www.ziddu.com

Jumat, 17 September 2010

Konsep Diri Dalam Keperawatan

KONSEP DIRI

Faktor-faktor yg M’pengaruhi
1.Perkembangan Konsep Diri :
• Teori Perkembangan
• KD berkembang scra bertahap sejak lahir
• Berkembang melalui
- Bahasa
- Hub interpersonal dan pengalaman budaya
- Aktualisasi diri

2. Significan Other’s (Orang yg paling dekat)
• Dipelajari melalui kontak & pengalaman dg orang lain
• Pandangan diri merp interpretasi dr pandangan orang lain thd diri
“ Belajar diri sendiri melalui cermin orang lain”

3. Self Perception (Persepsi diri sendiri)
• Persepsi individu terhadap diri sendiri
• Persepsi individu thd pengalaman akan situasi ttt

PENGERTIAN
• Ad/ semua ide, nilai, perasaan, pikiran/pandangan dan keyakinan yg kuat tentang diri sendiri yg mempengruhi hub dg orang lain
• Pandangan inividu thd dirinya :
– Kemampuan
– Hubungan dg orang lain
– Harapan/tujuan/cita-cita
– Pengalaman

• Pandangan diri & pengalaman positif  KD +
• Ciri-ciri KD positif :
 Kemampuan interpersonal, intelekual dan penguasaan lingkungan berfungsi efektif
• Ciri-ciri KD negatif
 Penyesuaian diri dan sosial terganggu

• Rentang Respon Konsep Diri :
Adaptif Mal Adaptif

Aktualisasi KD + HDR Identitas kacau Depersonalisasi



Komponen Konsep Diri
• Gambaran diri
• Ideal Diri
• Harga Diri
• Penampilan Peran
• Identitas Personal


GAMBARAN DIRI
• Ad/ sikap, persepsi, keyakinan & pengetahuan individu secara sadar atau tidak sadar terhadap tubuhnya (ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan)
• Perkembangan gambaran diri :
– Individu menerima reaksi dr luar tg dirinya
– Gambaran diri berkembang sesuai dg proses tumbang


Gangguan Gambaran Diri
• Ad/ Perubahan persepsi ttg tubuh yg diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi keterbatasan, makna dan atau objek yg sering kontak dg tubuh
• Faktor2 yg mempengaruhi:
– Operasi (mastektomi, amputasi, dll)
– Kegagalan fungsi tubuh (bisu, tuli, dll)
– Waham yg terkait dg bentuk & fungsi tubuh
– Perubahan tubuh terkait dg tumbang
– Umpan balik interpersonal yg negatif
– Standar sosial budaya (langsing, tinggi, dll)


Perubahan gambaran diri :
Syok Psikologis
Menarik Diri
Penerimaan/Pengakuan
Integrasi
Psikososial Aspek

Respon Maladaptif thd Gangg Gambaran Diri :
• Menolak untuk melihat & menyentuh bagian tubuh yg berubah
• Tidak dapat menerima perubahan struktur dan fungsi
• Mengurangi kontak sosial : menarik diri
• Pre Okupasi dg bagian tubuh yg hilang
• Mengungkapkan keputusasaan
• Mengungkapkan ketakutan ditolak
• Depersonalisasi


IDEAL DIRI
• AD/ Persepsi individu ttg bagaimana ia harus berprilaku berdasarkan bbrp standar personal
• Standar personal ad/ gambaran individu yg disukai atau bbrp aspirasi, tujuan atau nilai yg ingin dicapai
• Perkembangan ideal diri :
 berkembang sejak masa kanak2, dipengaruhi: orang terdekat/penting, tunutan prestasi/pencapaian


Faktor – Faktor yg mempengaruhi Ideal Diri :
• Orang tua
• Guru
• Teman sebaya
• Sosial budaya
• Ambisi & keinginan un sukses
• Kebutuhan yg realistis
• Kebahagian dlm menghindari kegagalan
• Perasaan cemas dan rendah diri

• Ideal diri positif :
lebih tinggi dr pencapaian saat ini
jelas & realistis

• Ideal diri negatif :
 Terlalu tinggi shg sukar untuk dicapai
 Samar/ tidak jelas
 Menuntut

Gangguan Idela diri  Ggn Konsep diri : HDR

Ideal diri terpenuhi  Harga diri Tinggi

HARGA DIRI
• Ad/ penilaian individu ttg pencapian diri dg menganalisa sejauh mana perilaku memenuhi atau mencapai ideal diri
• Harga diri berkembang didasarkan pd penerimaan, penghargaan, pujian
• Harga diri berkembang dari 2 sumber, yaitu :
– Diri sendiri (mel. Self reinforcemen, tidak mengecilkan diri, merasa puas & dicintai
– Orang lain (dicintai, dihargai dan diperhatikan)


Gangguan Harga Diri/ Harga Diri Rendah
• Digambarkan sbg perasaan negatif thd diri sendiri termasuk hilangnya percaya diri & harga diri
• Harga diri rendah dapat terjadi secara situsional (trauma atau kronis)
Faktor yg mempengaruhi Harga Diri:
• Perkembangan individu
• Ideal diri yg tidak realistis
• Gangguan fisik dan mental
• Sistem keluarga yg tidak berfungsi
• Pengalaman traumatic yg berulang (aniaya fisik, emosi, seksual)


