perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu.
Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan
kehamilan, dapat berupa:
• abortus,
• kehamilan mola,
• kehamilan ektopik.
• Perdarahan pada masa kehamilan lanjut
Yaitu perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi lahir
Perdarahan setelah usia kehamilan 22 minggu biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya. Perdarahan ante partum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, Perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut, dua kondisi yang mengancam jiwa adalah
• plasenta previa
• solutio plasenta.
Kelainan lain ialah perdarahan yang bersumber dari kelainan serviks dan vagina. Kelainan-kelainan yang mungkin tampak ialah erosi porsionis uteri, polip cerviks uteri, varises vulva dan trauma.

Sakit Kepala yang Hebat
Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia
Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah:
1. sakit kepala hebat
2. sakit kepala yang menetap dan
3. tidak hilang dengan istirahat.
Kadang–kadang, dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat disebabkan karena terjadinya edema pada otak dan meningkatnya resistensi otak yang mempengaruhi Sistem Saraf Pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan.

Penglihatan Kabur
perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsi.
Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot) , berkunag-kunang.

Bengkak pada wajah,kaki dan tangan
Edema ialah penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam jaringan tubuh, dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka

Edema bisa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain : jika muncul pada muka dan tangan
bengkak tidak hilang setelah beristirahat
bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti : sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia

Gerakan Janin Berkurang
Gerak janin pertama inutero yang dapat dirasakan ibu disebut quickening, ini terjadi pada usia kehamilan 18 – 20 minggu pada wanita yang baru pertama kali hamil dan antara minggu ke 16 – 18 pada wanita yang mengandung bayi berikutnya.

Nyeri Perut yg Hebat
Seorang wanita hamil Keluhan nyeri perut dapat merupakan gejala penyakit atau komplikasi yang fatal. Keadaan ini dapat terjadi pada kehamilan muda yaitu pada usia kehamilan kurang 22 minggu ataupun pada kehamilan lanjut yaitu pada usia kehamilan lebih 22 minggu.
Selama masa hamil nyeri perut hebat dapat menunjukkan:
• Kehamilan ektopik
• Preeklampsi,
• Persalinan premature,
• Solution plasenta.
• Abortus
• Ruptura uteri imminens

Pelayanan KB Melakukan Pelayanan Kontraspsi Berbagai Metode Kontrasepsi Suntikan Depo Progestin dan pil KB

PENDAHULUAN
SETIAP tahun, lebih dari 600.000 wanita di dunia meninggal akibat komplikasi kehamilan saat melahirkan. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, (1996), 99% kematian itu terjadi di negeri berkembang. Dalam jangka waktu yang sama, tak kurang dari 50 juta aborsi akibat kehamilan tak diinginkan terjadi di muka bumi ini.
Kontrasepsi kemudian dijadikan ”katup pengaman” untuk menekan angka-angka yang mengerikan itu. Di Afrika tercatat, sekitar 82% penduduknya tak berkontrasepsi. Di Asia Tenggara, Selatan, dan Barat, hanya 43% yang sadar kontrasepsi. Negeri maju di Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, selangkah lebih sadar: hanya seperlima warganya yang menolak kontrasepsi.
Peranti kontrasepsi pun dikembangkan dalam berbagai varian. Mulai yang sederhana seperti kondom, diafragma, tablet, dan intraveg –atau dikenal dengan tisu keluarga berencana (KB). Masih ada rupa-rupa pilihan: suntik, intrauterine device (IUD), sterilisasi wanita (tubektomi), sterilisasi pria (vasektomi), bahkan susuk.
Dari ”daftar” tersebut tampaklah ketimpangan: sebagian besar ”pemandul” itu disasarkan pada kaum perempuan. Di Indonesia, yang paling diminati ternyata suntik KB. Alasannya: praktis. Tak seperti pil, yang harus dikomsumsi setiap hari pada jam yang tetap. Hormon progesteron yang disuntikkan mampu mencegah lepasnya sel telur dari indung telur.
Suntikan progestin dirintis oleh Karl Junkmann, pada 1953. Empat tahun kemudian Junkmann dan timnya mengembangkan suntikan norethindrone enanthate (NET-EN), dengan menyosialisasikannya klinik-klinik. Kini suntikan itu beredar dengan merek dagang Noristerat, dan dipakai di sekitar 40 negara.
Ada juga suntikan jenis lain, depo medroxy-progesterone asetat (DMPA), yang dikembangkan Upjohn Company, Amerika Serikat, sejak 1963. Suntikan jenis ini bebas estrogen. Ketika itu, Upjohn mengetahui, estrogen membawa efek samping seperti mual, muntah, dan pembekuan darah pada pemakaian kontrasepsi hormonal.
Penelitian pada 1970-an membuktikan, progestin juga bisa menimbulkan benjolan pada payudara. Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, hanya merekomendasikan pemakaian DMPA bagi wanita yang telah mengalami kegagalan kontrasepsi lain. Meski begitu, DMPA kini tetap dipakai di sekitar 90 negara.
Bagi akseptor suntik, efek samping yang dirasakan adalah gangguan pola haid. Misalnya, menstruasi tak lagi terjadi setiap bulan. Ada juga gangguan pendarahan dari liang sanggama. Namun, pendarahan hebat sangat jarang terjadi. Akseptor yang menghentikan suntikannya akan terganggu kesuburannya empat sampai lima bulan ke depan.
Efek lainnya adalah naiknya berat badan, satu sampai lima kilogram. Keluhan lain: munculnya jerawat, perubahan libido, gangguan sakit kepala, dan rasa nyeri pada daerah suntikan. Namun, ada keuntungan lain, misalnya naiknya kadar Hb –yang bisa mencegah anemia. Dengan DMPA, hanya 1 per 100 wanita yang mengalami kehamilan.
Di Indonesia, menurut penelitian The National Social and Economic Survey (1997-1998), akseptor suntik mencapai 21,1% dari total jumlah akseptor KB. Yang populer dipakai adalah Depo Provera 150 mg, Noristerat 200 mg, Depo Progestrin 150 mg, dan Depo Geston 150 mg. Posisi ketiga setelah penggunaan pil dan suntik adalah IUD.