Stressor yg dapat mengganggu HD :
• Penolakan orang tua
• Penghargaan yg kurang
• Pola asuh yg kurang sehat
• Persaingan antar saudara
• Kesalahan atau kegagalan yg berulang
• Standar diri yang tidak tercapai


Tanda-tanda Harga Diri Rendah :
• Mengejek dan mengkritik diri sendiri
• Merendahkan/mengurangi martabat
• Rasa bersalah dab khawatir
• Manifestasi fisik
• Gangguan berhubungan
• Menarik diri dari realitas
• Merusak diri
• Merusak atau melukai orang lain


Perilaku yg berhubungan dg HDR :
• Mengkritik diri sendiri
• Produktivitas menurun
• Destruktif pada diri sendiri
• Perasaan tidak mampu
• Perasaan bersalah
• Irritabel atau mudah marah
• Sikap negatif thd diri sendiri
• Pesimis
• Cemas dan takut


PENAMPILAN PERAN
• Ad/ seperangkat perilaku yg diharapkan secara sosial berhubungan dg fungsi individu di berbagai kelompok sosial
• Faktor2 yg mempengaruhi penyesuaian thd peran
– Penjelasan prilaku yg sesuai dg perannya serta pengetahuan yg spesifik ttg peran yg diharapkan
– Konsistensi respon orang yg berarti/dekat pd perannya
– Keselarasan budaya & harapannya thd perilaku peran
– Pemisahan situasi yg dpt menciptakan ketidakselarasan peran
– Kecocokan dan keseimbangan dari berbagai peran


Gangguan penampian peran :
• Ad/ rusaknya fungsi peran yg dapat disebabkan oleh penyakit, proses menua atau kematian pasangan, keterbukaan interpersonal dan sosial, tidak adanya model, latar budaya yg berbeda


• Penyebab :
– Konflik peran interpersonal
– Contoh peran yg tidak adekuat
– Kehilangan hub yg penting
– Perubahan peran seksual
– Keragu-raguan peran
– Perubahan kemampuan fisik
– Kurangnya kejelasan peran
– Ketergantungan obat
– Kurangnya ketramplan sosial
– Perbedaan budaya
– HDR
– Konflik antar peran yg sekaligus diperankan


Tanda & gejala ggn penampilan peran
• Mengunkapkan ketidakpuasan perannya atau kemampuan penampilan peran
• Mengingkari atau menghindari peran
• Kegagalan transisi peran
• Ketegangan peran
• Kemunduran pola tanggung jawab yg biasa d peran


IDENTITAS PERSONAL
• Ad/ Kesadaran akan keunikan diri sendiri yg bersumber dari penilaian dan observasi diri sendiri
• Perasaan kuat akan identitas di tandai dg :
– Memandang dirinya secara unik
– Merasakan dirinya beda dg orang lain
– Memiliki otonomi, menghargai diri sendiri, percaya diri, mengontrol diri
– Mempunyai persepsi ttg gambaran diri, peran dan konsep diri


Karakteristik identitas :
• Individu mengenal dirinya sebagai mahluk yg terpisah dan berbeda dg yang lain
• Individu mengakui/menyadari jenis seksualnya
• Individu mengetahui & menghargai berbagai aspek ttg peran, nilai, prilaku scra harmonis
• Individu mengakui dan menghargai diri sendiri seseuai dg penghargaan lingkungan sosialnya
• Individu sadar akan hubungan masa lalu, masa ini dan yang akan datang
• Individu mempunyai tujuan yg dapat dcapai dan direalisasikan

Gangguan Identitas
• Terjadi melalui bbrp cara yg semuanya menggambarkan kekaburan dan tidak konsisten dlm memandang diri sendiri.
• Kekaburan tampak pd nilai, tujuan, & keyakinan
• Faktor yg mempengaruhi :
– Hubungan interpersonal (orang tua & teman sebaya)
– Perkembangan (pola asuh yg tidak konsisten, penganiayaan, ketidak pedulian)
– Gangguan Jiwa


Perilaku yg berhubungan dengan identitas kabur :
• Kode moral tidak dilakukan
• Eksploitasi hubungan interpersonal
• Perasaan kosong
• Kacau identitas sosial
• Kecemasan yg tinggi
• Tidak mampu berempati dg orang lain
• Kecintaan pada diri sendiri yg patologis
• Masalah dlm hubungan intim
• Ideal diri yg tidak realistis

Konsep keperawatan

KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT


Ilmu Keperawatan

Peran serta Masyarakat Kesehatan Masyarakat

Tiga komponen dasar ilmu Keperawatan Kesehatan Masyarakat

Konsep keperawatan dikarakteristikan oleh 4 konsep pokok yaitu:
1. Manusia
2. Kesehatan
3. Keperawatan
4. Lingkungan
Paradigma Keperawatan
1. Konsep Manusia
Manusia adalah makhluk bio-psiko-sosial dan spiritual yang utuh dan unik, dalam arti merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena mempunyai berbagai macam kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya. (Konsorsium Ilmu kesehatan, 1992)
Manusia sebagai sasaran pelayanan atau asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan. Sebagai sasaran praktek keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat.
a. Individu sebagai klien
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya mencakup kebutuhan biologi, social, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurang kemauan menuju kemandirian pasien/klien.
b. Keluarga sebagai klien
Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia dapat dilihat pada Hirarki Kebutuhan Dasar Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu focus pelayanan keperawatan yaitu:
1) Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat
2) Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah, memperbaiki atau mengabaikan maslah kesehatan dalam kelompoknya sendiri. Hampir setiap masalah kesehatan mulai dari awal sampai pada penyelesaiannya akan dipengaruhi keluarga. Keluarga mempunyai peran utama dalam pemeliharaan kesehatan seluruh anggota keluarga.
3) Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan. Penyakit pada salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga tersebut. Peran dari anggota-anggota keluarga akan mengalami perubahan, bila salah satu angota menderita sakit. Disisi lain status kesehatan dari klien juga sebagian akan ditentkan oleh kondisi keluarganya.
4) Dalam merawat
c. Masyarakat sebagai klien
Kesatuan hidup manusia yang brinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tetentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu indentitas bersama
Ciri-ciri:
1) Interaksi antar warga
2) diatur oleh adat istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas
3) Suatu komuniatas dalam waktu
4) identitas yang kuat mengikat semua warga
2. Kesehatan
Sehat didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif (Parson).
Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif dan produktif (Paplau).
Menurut HL Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan
1) Keturunan
2) Perilaku
3) Pelayanan kesehatan
4) Lingkungan
Sehat merupakan tujuan dalam pemberian pelayanan keperawatan , dimana kondisi sehat-sakit berada dalam suatu rentang dari kondisi sehat optimal sampai dengan status kesehatan yang terendah yaitu kematian dan kondisi normal berada di tengah.
3. Keperawatan
Pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga , kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
Keperwatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.
Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik maupun mental, keterbatasan pengetahuan serta kurang kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (Primary Health care) untuk memungkinkan setiap orang mencapai kemampuan hidup sehat dan produktif. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan wewenang, tanggung jawab serta etika profesi keperawatan.
Sebagai suatu profesi, keperawatan memiliki falsafah yang bertujuan mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan. Pertama, Keperawatan menganut pandangan yang holistic terhadap manusia yaitu keutuhan sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual. Kedua, kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistic dalam arti menghargai dan menghormati martabat manusia, memberi perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua manusia. Ketiga, keperawatan bersifat universal dalam arti tidak membedakan atas ras, jenis kelamin, usia, warna kulit, etnik, agama, aliran politik dan status ekonomi social. Keempat, keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan serta yang kelima, keperawatan menganggap klien sebagai partne aktif dalam arti perawat selalu bekerjasama dengan klien dalam pemberian asuhan keperawatan.
4. Lingkungan
Lingkungan dalam paradigma keperawatan berfokus pada lingkungan masyarakat, dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia. Lingkungan di sini meliputi lingkungan fisik, psikologis, social budaya dan lingkungan spiritual. Untuk memahami hubungan lingkungan dengan kesehatan masyarakat (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) dapat digunakan model segitiga agen-hospes-lingkungan atau agent-host-environment triangle model yang dikemukakan oleh Leavelll,(1965), dimana ketiga komponen saling berhubungan dan dapat berpengaruh terhadap status kesehatan penduduk.

Dinamika Kelompok Dalam Keperawatan

DINAMIKA KELOMPOK



Pengertian dinamika kelompok
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok manusia, dimana anggota-anggotanya berinteraksi satu sama lainnya yang dapat menimbulkan kerjasama yang baik sehingga dapat mencapai tujuan kelompok secara optimal.

Tujuan dinamika kelompok adalah :
1. Untuk lebih membangkitkan diri seseorang anggota kepada anggota lainnya dalam kelompok sehingga saling menghargai, menghormati, toleransi, keterbukaan dan lain-lain.
2. Untuk menimbulkan rasa solidaritas para anggota kelompok sehingga timbul pertisipasi yang sepontan untuk mencapai tujuan bersama

Dinamika kelompok dilaksanakan tidak hanya dalam rangka suatu program pendidikan atau pelatihan, dimana para peserta pendidikan/pelatihan tersebut dipersiapkan agar dalam mengikuti pendidikan/pelatihan sudah timbul kerjasama yang baik diantara para peserta, tetapi dinamika kelompok digunakan juga dalam rangka mengembangkan organisasi, guna menciptakan kerjasama yang baik antar anggota suatu unit dan antar unit-unit organisasi.


DASAR-DASAR HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Setiap kelompok manusia dimana-mana anggota-anggotanya berinteraksi satu sama lain dapa tmenimbulkan kerjasama yang kurang baik. Hal ini disebabkan penonjolan kepentingan perorangan dalam kelompok sangat nyata antara lain karena sifat individualistis dari anggota kelompok.