POKOK MATERI
1. Pengertian dan efektifitas KB suntik dan pil
2. Jenis dan cara kerja KB suntik dan pil
3. Keuntungan dan efek samping KB suntik dan pil
4. Indikasi dan kontra indikasi KB suntik dan pil

URAIAN ISI
A. Pengertian :

Kontrasepsi adalah suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yang bertujuan untuk menjarangkan kehamilan, merencanakan jumlah anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga agar keluarga dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada anak.

Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman
KB Depo progestin adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks dan membuat endometrium tidak layak untuk tempat implantasi ovum yang telah dibuahi. Efektifitasnya tinggi dengan angka kegagalan 1/100 akseptor per tahun, asal penyuntikannya dilakkan secara teratur sesuai jadwal dengan cara penyuntikan intra muskuler{IM} didaerah bokong.
B. Jenis-Jenis Kontrasepsi Suntikan
1.Suntikan / bulan ; contoh : cyclofem
2.Suntikan / 3 bulan ; contoh : Depoprovera, Depogeston
C. Cara Kerja Kontrasepsi Suntikan
- Menghalangi ovulasi (masa subur)
- Mengubah lendir serviks (vagina) menjadi kental
- Menghambat sperma & menimbulkan perubahan pada rahim
- Mencegah terjadinya pertemuan sel telur & sperma
- Mengubah kecepatan transportasi sel telur
D. Keuntungan Dan Efek Samping Suntikan
Keuntungan :
- Efektifitasnya tinggi
- Cara pemberiannya sederhana
- Cukup aman
- Kesuburan dapat kembali
- Cocok bagi ibu-ibu yang sedang menyusui
- Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
- Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
- Menurunkan krisis anemia bulan sabit
Efek samping :
- Gangguan haid
- Mual, sakit kepala, penambahan berat badan
- Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, nervositas, jerawat.
E. Indikasi Kontrsepsi Suntikan
- Usia reproduksi
- Nulipara dan yang telah memiliki anak
- Setelah abortus dan perokok
- Anemia defesiensi besi
- Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen
- Menggunakan obat epilepsy atau tuberkulosis
F. Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntikan
- Hamil atau dicurigai hamil
- Perdarahan yang belum jelas penyebabnya
- Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid terutama amenorea
- Menderita kangker payudara atau riwayat kanker payudara
-Diabetes militus disertai komplikasis
Definisi
Pil KB terpadu : mengandung estrogen dan progestin, bila anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, anda akan terlindung dari kehamilan yang tak dikehendaki selama seluruh waktu siklus bulanan anda.

- Keuntungan (Profil)
 Efektif dan reversibel.
 Harus diminum setiap hari.
 Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan pendarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang.
 Efek samping serius sangat jarang terjadi.
 Dapat dipakai oleh semua Ibu usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak maupun belum.
 Dapat mulai diminum setiap saat bila yakin sedang tidak hamil.
 Tidak dianjurkan pada Ibu yang menyusui.
 Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.

- Jenis
 Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
 Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
 Tiifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif

- Cara Kerja
 Menekan ovulasi.
 Mencegah implantasi.
 Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma.
 Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.