Kurt Lewin dari Massachusets Institute of Tecnology, menginginkan adanya peleburan dari pada sebagian pendapat-pendapat pribadi untuk menciptakan pendapat kelompok. Peleburan itu hendaknya terjadi dalam suasana penu pengertian diantara anggota kelompoknya. Hal ini tidak berarti bahwa perbedaan, bahkan pertantangan pendapat tidak boleh terjadi, tetapi perbedaan tersebut harus dipercahkan dalam suasana kekeluaargaan.

Metode yang dimuat dalam dinamikan kelompok sangat mengutamakan interaksi atas hubungan antar manusia sesama anggota kelompok. Keakraban hubungan tersebut satu sama lain diharapkan dapat menimbulkan keterbukaan hati, sehingga saling dapat menggunakan perasaan mereka dan menghilangkan jauh-jauh perasaan yang terseubung. Dalam keaadaan demikian diharapkan dapat menerima kritik dengan lapang dada yang berarti saling menunjukan kasalahan/kekurangan sesama teman untuk dapat diperbaiki.


PELAKSANAAN DINAMIKA KELOMPOK

Dinamika kelompok bertujuan untuk mebuat kelompok efektif, oleh karena itu kelompok berbentuk kecil, keseluruhan anggota tidak lebih dari 24 orang, yang selama pelatihan dapat dibagi menjadi 3, 4, ataupun 8 kelompok, cara penyelenggaraan dinamika kelompok bermacam-macam dikategorikan dalam 3 kelompok besar :

1. Bebas tanpa acara (unstructure )
Kelompok didiamkan saja tanpa diberi pengarahan ataupun jadwal. Dengan cara tersebut peserta merasa tidak tahan dan timbul inisiatif untuk mencari topik-topik yang didiskusikan. Sifat ketergantungan anggota kelompok diharapkan dapat dihilangkan. Keburukan cara ini ialah pertikaian antara anggotanya, pengelamturan, dan kejenuhan.
2. Acara diberikan sebelumnya (structure)
Kelompok sudah diberi jadwal selama ber;langsungnya dinamika kelompok tanpa menghiraukan proses yang terjadi dalam setiap mata acara. Kebaikan acara ini adalah adanya kejelasan program sehingga menimbulakan kesan kesiapan pelatihan. Keburuklannya adalah kurangnya inisiatif peserta, karena kesemuanya sudah diatur sebelumnya.
3. Konfirmasi
Pelatihan telah mempersiapkan beberapa kemungkinan jadwal yang penerapannya disesuaikan dengan perkembengan proses interaksi yang terjadi dari waktu kewaktu. Kebiakannya program pelatihan terkendali tanpa mematikan inisiatif peserta. Keburukannya persiapan memakan waktu yang lama dan pelatihannya harus menganalisa perkembangan dari mata acara yang lain serta mencarikan/mempersipakan mata acara berikutnya dalam waktu yang kadang-kadang sangat sempit.


MANFAAT DINAMIKA KELOMPOK

1. Faedah perorangan
Peserta dinamikan kelompok dapat mengenal dan memperoleh gambaran tentang peserta-peserta lainnya serta menarik pelajaran dan pendapat/pengalaman yang diceritakan oleh peserta-peserta lain. Setiap peserta mempunyai persepsi yang berlainan tingkatnnya yang dapat dicari manfaatnya sebagai pelajaran, yang seorang menganggap berguna yang lain menganggap tidak berguna bahkan dapat membahayakan karirnya bia hendak ditarik manfaatnya.
2. Faedah bagi kelompok
Kelompok dapat memperoleh pengalaman setelah berlangsungnya program dinamika kelompok tentang cara-cara pengambilan keputusan, pencapainya konsensus kelompok, prosedur ataupun sistematika kerja dalam kelompok dan mengatasi perselisihan pendapat yang timbul.
3. Faedah bagi organisasi
Mengenal cara-cara lain kerja atau menciptakan kerjasama dalam kelompok dapat dijadikan dasar kerjasama antar unit dalam suatu oraganisasi. Unit-unit organnisasi yang menjalankan proses dinamikan kelompok. Kesatuan bahasa dalam memecahkan masalah, kelancaran berkomunikasi yang timbul antara unit-unit akan memperlancar dan menyempurnakan kerjasama organisasi.


MASALAH-MASALAH DALAM DINAMIKA KELOMPOK
1. Adanya bermacam-macam watak pada anggota kelompok, memerlukan pendekatan yang berbeda-beda seperti :
- Peserta terlalu emosional
- Peserta yang mudah tersinggung
- Peserta kurang dapat menghargai pendapat orang lain
- Peserta memiliki rasa rendh diri
2. Keterbatasan kemampuan pelatih tentang :
- Hubungan antara manusia
- Komunikasi
- Kemasyarakatan
- Kepemimpinan
- Membuat lelucon-lelucon yang segar

RANGKUMAN

Kerjasama yang timbul selama berlangsungnya dinamika kelompok mengandung unsur-unsur toleransi, saling menghargai, keterbukaan. Pengertian yang dalam, sudah terbentuk. Dengan insiatif ini diharapkan jenis dinamika kelompok tersebut akan terus hidup. Kelompok tidak akan menjadi layu melainkan selalu mendapat angina segar dalam melakukan kegiatan.


PENUTUP

Demikian materi dinamika kelompok disajikan agar peserta menjalin kerjasama yang lebbih erat, baik didalam melaksanakan tugas maupun dalam kehidupan sehari-harinya.

Sistem Pernafasan

Hidung: Rongga hidung (Kovum Nasi).Lubang Hidung (Nares) sekat yang membagi 2 (septum Nasi). Didalam tulang2 yang berbatasan dngn hidung terdapat ruangan2 :Sinus. Sinus Frontalis didalam tulang dahi,Sinus maksilaris didlm tlng rawan, sinus etmoidalis didlm tlng tapisan,Sinus Sfenoidalis didlm tlng baji.
Farings:
1.Naso Farings,terdpt dibelakang hidung disebelah atas langit2 lunak (palatum molla) pd dinding belakang terdpt kelenjar limfe : Tonsilia Faringea/ adenoid.Saluran Tuba Auditiva yg datang dr telinga tengah jg bermuara pd naso farings sehingga udara dpt masuk kedlm telinga tengah.
2.Oro Farings, terletak dibelakang mulut dibawah palatum molle.didinding kanan kirinya terdpt kelenjar limfa: Tonsilia Palatina. Batas antara naso farings dngn oro farings yg merupakan suatu penyempitan farings: Ismus Farings,Batas antara oro farings dngn rongga mulut disebut Ismus Fausium.
3. Laringo Farings : bagian dr farings dibelakang larings.
Larings: bagian alat pernafasan terletak diantara oro farings dan trakhea. Larings sebenarnya terdiri atas beberapa buah tlng rawan yg diikat bersama oleh ligamentum & membran. Tlng Rawan tsb : Tiroid (Yang terbesar), Krikoid (bentuk cincin stempeldngn bag. Lebar dibelakang), Aritenoid (Ada sepasang/tempat melekatnya pita suara/sela2 kedua pita suara: rima glottidis) , Epiglottis (bentuk seperti sendok sepatu), Kornikulata & kuneiformis.
Trakhea: panjangnya 12cm,susunan tlng rawan 16-20bh. Pd setinggi ruas vetrebra torakalis V, ada 2 cabang : Bronkhus kanan/kiri masuk ke paru2 kanan/kiri. Bentuk seperti tepal kuda cincin tlng rawan dan lapisan otot polos.
Paru-Paru (PULMO): Terletak di dinding rongga dada 1.di depan: tlng sternum dan tlng rwn iga. 2. di samping: iga2 sera otot antar iga 3. di belakang :12 ruas tlng punggung 4. diatas: dasar leher 5.di bawah: oleh diafragma. Ruangan didlm rongga dada terdpt diantara ke2 paru2 :MEDIASTINUM.isinya: jantung,pembuluh2 darah yg besar,usofagus,trakhea ,duktus torasikus. Puncak Paru2 :Apeks pulmonum. Pangkal Paru2 : Basis Pulmonum.paru2 kiri terdiri 2 lobus, yang kanan 3 lobus. Masing2 lobus terbagi lg jd bag. Yg lbh kecil : LOBULUS.
PLEURA: -Lapisan dalam yang menempel pd paru2 : Pleura Viseralis, -Lapisan luar mlekat pd iga,dinding mediastinum & diafragma : Pleura Parientalis, -terdpt ruang: Rongga Pleura/ terdapat cairan: Cairan Pleura. Tempat melipatnya pleura viseralis menjd pleura parientalis yaitu pd tempat masuknya bronkhus kedlm paru2: HILUS PULMONIS.
BRONKHUS: tempat bercabangnya Bronkhus: BIFURKASIO TRAKHEA. Cabang pertama :Bronkhus Sekundus,didalam setiap lobus bercabang2 menjd banyak BRONKHIOLUS.bercabang lagi BRONKHIOLUS RESPIRATORIUS.berlanjut bercabang DUKTUS ALVEOLARIS,menjadi ATRIUM,menjadi SAKKUS ALVEOLARIS,berakhir ALVEOLUS.
Jd skematis jalannya udara pernafasan mulai dari lubang hidung sampai alveolus:
NARES-KAVUM NASI-NASOFARINGS-OROFARINGS-LARINGS-TRAKHE-BRONKHUS kanan/kiri-BRONKHUS SEKUNDUS-BRONKHIOLUS RESPIRATORIUS-DUKTUS ALVEOLARIS-ATRIUM-SAKKUS ALVEOLARIS-ALVEOLUS.
Mekanisme Pernafasan: Rongga dada dibatasi dr rongga perut oleh sekat: DIAFRAGMA.terdiiri atas lapisan otot yg berbentuk kubah yg dpt bergerak naik turun. Respirasi : EKSPIRASI & INSPIRASI.
INSPIRASI: diafragma didorong kebwh ke arah rongga perut & bersamaan dngn itu tlng rusuk oleh otot pernafasan /otot ANTAR IGA ditarik ke atas,maka rongga dada mengembang dan membesar, udara terisap keluar melalui hidung & sal. Pernafasan masuk kedlm paru2 sampai alvioli.
EKSPIRASI: kembalinya diafragma & tlng rusuk kekeadaan semula sehingga udara terdorong keluar lewat hidung dr dlm paru2.
Kapasitas Paru2:
-VOLUME TIDAL: banyaknya udara dihisap & dikeluarkan selama pernafasan biasa 500cc,
-UDARA KOMPLEMENTER: banyaknya udara yg masih dpt dihisap sesudah inspirasi biasa 2500cc.
-UDARA SUPLEMENTER: banyaknya udara yg msh dpt dikeluarkan sesudah ekspirasi biasa 1000cc.
-KAPASITAS INSPIRASI: banyaknya udara yg dpt dihisap sedalam2nya setelah ekspirasi biasa 3000cc
-KAPASITAS VITAL: banyaknya udara yg msh dpt dikeluarkan setelah inspirasi sedalam2nya 4000cc L/3400cc W.
-UDARA EKSPIRASI KUAT: banyaknya udara yg dikeluarkan pd ekspirasi sekuat2nya selama 1 dtk.75/80%.
-UDARA RESIDUAL: udara yg masih selalu ada didlm paru2 sesudah ekspirasi maksimal 1100cc.
Udara Residual penting u/ penyelidikan tindkn kriminal:
1.Untuk menentukan apakah bayi yang mati sblm lahir at sesudah lahir .
2.Untuk menentukan seseorang mati krn tenggelam at ditenggelamkan.