- Manfaat
 Memiliki efektivitas yang tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan).
 Risiko terhadap kesehatan sangat kecil.
 Tidak mengganggu hubungan seksual.
 Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid.
 Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakan-nya untuk mencegah kehamilan.
 Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause.
 Mudah dihentikan setiap saat.
 Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan.
 Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
 Membantu mencegah:
- kehamilan ektopik,
- kanker ovarium,
- kanker endometrium,
- kista ovarium,
- penyakit radang panggul,
- kelainan jinak pada payudara,
- dismenore, atau
- akne.

- Keterbatasan
 Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari.
 Mual, terutama pada 3 bulan pertama.
 Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama.
 Pusing.
 Nyeri payudara.
 Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan justeru memiliki dampak positif.
 Berhenti haid (amenorea), jarang pada pil kombinasi.
 Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI).
 Pada sebagian kecil perempuan dapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang.
 Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan, sehingga risiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat. Pada perempuan usia > 35 tahun dan merokok perlu hati-hati.
 Tidak mencegah IMS (Infeksi Menular Seksual), HBV, HIV/AIDS.

- Yang tidak boleh menggunakan pil kombinasi
Pada prinsipnya hampir semua Ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti:
 Usia reproduksi.
 Telah memiliki anak atau pun yang belum memiliki anak.
 Gemuk atau kurus.
 Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi.
 Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
 Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan ASI eksklusif, sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi Ibu tersebut.
 Pascakeguguran.
 Anemia karena haid berlebihan.
 Nyeri haid hebat.
 Siklus haid tidak teratur.
 Riwayat kehamilan ektopik.
 Kelainan payudara jinak.
 Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata, dan saraf.
 Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor ovarium jinak.
 Menderita tuberkulosis (kecuali yang sedang menggunakan rifampisin).
 Varises vena.

- Waktu mulai menggunakan pil kombinasi
 Hamil atau dicurigai hamil.
 Menyusui eksklusif.
 Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya.
 Penyakit hati akut (hepatitis).
 Perokok dengan usia > 35 tahun.
 Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180/110 mm Hg.
 Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20 tahun.
 Kanker payudara atau dicurigai kanker payudara.
 Migrain dan gejala neurologik fokal (epilepsi/riwayat epilepsi).
 Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari.

- Instruksi Kepada Klien
 Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari.
 Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid.
 Sangat dianjurkan penggunaannya pada hari pertama haid.
 Beberapa paket pil mempunyai 28 pil, yang lain 21 pil. Bila paket 28 pil habis, sebaiknya anda mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket 21 habis, sebaiknya tunggu 1 minggu baru kemudian mulai minum pil dari paket yang baru.
 Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, ambillah pil yang lain, atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain.
 Bila terjadi muntah hebat, atau diare lebih dari 24 jam, maka bila keadaan memungkinkan dan tidak memperburuk keadaan Anda, pil dapat diteruskan.
 Bila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih, cara penggunaan pil mengikuti cara menggunakan pil lupa.

- Informasi lain yang perlu disampaikan
 Pada permulaan penggunaan pil kadang-kadang timbul mual, pening atau sakit kepala, nyeri payudara, serta perdarahan bercak (spotting) yang bisa hilang sendiri. Kelainan seperti ini muncul terutama pada 3 bulan pertama penggunaan pil, dan makin lama penggunaannya kelainan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Cobalah minum pil pada saat hendak tidur atau pada saat makan malam. Bila tetap saja muncul keluhan, silakan berkonsultasi kembali ke dokter.
 Beberapa jenis obat dapat mengurangi efektivitas pit, seperti rifampisin, fenitoin (Dilantin), harbiturat, griseofulvin, trisiklik antidepresan, ampisilin, dan penisilin, tetrasiklin. Klien yang memakai ohat-obatan di atas untuk jangka panjang sebaiknya menggunakan pil kombinasi dengan dosis etinilestradiol 50 µg atau dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi yang lain.

KESIMPULAN

Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencengah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha tersebut dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen.
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :

Dapat dipercaya
Tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan
Tidak mempengaruhi coitus
Mudah penggunaannya
Harga alat kontrasepsi terjangkau

Materi pemberian suntikan depo progestin ini sangat penting dipelajari karena dapat menekan angka kematian wanita di dunia akibat komplikasi kehamilan saat melahirkan.

KB Depo progestin adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks dan membuat endometrium tidak layak untuk tempat implantasi ovum yang telah dibuahi. Efektifitasnya tinggi dengan angka kegagalan 1/100 akseptor per tahun, asal penyuntikannya dilakkan secara teratur sesuai jadwal dengan cara penyuntikan intra muskuler{IM} didaerah bokong.

Pil KB terpadu : mengandung estrogen dan progestin, bila anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, anda akan terlindung dari kehamilan yang tak dikehendaki selama seluruh waktu siklus bulanan anda.