Sistem Peredaran Limfe

Darah-bilik kiri-aorta dngn cabang2nya -keseluruh tubuh u/ memelihara & memberi makan sel2 jar.tubuh.Cairan darah menembus dinding kapiler masuk & membasahi sel2 jar= Cairan Antar Sel. Cairan antar sel telah terpakai banyak sisa2 metabolisme diangkut melalui sistem pembulu darah,sisanya diangkut o/ sistem peredaran darah tertentu= sistem peredaran limfe, cairan yg diangkut= Cairan Limfe.
Sisitem peredaran limfe= 1.kapiler2 limfe, 2.pembuluh2 limfe 3.limfo nodi 4.Duktus limfatikus (2bh saluran limfa yg besar)=(1.Duktus Torasikus 45cm 2.Duktus Limfatikus kanan 1cm)
Benjolan2 kelenjatr limfe =LIMFO NODI
LIMFO NODI Berguna: 1.Membuat sel2 limfosit 2. menyaring & membunih kuman2 dngn adanya sel2 limfosit 3.membuat beberapa macam antibodi & antitoksin u/ melawan infeksi.
Kelenjar Limfe (LIEN) gunanya –membuat sel2 limfosit –pd janin membuat sel2 eritrosit –sbg gudamg penyimpanan darah –tempat penghancur sel2 eritrosit &trombosit yg sdh tua & tdk terpakai lg –membantu membunuh kuman2 tertentu –membantu membuat antibodi.
Gunanya sistem peredaran limfe:
1. mencegah menumpuknya kelebihan cairan antar sel di jaringan2
2. menyaring & membunuh kuman2 melalui limfo nodi
3. membuat sel2 limfosit baru
4. menyerap sari2 makanan terutama lemak melalui pembuluh2 limfe sekitar usus.

Mekanisme mengalirnya cairan limfe karena adanya tenaga hisap dan tenaga dorong.cairan limfe-2vena yg besardkt jantung-vena kava-serambi kanan.
Dengn adanya dilatasi serambi maka timbul tekanan tenaga hisap.
Dngan adanya kontraksi otot2 sekitar vena & pembuluh limpe terjadi tenaga dorong.

Sistem Peredaran Darah

Jantung: Jantung terbg 4 ruangan,2 diatas: atrium/serambi kanan/kiri,2 dibawah: Ventrikel/bilik kanan/kiri. Masing2 dihubungkan o/ suatu katup/klep : Vulvula Atrio Ventrikularis=katub jantung(jantung kanan/kiri).Katup jantung kanan= Vulvula Trikuspidalis (mempunyai 3 lembar katup), katup jantung kiri= Vulvula mitralis/bikuspidalis (mempunyai 2 lembar katup). Pada serambi kanan bermuara Vena kava superior,inferior & sinus koronarius.Pada bilik kanan berpangkal Arteri pulmonalis membw darah menuju paru2.Serambi kiri bermuara vena pulmonalis yg membw darah bersih sedangkan pd bilik kiiri bermuara pd Aorta membw darah keseluruh tubuh. Pd Aorta & arteria pulmonalis ada katub =vulvula semilunaris/bentuk lembaran katup seperti ½ bulan. Katup pd Aorta =Katup Aorta >untuk mencegah jngn sampai darah yg mengalir msk aorta kembali lg kebilik kiri. Pada arteria pulmonalis =katup pulmoner >mencegah mengalirnya kembali darah dr arteria pulmonalis masuk kebilik kanan.
Dinding Jantung = 1..Perikardium: merupakan dinding jantung pling luar yg merupakan jaringan pengikat. Ada 2 lapisan :Perikardium parietela/luar & Perikardium viserela/dalam. 2. Miyokardium: dinding jantung bag. Tengah yg plng tebal,semua terdr atas otot jantung. 3. Endokardium : lapisan jantung yg pling dlm terdiri atas 1 lapisan sel endotel.
Gerakan menguncupnya seluruh jantung =gerakan sistole & tekanan darah yg ditimbulkan =tekanan sistole, Gerakan mengembangnya jantung/relaksasi =gerakan diastole & tekanan darah yg ditimbulkan = tekanan diastole.
Suplai darah jantung: u/ memberi makan kpd jantung ada perdaran darah khusus = peredaran darah koroner,terdiri arteri koronaria,vena kooronaria, sinus koronarius.Apabila arteri koronaria tiba2 tersumbat o/ adanya jendalan darah at trombus, sehingga darah yg mengalir menuju keotot jantung terhalang dpt menimbulkan serangan jantung mendadak yg dpt menyebabkan kematian mendadak.
Pembuluh-pembuluh darah: Berguna u/ mengangkut darah dari jantung keseluruh tubuh & stlah terpakai kmdian dibawa kembali ke jantung. Ada 3= 1. Arteri (Tunika intima/dalam)-Tunika media/tengah-tunika adventisia/luar) =membw darah dr jantung 2.vena (Dindingnya sedikit agak tipis/3bag)v= membw darah kembali kejantung 3.kapiler (dinding sangat tipis) =menghubungkan ujung2 arteri dngn ujung2 vena.
Aorta dengan cabang2nya: Aorta berpangkal bilik kiri menuju keatas =aorta asensens(cabang arteri koronaria kanan/kiri,membawa darahu jantung) membelok dari kanan ke kiri= arkus aorta(1.arteri anonima :a.arteri subklavia kanan membw darah ketangan kanan b.arteri karotis kominis kanan membawa darah keleher & kepala. 2.arteri karotis komunis kiri membw darah u/ leher & kepala 3.arteri subklavia kiri membw darah u/ tangan kiri) . lalu turun kebawah =aorta desendens ,daerah dada aorta asendens= aorta torakalis (memberikan cabang2 keotot2 antar iga, bronkhus,paru2, usofagus ,di perut= aorta abdominalis (memberikan cabang2nya kedinding perut & semua alat didlm rongga perut.cabang2nya= a.seliaka,a.frenika,a.mesenterika superior,a.mesentika inferior, a.lumbalis, a.suprarenalis,a.renalis,a.spermatika,a.ovarika,a.iliaka komunis.

PEREDARAN DARAH DEWASA
Darah-vena kava inferior/vena kava superior/sinus koronarius-serambi kanan(kontraksi,katup jantung kanan membuka)-bilik kanan(kontraksi,katup jantung kanan menutup bersamaan katup pulmoner membuka)-arteri pulmonalis-paru2 kanan/kiri-vena pulmonalis kanan/kiri-serambi kiri (kontraksi,katup jantung kiri membuka)-bilik kiri (kontraksi,katup jantung kiri menutup,katup aorta membuka-aorta (dibagikan keseluruh bagian tubuh)-vena kava inferior/veba kava superior/sinus koronarius-serambi kanan (seterusnya berulang2).
Peredaran darah khusus=peredaran darah porte/sistem porte.darah mengandung sari zat2 makanan dari usus halus melelui vena mesenterika & limpa/LIEN-vena lienalis-vena porte-hepar. Dihepar sari2 makanandiolah & disimpan u/ dibagikan seluruh tubuh yg memerlukan.

PEREDARAN DARAH JANIN
Jantung janin masih blm sempurna.pd dinding batas serambi kanan dngn serambi kiri terdapat celah lubang =foramen ovale.
Darah-vena kava superior/vena kava inferior-serambi kanan krn ada foramen ovale sngian besar darah ke-serambi kiri-katup jantung kiri-bilik kiri-dibagiakan keseluruh tubuh melalui aorta & cabang2nya. Darah –serambi kanan yang tdk melalui foramen ovale –katup jantung kanan-bilik kanan-arteri pulmonalis –paru2 u/ dibersihkan. Oleh krn paru2 janin blm sempurna sebgian besar darah dialirkan keaorta melalui jln pintas =Duktus Arteriosus Botalli (pembuluh darah pendek yg menghubungkan arteri pulmonalis dngn aorta). Waktu bayi lahir forammen ovale menutup & ductus arteriosus botalli mengalami kemunduran jd jaringan pengikat =ligamentum arteriosum. Dihepar darah dtang dr plasenta mengandung 02 melalui vena umbilikalis,sbgian melalui jln pintas =Duktus venosus Arrantti-vena kava inferior-serambi kanan.setelah bayi lahir ductus venosus arrantii mengalami kemunduran jd jaringan pengikat =ligamentum venosum.
Perubahan2 peredaran darah stlah bayi dilahirkan:1. Menutupnya foramen ovale 2.Duktus Arteriosus Botalli degenerasi ligamentum arteriosum 3. Duktus venosus Arrantii degenerasi ligamentum venosum 4. vena umbilikalis degenerasi ligamentum teres hepatis 5. arteri umbilikalis degenerasi ligamentum umbilikalis lateral

DARAH: Cairan yg beredar dlm pembuluh darah krn kekuatan jantung. (55% plasma, 45% sel2 darah). Plasma darah : 1.air, 2.garam2 mineral, 3.Protein plasma, 4.bahan2 makanan, 5.gas2=O2,CO2,nitrogen, 6. bahan2 sisa pembakaran= urea, asam urat,kreatinin 7.antibodi & antitoksin, 8.hormon2, 9.enzim2.
Serum=plasma darah tanpa fibrinogen, agar darah tdk membeku =anti koagulan

SEL-SEL DARAH:
Eritrosit: sel darah merah, Hemoglobin: pigmen darah yg merupakan sejenis protein istimewa.(pertama ERITROBLAS-NORMOBLAS-RETIKULOSIT)
Lekosit: sel darah putih (Lekosit meningkat=lekositosis,Mengurang=lekopeni)
Lekemia: kurang dr 100.000/mm3
Trombosit: bentuk lbh kecil dr eritrosit guna pembekuan darah, trombositopenia= tubuh kurang trombosit/kurang dr normal 200000-400000/mm3.

FUNGSI DARAH
1.mengambil O2 waktu inspirasi,mengambil CO2 waktu ekspirasi
2.membawa sari makanan 3. membawa zat2 sampah dr sel2 jaringan 4. membw hormon2 dr klenjr endokrin ke jaringan 5.mengatur/mempertahankan keseimbangan air 6.mengatur suhu badan 7. ikut dlm pertahanan terhadap penyakit.

Golongan darah: Menurut DR.LANDSTEINER gol A,B,AB & O (sistem ABO)
Bhwa didlm eritrosit terdpt AGLUTINOGEN sdngkn plasma terdpt AGLUTI NIN.
I.Gol A=erit(aglutinogen A)plasma(aglutinin B)
II..Gol B =erit aglutinogen B0plasma(aglutinin A)
II.Gol AB =erit(aglutinogen A &B)plasma(aglutinin NOL)
IV.Gol O =erit(aglutinogen NOL)plasma(aglutinin A & B)
GOL AB dinamakan RESIPIEN UNIVERSAL
Gol O dinamakan DONOR UNIVERSAL

ERITROBLASTOSIS FETALIS: adanya zat anti bodi terhadap Rh+ didlm darah seorang ibu yg sdng hamil dpt menyebabkan penyakit menimbulkan kematian pada bayi yg baru dilahirkan.

Sistem Pencernaan pada Manusia

Saluran pencernaan pada manusia terdiri dari :
1. mulut (cavum oris) dan faring,
2. kerongkongan (esophagus),
3. lambung (ventriculus),
4. usus halus (intestinum),
5. usus besar (colon),
6. rectum dan
7. muara pelepasan (anus).
Saluran pencernaan dilapisi oleh lendir di permukaan dindingnya.
1. Mulut (cavum oris) dan faring
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
a.Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b..Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c..Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulu serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
Kuncup pengecap di lidah disebut papilla. Daerah lidah yang peka terhadap rasa manis terletak di bagian ujung lidah, peka asam dan asin di pinggir lidah serta yang peka terhadap rasa pahit terletak di pangkal lidah. Saliva atau air ludah yang dihasilkan oleh kelenjar ludah, berfungsi untuk melunakkan makanan serta membantu dalam menelan makanan. Saliva mengandung enzim ptialin. Makanan dari rongga mulut menuju ke kerongkongan melalui faring. Faring berupa saluran memanjang di belakang rongga mulut. Pada pangkal faring terdapat epiglotis, untuk menutup saluran pernapasan pada saat menelan makanan.
2. Kerongkongan (esophagus)
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung
3. Lambung (ventriculus)
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
• Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
• Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
• Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
• Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
4. Usus halus (intestinum)
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
• Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
• Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
• Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
• Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
• Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
• Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
• Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
• Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
• Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
• Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
• Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
• Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
• Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal
PROSES PENCERNAAN MAKANAN
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.
b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.
5. Usus besar (colon)
Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :
a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

Gangguan Sistem Pencernaan
• Apendikitis-Radang usus buntu.
• Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag-”Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).

Pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu dan umbai cacing (appendiks). Belum diketahui fungsi utama appendiks. Usus besar memiliki ukuran yang lebih pendek dari pada usus halus, tetapi memiliki diameter lebih lebar sampai 3X usus halus (mencapai 7 cm). Pada usus besar terjadi penyerapan garam-garam mineral dari sisa makanan serta penyerapan air (reabsorbsi) dalam jumlah tertentu. Apabila sisa makanan kekurangan air, maka air dilepaskan kembali. Di alam usus besar terdapat banyak mikroorganisme yang membantu membusukkan sisa makanan, seperti Escherichia coli. Sisa makanan yang telah
busuk ini disebut faeces. Colon terdiri dari colon ascendens (naik), colon transcendens (mendatar) dan colon menurun.
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.
Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.